Beijing, Mobilitas – Aion yang merupakan bagian dri GAC Group itu membukukan anjloknya penjualan grosir dari pabrik ke dealer alias wholesales di negerinya, Republik Rakyat Cina, tidak hanya di periode Januari – November 2025 semata, tetapi juga di bulan November saja.
Data Asosiasi Pabrikan Mobil Cina (CAAM) yang dikutip Mobilitas di Jakarta, Jumat (19/12/2025) menunjukkan di periode Januari – November 2025, totala angka wholesales atau penjualan grosir yang dikantongi Aion sebanyak 265.441 unit. Jumlah tersebut anjlok 19,7 persen dibanding periode sama di tahun 2024.
Sementara, di bulan November saja, total penjualan grosir yang dicetak merek itu sebanyak 24.071 unit. Jumlah tersebut ambrol hingga 38,1 persen dibanding total angka wholesales yang diraupnya di bulan yang sama di 2024.

Fakta berbicara, di sebelas bulan pertama atau Januari – November 2025, beberapa model mobil kondang Aion penjualan grosirnya tumbang. Mereka antara lain, Aion Y yang membukukan penjualan grosir sebanyak 70.051 unit, ambrol 52,07 persen dibanding periode sama di tahun 2024.
Kemudian Aion Hyper HT yang laku sebanyak 8.388 unit, 12.6 persen. Lalu Aion Hyper GT yang penjualan grosirnya 1.558 unit (ambrol 73,7 persen) dan Aion LX yang terjual hanya sebanyak 139 unit atau ambrol 68,57 dibanding periode sama di tahun 2024. (Jap/Aa)
Mengawali kiprah di dunia jurnalistik sebagai stringer di sebuah kantor berita asing. Kemudian bergabung dengan media di bawah grup TEMPO Intimedia dan Detik.com. Sejak 2021 bergabung dengan Mobilitas.id












