Beijing, Mobilitas – Mobil elektrifikasi alias New Energy Vehicle (NEV) yang diekspor Republik Rakyat Cina sepanjang tahun 2025 adalah mobil listrik baterai (BEV) dan mobil plug-in hybrid atau Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV).
Laporan Xinhua yang disitat Mobilitas di Jakarta, Rabu (14/1/2026) menyebut di tahun 2025 itu, Cina memgekspor 7,098 juta unit mobil (gabungan mobil konvensional dan NEV) ke berbagai negara. Total ekspor ini melonjak 21,1 persen dibanding tahun 2024.
Mengutip data Asosiasi Produsen Mobil China (CAAM), Xinhua menyebut dari total jumlah mobil yang diekspor tersebut, 2,615 juta unit merupakan NEV. Jumlah mobil elektrifikasi yang dikirim ke luar negeri itu meroket hingga 100 persen dibanding tahun sebelumnya.
Mobil elektrifikasi yang diekspor Negeri Tirai Bambu sepanjang 2025 tersebut, 1.646.051 unit diantaranya merupakan mobil listrik murni (BEV). Jumlah mobil setrum berbasis baterai itu melejit hingga 66,7 persen dibang total yang diekspor pada tahun 2024.

Sementara, jumlah NEV jenis PHEV yang diekspor di tahun 2025 itu mencapai 969.026 unit. Total ekspor mobil listrik PHEV tersebut meroket hingga 230 persen dibanding total ekspor PHEV di tahun 2024.
Adapun jumlah mobil konvensional yang diekspor Cina pada tahun 2025 itu mencapai 4,483 juta unit. Jumlah ekspor mobil berbahan bakar tradisional tersebut turun 2 persen dibanding tahun sebelumnya.
Ihwal daya saing mobil Cina di pasar global, Wakil Direktur Institute of Market Economy of the Development Research Center Cina, Wang Qing, menyebut hal itu ditopang kuat oleh keunggulan rantai industri komprehensif di sektor kendaraan listrik (NEV). “Itu mencakup baterai, rantai pasokan, hingga kokpit cerdas,” kata dia. (Din/Aa)
Mengawali kiprah di dunia jurnalistik sebagai stringer di sebuah kantor berita asing. Kemudian bergabung dengan media di bawah grup TEMPO Intimedia dan Detik.com. Sejak 2021 bergabung dengan Mobilitas.id












