Bisnis

Penjualan Ritel Mobil Listrik Polytron di Tahun 2025 Jauh di Bawah Target

×

Penjualan Ritel Mobil Listrik Polytron di Tahun 2025 Jauh di Bawah Target

Share this article
Mobil listrik Skyworth yang dihadirkan Polytron di GIIAS 2025 – dok.Mobilitas

Jakarta, Mobilitas– Polytron yang dikenal sebagai pabrikan pembuat perangkat elektronik kebutuhan rumah tangga itu, mulai mengirimkan mobil listrik G3 dan G3+ ke konsumen pada bulan Juli 2025.

Seperti diketahui, perusahaan asal Kudus, Jawa Tengah, itu merakit mobil yang menggunakan platform atau basis model mobil merek asal Republik Rakyat Cina, Skyworth . Model yang dijadikan basis dan dirakit alias di-rebadge itu adalah Skyworth K3.

Soal penjualannya, ternyata model Polytron G3 dan G3+ itu belum memenuhi harapan alias meleset dari target yang ditetapkan. Sekadar informasi, saat peluncuran dua model itu pada 6 Mei 2025, Polytron mematok target penjualan 500–600 unit di tahun 2025.

Sementara, data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) yang disitat Mobilitas di Jakarta, Rabu (21/1/2026) menunjukkan di tahun 2025 itu (sepanjang Juli – Desember) jumlah mobil Polytron yang terjual secara eceran atau dari dealer ke konsumen alias penjualan ritel hanya sebanyak 353 unit. Rincian penjualan ritel itu, pada bulan Juli sebanyak Juli 6 unit, dan Agustus 12 unit.

Mobil listrik Polytron G3+ – dok.Polytron

Kemudian di bulan September terjual sebanyak 29 unit, dan Oktober mobil yang diajakan Polytron tersebut laku dibeli konsumen sebanyak 103 unit. Lalu di bulan Oktober penjualan ritelnya anjlok 58 unit, dan di bulan Desember menjulang hingga menjadi 145 unit.

Soal melesetnya penjualan itu diakui Commercial Director Polytron, Tekno Wibowo, saat dikonformasi media di Latio Plataran, Jakarta, Selasa (20/1/2026).

“Kami sadar, ternyata merakit mobil tidak semudah yang kita bayangkan di awal. Banyak sekali penyesuaian teknis dan penyeimbangan lini produksi yang harus kami lakukan secara mendalam. Inilah penyebab utama mengapa target produksi kami tahun lalu meleset,” papar Tekno. (Alf/Aa)

Mengawali kiprah di dunia jurnalistik sebagai stringer di sebuah kantor berita asing. Kemudian bergabung dengan media di bawah grup TEMPO Intimedia dan Detik.com. Sejak 2021 bergabung dengan Mobilitas.id