Sidney, Mobilitas – Hasil investigasi perusahaan, masalah rangkaian kabel Unit Kontrol Elektronik (bergesekan dengan braket mesin) hingga menjadi rusak dikarenakan cacat produksi.
Laporan Cars Guide dan Drive yang dikutip Mobilitas di Jakarta, Selasa (3/2/2026) menyebut anak perusahaan Chery Australia yakni Omoda Jaecoo telah melaporkan ke Otoritas Transportasi dan Infrastruktur Australia bahwa mobil Jaecoo J7 yang mengalami masalah ini mencapai 1.028 unit. Seluruh mobil merupakan model tahun 2025.
“Mereka merupakan model yang dibekali mesin bensin empat silinder turbocharged 1,6 liter dan penggerak roda depan atau semua roda,” bunyi keterangan pabrikan.

Merek mobil asal Republik Rakyat Cina yang merupakan bagian dari Chery Automobile itu menyebut akibat rangkaian kabel ECU bergesekan dengan braket pemasangan mesin dan menjadi rusak. Walhasil mobil tiba-tiba kehilangan tenaga dan mesin mati mendadak.
“Hilangnya tenaga penggerak secara tiba-tiba dan matinya mesin dapat meningkatkan risiko kecelakaan, menyebabkan cedera atau kematian padapengemudi mobil maupun pengguna jalan lainnya,” jelas Omoda Jaecoo.
Perusahaan akan menghubungi mobil mellui surat. Perusahaan akan meminta mereka menjadwalkan janji temu dengan dealer untuk pemeriksaan dan perbaikan kendaraan tanpa biaya. (Anp/Aa)
Mengawali kiprah di dunia jurnalistik sebagai stringer di sebuah kantor berita asing. Kemudian bergabung dengan media di bawah grup TEMPO Intimedia dan Detik.com. Sejak 2021 bergabung dengan Mobilitas.id












