Jakarta, Mobilitas – Fakta berbicara di sepanjang Januari 2026, jumlah mobil listrik baterai yang terjual secara grosir dari pabrik ke dealer (wholesales) meroket hampir 300 persen dibanding Januari 2025.
Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) yang dikutip Mobilitas di Jakarta, Selasa (17/2/2026) menunjukkan di bulan pertama 2026 itu, total wholesales BEV di Indonesia sebanyak 10.211 unit. Jumlah itu meroket 295,7 persen dibanding total wholesales periode Januari 2025 yang masih 2.580 unit.
Fakta data memperlihatkan, di bulan perdana 2026 tersebut, BYD masih memimpin dalam penjualan BEV di Tanah Air. Total wholesales merek itu sebanyak 4.879 unit, meroket 338 persen dibanding Januari 2025.

Dia diikuti Jaecoo submerek Grup Chery menyusul dengan capaian penjualan 1.942 unit. Sedangkan total wholesales seluruh model mobil yang berhasil dijual – dengan sumber tenaga BEV maupun lainnya – di bulan itu sebanyak 2,025 unit.
Kemudian Wuling dengan total wholesales 868 uni, Aion 624 unit, Geely 569 unit, Denza 392 unit, dan Chery 243 unit.
Data Gikindo juga memperlihatkan, di bulan Januari 2026 itu, BYD membukukan total penjualan eceran dari dealer ke konsumen alias penjualan ritel sebanyak 2.516 unit. Jumlah itu meroket 150,3 persen dibanding Januari 2025.
Sementara, Jaecoo – di saat yang sama – melego 2.031 unit mobilnya ke konsumen. Namun total penjualan eceran ini belum bisa dibandingkan karena di Januari 2025, Jaecoo Indonesia belum berjualan. (Din/Aa)
Mengawali kiprah di dunia jurnalistik sebagai stringer di sebuah kantor berita asing. Kemudian bergabung dengan media di bawah grup TEMPO Intimedia dan Detik.com. Sejak 2021 bergabung dengan Mobilitas.id












