New York, Mobilitas – Produsen mobil listrik asal Arizona, Amerika Serikat – Lucid Group Inc – memangkas jumlah karyawan hingga 12 persen dari total jumlah tenaga kerja globalnya 6.800 orang. Pengurangan alias pemutusan hubungan kerja (PHK) 816 orang tersebut disebut untuk efisiensi operasi.
Laporan Tech Crunch yang dikutip Mobilitas di Jakarta, Senin (23/2/2026) menyebut, PHK karyawan itu ditujukan untuk pekerja non produksi. Sehingga, tenaga kerja produksi di fasilitas pabrik Arizona tidak terpengaruh oleh PHK ini.
“Kebijakan ini untuk merampingkan organisasi kami, sehingga kami dapat beroperasi dengan efisiensi dan bisa memenuhi komitmen kami untuk meningkatkan margin kotor dan pertumbuhan jangka panjang,” bunyi keterangan perusahaan.
Saat ini Lucid memproduksi dua model kendaraan, yakni sedan mewah Air dan SUV Gravity. Pabrikan juga berencana meluncurkan produksi platform kendaraan litrik kelas medium pada akhir 2026.

Tahun 2025 kemarin, Lucid memproduksi 18.366 mobil listrik. Jumlah ini melonjak lebih dari dua kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya.
Namun laporan The Green Journal yang disitat Mobilitas di Jakarta, Senin (23/2/2026), menyebut Lucid kalah telak dalam bersaing dengan pabrikan-pabrikan asal Cina yang juga menawarkan mobil listrik mewah –baik sedan maupun SUV – namun dengan harga yang lebih murah.
“Khususnya di Eropa dan wilayah lain di luar Amerika. Lucid berat untuk bersaing dengan merek-merek Cina yang menawarkan harga lebih bersaing tetapi dengan teknologi daya jelajah lebih jauh. Perusahaan Cina bisa memberikan keuntungan seperti itu kepada konsumen karena memiliki teknologi dan jejaring pasok bahan baku serta komponen yang lebih efisien, ” papar Analis Industri di Bursa Saham New York, Maatherski Rutherford. (Anp/Aa)
Mengawali kiprah di dunia jurnalistik sebagai stringer di sebuah kantor berita asing. Kemudian bergabung dengan media di bawah grup TEMPO Intimedia dan Detik.com. Sejak 2021 bergabung dengan Mobilitas.id





