Jakarta, Mobilitas – Fakta berbicara, kemerosotan penjualan grosir dari pabrik ke dealer (wholesales) maupun eceran dari dealer ke konsumen atau penjualan ritel di bulan Maret 2026 itu tak hanya terhadap bulan Maret 2025 saja, tetapi juga dibanding bulan sebelumnya atau Februari 2026.
Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) yang disitat Mobilitas di Jakarta, Sabtu (12/4/2026) memperlihatkan selama bulan Maret 2026 jumlah wholesales mobil di Indonesia 61.271 unit. Jumlah tersebut merosot 13,8 persen dibanding wholesales di bulan Maret 2025 yang masih mencapai 71.099 unit.
Sedangkan jika dibanding bulan sebelumnya atau Februari 2026, wholesales selama bulan ketiga itu juga merosot. Sebab di bulan Februari wholesales mobil masih mencapai 81.259 unit.

Sementara itu, total penjualan ritelnya, di bulan Maret hanya sebanyak 66.637 unit. Jumlah penjualan eceran ini merosot dibanding penjualan ritel di bulan Maret tahun lalu yang sebanyak 76.765 unit.
Begitu pun jika dibanding penjualan ritel selama bulan Februari 2026. Karena di bulan kedua 2026 tersebut, total penjualan ritel mobil masih sebanyak 78.219 unit.
Ihwal kemerosotan penjualan tersebut, Ketua I Gaikindo, Jongkie Sugiarto yang dihubungi Mobilitas di Jakarta, Sabtu (12/4/2026) menyebut hal itu dikarenakan jumlah hari kerja efektif yang lebih sedikit.
“Karena H-4 Lebaran orang sudah banyak yang cuti sampai H plus tiga. Selain itu, begitu H-7 orang sudah konsentrasinya persiapan Lebaran. Jadi transaksi pembelian mobil juga turun drastis,” ungkap Jongkie. (Jrr/Aa)
Mengawali kiprah di dunia jurnalistik sebagai stringer di sebuah kantor berita asing. Kemudian bergabung dengan media di bawah grup TEMPO Intimedia dan Detik.com. Sejak 2021 bergabung dengan Mobilitas.id






