Seoul, Mobilitas – Pabrikan otomotif kondang dan terbesar di Korea Selatan, Hyundai Motor Company, telah bersepakat dengan Korea Aerospace Industries (KAI) untuk mengembangkan taksi terbang.
Keterangan KAI dan Hyundai Group yang dikutip Mobilitas di Jakarta, Sabtu (16/5/2026) menyebut angkutan udara dengan menggunakan mobil terbang itu akan digunakan untuk mengangkut penumpang dan kargo dengan aman dan ramah lingkungan.
“Khususnya di daerah perkotaan, pinggiran kota, dan wilayah yang sulit dijangkau oleh moda transportasi biasa,” bunyi keterangan itu.
Dalam naskah perjanjian kerjasama yang diteken 8 Mei 2026 itu disebutkan taksi terbang itu menggunakan teknologi penggerak listrik Hyundai yang dipadukan teknologi pesawat terbang terkini milil KAI. Hal itu, lanjut pernyataan tersebut, untuk menciptakan taksi terbang yang sangat kompetitif, sehingga bisa dipasarkan secara massal dengan segera.

Bodi kendaraan taksi terbang itu akan menggunakan bodi yang dirancang dan diproduksi oleh KAI bekerja sama dengan Supernal, sebuaj anak perusahaan Hyundai di Amerika Serikat. Sedangkan motor listriknya dikembangkan oleh Hyundai bersama KIA.
Baik Hyundai maupun KAI menyatakan penggabungan teknologi sistem sayap tetap dan sayap putar buatan KAI dengan mesin Hyundai dapat menciptakan sistem mobilitas udara yang handal. Hanya, hingga kini belum dijelaskan spesifikasi dari kendaraan taksi terbang itu.
Kedua perusahaan hanya menyebut, kendaraan bersumber tenaga dari listrik itu akan diproduksi dan diluncurkan pada tahun 2028. Namun belum disingggung soal harganya. (Din/Aa)
Mengawali kiprah di dunia jurnalistik sebagai stringer di sebuah kantor berita asing. Kemudian bergabung dengan media di bawah grup TEMPO Intimedia dan Detik.com. Sejak 2021 bergabung dengan Mobilitas.id











