Hangzhou, Mobilitas – Total target penjualan yang diptok tersebut merupakan penjualan mobil merek Geely dan beberpa merek di bawah payung grup seperti Geely Galaxy, Lynk & Co, Zeekr Volvo, Polestar, dan Lotus.
Laporan Reuters dan Just Auto yang dikutip Mobilitas di Jakarta, Selasa (27/1/2026) menyebut tekad itu diungkapakan langsung Geely Automobile Holdings dalam keterangan resmi, Senin (26/1/2026). “Geely ingin masuk di antara lima produsen mobil teratas dunia di tengah persaingan yang semakin ketat dengan para pesaing global yang sudah mapan. Oleh karena itu perusahaan menyusun rencana lima tahun ke depan yang disebut One Geely, Memimpin melalui Inovasi dan Integrasi,” tulis Reuters.
Grup pabrikan mobil yang bermarkas di Hangzhou, Republik Rakyat Cina tersebut akan menginvestasikan 50 juta yuan mulai tahun 2026 dalam program inovasi dan kewirausahaan pemuda. Investasi akan meningkat menjadi 300 juta yuan, dan meningkatkan perekrutan di bidang kecerdasan buatan dan energi baru.

Sementara, total penjualan di tahun 2030 itu ditargetkan sepertiganya berasal dari penjualan di luar negeri Cina. Pada saat itu kendaraan energi baru alias mobil elektrifikasi diperkirakan akan menyumbang 75 persen dari total penjualan.
Dengan penjualan sebanyak itu, pendapatan tahunan perusahaa diperkirakan akan mencapai lebih dari 1 triliun yuan (US$143,62 miliar). Sekadar informasi, di tahun 2025 kemarin, Geely membukukan penjualan 4,1 juta kendaraan, meningkatan 26 persen dari tahun sebelumnya.
Dari jumlah itu, porsi penjualan kendaraan energi baru meningkat 58 persen dibanding penjualan di tahun 2024. Totalnya mencapai 2,2 juta unit. (Din/Aa)
Mengawali kiprah di dunia jurnalistik sebagai stringer di sebuah kantor berita asing. Kemudian bergabung dengan media di bawah grup TEMPO Intimedia dan Detik.com. Sejak 2021 bergabung dengan Mobilitas.id











