Bayar Tol Tanpa Tapping Berlaku Akhir 2022, Begini Caranya

0
1253
Ilustrasi, jalan tol Jakarta - Cikampek - dok.PT Jasa Marga

Jakarta, Mobilitas – Sistem pembayaran jalan tol tanpa tapping di gardu tol akan diberlakukan pada Desember tahun ini.

Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Danang Parikesit mengatakan pembayaran tarif tol tanpa harus berhenti di gerbang tol yang menggunakan teknologi Multi Lane Free Flow (MLFF) untuk tahap pertama masih berlaku di ruas tol tertentu.

“Ya tentunya harus bertahap, mulai Desember tahun ini. Mengapa demikian? Karena ini kan sesuatu yang baru, sehingga perlu edukasi dan perubahan kebiasaan,” ujar Danang saat dihubungi Mobilitas di Jakarta, Rabu (28/9/2022).

Soal perangkat teknologi maupun sistem, Guru Besar Fakultas Teknik Universitas Gajah Mada Yogyakarta itu menegaskan telah siap. Karena perubahan teknologi yang terbesar adalah di software karena cara pembayaran itu berubah dari berbasis chip di kartu menjadi berbasis akun dan server yang menggunakan Sistem Satelit Navigasi Global (GNSS).

“Nanti pengguna mobil atau masyarakat harus mengunduh aplikasi Cantas yang akan kami rilis. Aplikasi ini nantinya ada di smartphone. Masyarakat harus mendaftarkan data pribadi mereka di aplikasi itu,” papar mantan Ketua Masyarakat Transportasi Indonesia itu.

Ilustrasi, kartu jalan tol – dok.Mobilitas.id

Setelah terdaftar, pemilik mobil diminta untuk melakukan aktivasi dan akun telah bisa digunakan. Meski untuk menggunakannya, ketika memasuki jalan tol pemilik mengaktifkan aplikasi itu dengan menekan tanda mulai.

Jika aplikasi telah diaktifkan, maka palang pintu gardu tol akan terbuka secara otomatis saat mobil mendekati paling tersebut. Walhasil, tidak ada antrean atau mobil berhenti.

“Jadi, sistem pembayaran tanpa tapping ini menjadikan perjalanan lebih efektif dan efisien dalam waktu. Jauh lebih efisien dibanding menggunakan kartu tol,” tandas Danang.

Sebab, lanjut dia, penggunaan kartu tol masih membutuhkan waktu untuk berhenti (untuk tapping) rata-rata hingga 5 detik. Jika waktu itu dihitung saban tahun menyebabkan ada potensi kerugian ekonomi karena terhambatnya produktifitas senilai Rp 4,4 triliun. (Jap/Aa)