Begini Cara Melakukan Engine Brake Mobil Matik yang Benar

0
1416
Ilustrasi, mengemudi mobil transmisi otomatis - dok.Car and Driver

Jakarta, Mobilitas – Memperlambat laju mobil saat kondisi mengharuskan – terutama di lintasan yang menurun tajam – hanya menggunakan perangkat pengereman saja, terkadang tak cukup.

Seperti diungkap instruktur senior Java Dipa Adventures, Poengki Eko Haryanto, dalam kondisi seperti memperlmabat laju dengan pengereman melalui mekanisme mesin alias engine brake, sangat dibutuhkan.

“Bagi pengemudi mobil bertransmisi manual, engine brake akan jauh lebih mudah dilakukan. Melalui keterampilan pemindahan posisi gigi girboks dengan tuas transmisi,” kata Poengki, saat dihubungi Mobilitas di Jakarta, Jumat (10/5/2024).

Namun, lanjut Poengki, pengguna mobil bertransmisi otomatis (mobil matik) pun bisa melakukan engine brake, meski harus dengan cara yang cermat dan hati-hati.

Ilustrasi, memainkan gigi transmisi mobil matik di saat melibas turunan – dok.The Globe and Mail

“Sebab, sesuai denganm karakter dari transmisi matik yang berbeda dengan transmisi manual. Sehingga, cara-cara engine brake mobil matik harus melalui tahapan yang benar dan dengan perlahan,” kata Poengki.

Caranya, jika mobil melaju di lintasan yang menurun tajam, perlambat laju dengan menggunakan rem terlebih dahulu. Sehingga, laju kecepatan mobil kurang dari 30 kilometer per jam.

“Jika laju mobil sudah melambat, secara perlahan rem dan pindah tuas transmisi ke posii D3. Atau jika ingin lebih lambat lagi ke posisi D2. Setelah itu kendalikan laju mobil dengan kaki kanan tetap berada di atas pedal gas, tetapi jangan menambah tekanan ke pedal jika tidak dibutuhkan laju yang lebih cepat lagi,” jelas Poengki.

Ilustrasi, mobil melintasi turunan tajam – dok.GoMechanic

Tetapi, Poengki mewanti-wanti agar menghindari memindah tuas transmisi dari posisi D langsung ke posisi D2, apalagi ke posisi L pada saat laju mobil masih tinggi. Sebab, pada saat seperti itu, putaran girboks pada clutch masih sangat kencang.

Akibatnya, justeru terjadi overspeed, dan tekanan oli (tekanan fluida) yang merupakan inti dari sistem kerja transmisi matik berlebihan. “Jika tekanan oli transmisi berlebih, maka girboks cepat aus. Bahkan bisa jebol,” tandas Poengki. (Jrr/Aa)