California Larang Mobil Bensin di 2035, Bos Toyota Mengaku Kesulitan

0
1196
Presiden Toyota Motor Corporation, Akio Toyoda - dok.Istimewa via The Dreamer

Las Vegas, Mobilitas – California saat ini menyumbang 12% ke total penjualan mobil di Amerika Serikat.

Dengan tingkat penjualan mobil yang tinggi tersebut, seperti dilaporkan The Green Journal belum lama ini, maka keputusan Dewan Sumber Daya Udara California (CARB) yang melarang penjualan mobil pembakaran internal pada 2035 cukup merepotkan pabrikan.
Terlebih aturan itu mulai berlaku efektif tahun 2026.

“Pada tahun tersebut, 35% dari total mobil yang dijual pabrikandi California haruslah mobil tanpa emisi. Ternyata apa yang kami putuskan ini juga diikuti sejumlah negara bagian demi mewujudkan lingkungan yang bersih dari karbon,” papar Ketua CARB, Liane Randolph.

Kemudian di tahun 2030, ditargetkan 68% mobil yang dijual di wilayah tersebut harus mobil nol emisi. Sedangkan tahun 2035 harus sudah 100%.

Menanggapi hal itu, Presiden Toyota Motor Corportaion, Akio Toyoda, mengaku agak sulit memenuhi aturan tersebut. “Secara realistis, tampaknya agak sulit untuk benar-benar mencapainya,” kata dia, Rabu (28/9/2022), seperti dikutip Reuters.

Ilustrasi, mobil listrik Toyota bZ4X di GIIAS 2022 – dok.Mobilitas

Toyota dan sejumlah pabrikan mobil asal Jepang lainnya, akan kesulitan karena Californiatak mengakui mobil hybrid sebagai mobil nol emisi. Sementara, CARB tak mengakui mobil hybrid biasa sebagai mobil nol emisi.

Sementara, penjualan mobil hybrid di California saat ini menurun. Tetapi, sebaliknya, mobil listrik baterai (BEV) meningkat.

Data Asosiasi Dealer Mobil Baru California (CNCDA) yang dikutip Mobilitas, Jumat (30/9/2022) menunjukkan sepanjang Januari – Juni tahun ini, total penjualan mobil elektrifikasi di wilayah itu mencapai 252.591atau naik 16% dibanding periode sama 2021.

Dari jumlah itu, mobil listrik murni 128.855 (naik 59%), plug-in hybrid (PHEV) 23.894 (turun 28%), dan hybrid biasa (HEV) 99.842 (turun 4%). (Din/Aa)