Bisnis

Dapat Pesanan 70.000 Pick Up dan Truk dari Agrinas, Penjualan Tata Motors di RI Ternyata Suram

×

Dapat Pesanan 70.000 Pick Up dan Truk dari Agrinas, Penjualan Tata Motors di RI Ternyata Suram

Share this article
Ilustrasi, logo Tata Motors - dok.Design Your Way

Jakarta, Mobilitas – Produsen otomotif asal India, Tata Motors, mulai masuk pasar otomotif Indonesia pada September 2013 melalui Tata Motors Distribusi Indonesia (TMDI) yang didirikan pada September 2012.

Awalnya, pabrikan itu menjual kendaraan penumpang dan kendaraan komersial model pick up dan truk sejak tahun tahun 2015. Meski, ternyata sejak tahun 2019 penjualannya terus merosot. Bahkan di tahun 2025 tidak diketahui kabar kiprah penjualan kendaraan merek ini di Tanah Air.

Sekretaris Jenderal Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), Kukuh Kumara, yang dihubungi Mobilitas di Jakarta, Senin (23/2/2026) menyebut Tata Motors sudah keluar dari keanggotaan Gaikindo. Meski tak ingat persisnya, tetapi Kukuh memastikan keluarnya Tata Motors dari organisasi industri mobil itu sudah cukup lama.

“Seingat saya, Tata itu keluar dari Gaikindo sudah cukup lama,” kata Kukuh.

Kendati begitu, rekam jejaknya masih ada di data Gaikindo hingga akhir 2024 lalu. Data organisasi tersebut yang dikutip Mobilitas di Jakarta, Senin (23/2/2026) menunjukkan pada tahun 2016 PT TMDI membukukan penjualan grosir dari pabrik ke dealer (wholesales) sebanyak 976 unit.

Pick-Up Tata Yodha – dok.Istimewa

Kemudian tahun 2017 sebanyak 1.065 unit, tahun 2018 sebanyak 1.111 unit, tahun 2019 turun menjadi 810 unit, tahun 2020 turun lagi tinggal 235 unit, dan bahkan di tahun 2021 turun menjadi 173 unit. Pada tahun berikutnya atau tahun 2022 sedikit naik menjadi 205 unit, tetapi di tahun 2023 kembali terperosok hingga menjadi 31 unit.

Kemerosotan semakin parah di tahun 2024 dimana penjualan yang terekam, total wholesales hanya 1 unit, anjlok hingga 93,3 persen dibanding total wholesales yang dicetaknya ada periode sama di tahun 2023. Sementara, penjualan ritelnya (penjualan ke konsumen) hanya 1 unit, anjlok 86,7 persen dibanding total penjualan ritel di periode sama di tahun 2023.

Lalu di tahun 2025 tidak ada laporan penjualan dri Tata Motors melalui PT TMDI baik wholesales maupun penjualan ritel. Begitu pulaa di Januari 2026.

Kini, sejak awal Februari 2026, nama Tata Motors kembali menggema di Indonesia setelah siaran pers Tata Motors India menyebut pihaknya mendapatkan pesanan kendaraan komersial pick up Tata Yodha dan truk ringan Tata Ultra T7 dari BUMN Indonesia, PT Agrinas Pangan Nusantara (Agrinas). Rinciannya, 35.000 unit pick up Yodha dan 35.000 unit truk ringan Tata Ultra T7.

Impor kendaraan niaga oleh Agrinas secara utuh atau CBU itu mendapatkan reaksi keras dari lembaga pemerintah, Gaikindo, industri komponen, hingga produsen kendaraan. Bahkan dari organisasi serikat buruh. (Anp/Aa)

 

Mengawali kiprah di dunia jurnalistik sebagai stringer di sebuah kantor berita asing. Kemudian bergabung dengan media di bawah grup TEMPO Intimedia dan Detik.com. Sejak 2021 bergabung dengan Mobilitas.id