Seoul, Mobilitas– Langkah yang dilakukan Kia Motors (yang merupakan pabrikan lokal Korea) itu bertujuan untuk tetap memiliki daya saing tinggi di mata konsumen, sehingga bisa mempertahankan posisinya sebagai pemimpin pasar mobil listrik di negerinya.
Laporan The JoongAn Daily dan The Korea Business yang disitat Mobilitas di Jakarta, Senin (26/1/2026) menyebut, kini serbuan mobil listrik asal Cina (termasuk merek asing yang diproduksi di Cina, seperti Tesla) ke Korea kian massif.
Salah satu pabrikan Cina yang agresif menggempur pasar Korea adalah Build Your Dreams (BYD). Merek besutan Wang Chuanfu itu perlahan tapi pasti terus menggaet pelanggan di Negeri Ginseng tersebut.
Data Asosiasi Pengimpor dan Distributor Mobil Korea (KAIDA) menunjukkan hingga November 2025, BYD yang mulai masuk Korea pada Januari 2025 itu berhasil melego mobilnya sebanyak BYD dengan 1.164 unit. Sementara, Tesla (Cina) menjual 29.357 unit, melonjak 23,4 persen dibanding tahun sebelumnya.

“Para pembeli mobil di Korea yang berusia 40-an dan 50-an percaya bahwa mobil-mobil buatan Cina telah mencapai ambang batas kualitas tertentu, bukan hanya harga. Jika penjualan terus meningkat tanpa masalah besar, adopsi kemungkinan akan meluas,” kata peneliti senior di Institut Ekonomi Industri dan Perdagangan Korea, Cho Chuel.
Menyikapi fakta ini, pada 22 Januari 2025 Kia mengumumkan bahwa mereka akan menurunkan harga untuk EV5 dan EV6. Selain itu menawarkan cicilan bunga ultra-rendah 0 persen.
Harga model EV5 Long Range dipangkas 2,8 juta won, sedangkan EV6 telah dipotong 3 juta won. Meski begitu, Kia masih tercatat sebagai pabrikan dengan penjualan mobil listrik baterai terbanyak di Korea.
Menurut Asosiasi Otomotif & Mobilitas Korea, Kia mempertahankan posisinya sebagai merek kendaraan listrik nomor satu dengan menjual kumulatif 60.609 unit sepanjang tahun 2025 lalu. Namun Kia tak ingin terlena. (Din/Aa)
Mengawali kiprah di dunia jurnalistik sebagai stringer di sebuah kantor berita asing. Kemudian bergabung dengan media di bawah grup TEMPO Intimedia dan Detik.com. Sejak 2021 bergabung dengan Mobilitas.id












