Ingin Motor Irit Saat Harga BBM Naik? Perhatikan Tiga Komponen Ini

0
1089
Ilustrasi, filter udara sepeda motor - dok.Istimewa

Tangerang, Mobilitas – Pembakaran di mesin menjadi kunci boros tidaknya konsumsi BBM.

Kepala mekanik Java Motor, Iwan Subarkah menyebut pihaknya seringkali mendapatkan keluhan dari pengguna skuter matik yang mengaku motornya lebih boros bahan bakar (BBM) padahal tidak ada bagian-bagian yang dimodifikasi.

“Setelah kita periksa ternyata, ada hal sepele yang tidak diketahui atau dilupakan pemilik. Pertama membersihkan filter udara, membersihkan busi, dan menambah angin ban,” ungkap Iwan saat ditemui Mobilitas di Parigi, Pondok Aren, Tangerang Selatan, Senin (12/9/2022).

Peran filter udara, lanjut Iwan, sangat penting dan berpengaruh signifikan terhadap tingkat konsumsi BBM motor. Pertama, jika filter kotor atau sudah aus maka udara yang dibutuhkan sebagai campuran saat proses pembakaran BBM di ruang bakar mesin tidak sempurna.

“Akibatnya, dalam proses pembakaran itu banyak bensin yang tidak terbakar alias terbuang percuma. Istilahnya, pembakaran basah. Sementara, sedotan bensin oleh injektor terus terjadi, sehingga boros,” jelas bekas mekanik bengkel resmi Honda itu.

Selain itu, filter yang kotor atau aus menyebabkan asupan udara yang dibutuhkan oleh mesin juga tidak maksimal, sehingga proses pembakaran juga tidak sempurna. Walhasil, semburan tenaga yang dihasilkan oleh mesin juga tidak maksimal.

Ilustrasi, busi – dok.Startrescue.co.uk

Sedangkan busi yang kotor pada bagian kepala dan sumbunya, juga menjadi pemicu pembakaran tidak sempurna dan berujung motor boros BBM. Terlebih jika antara kepala dan sumbu busi terlalu renggang.

Sementara, ban yang bertapak lebih lebar dari ban standar dan tekanan anginnya kurang menjadikan tarikan motor terasa berat.

“Karena merasa tenaga motornya lemot, seringkali pengendara terus membetot tuas gas biar motor bisa lari bertenaga. Padahal, di saat tuas gas dibetot itulah katup mesin terus terbuka dan menyedot bensin,” tandas Iwan.

Oleh karena itu, Iwan menyarankan agar saban tiga bulan sekali filter udara dan busi diperiksa dan dibersihkan. Jika sudah aus sebaiknya diganti. “Kalau setiap sebulan sekali dibersihkan malah lebih bagus,” ucap dia. (Yus/Aa)