Bisnis

Ini Rapor Penjualan Ritel Mobil Asal Cina di Indonesia Selama Januari 2026

×

Ini Rapor Penjualan Ritel Mobil Asal Cina di Indonesia Selama Januari 2026

Share this article
BYD Sealion 7 - dok.Mobilitas

Jakarta, Mobilitas – Fakta berbicara, sampai dengan akhir Januari 2026, jumlah merek mobil asal Republik Rakyat Cina yang berjualan di Indonesia (termasuk Skyworth yang penjualannya menggunakan nama Polytron dan Morris Garage merek asal Inggris yang sejak tahun 2007 diakuisisi SAIC Motor Cina) mencapai 18 merek.

Data Gabungan Indusri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) yang disitat Mobilitas di Jakarta, Jumat (13/2/2026) menunjukkan saat ini merek dan submerek mobil asal Negeri Panda itu yang menjajakan mobilnya di Indonesia adalah BYD, Wuling, Chery, Jaecoo, Aion, Denza, Geely, MG, Great Wall Motor, Dongfeng (DFSK), Jetour, BAIC, Xpeng, dan Neta. Kemudian, Polytron (Skyworth), Maxus, Seres, serta Changan.

Namun, ternyata tidak semua merek mobil asal Cina itu yang menorehkan kinerja penjualan eceran dari dealer ke konsumen alias penjualan ritel yang positif di bulan Januari 2026. Data memperlihatkan, di bulan pertama 2026 itu, merek asal Cina yang penjualannya melorot ada empat yakni Chery, Wuling, Morris Garage, dan Maxus.

Sementara, empat merek yang membukukan penjualan ritel terbanyak adalah BYD, Jaecoo, Chery, dan Wuling. Gaikindo mencatat BYD membukukan penjualan ritel sebanyak 2.516 unit, Jaecoo 2.031 unit, Chery 1.191 unit, dan Wuling 1.047 unit.

Wuling memproduksi dan memasarkan beragam model kendaraan untuk menjawab kebutuhan mobilitas masyarakat Indonesia- dok.Wuling Motors

Berikut data penjualan ritel mobil merek asal Cina di Indonesia sepanjang Januari 2026 :

BYD : 2.516 unit
Jaecoo : 2.031 unit
Chery : 1.191 unit
Wuling : 1.047 unit
Aion : 675 unit
Geely : 585 unit
GWM : 211unit
Denza : 194 unit
Jetour : 144 unit
FAW: 114 unit
Dongfeng (DFSK) : 101 unit
Xpeng : 77 unit
MG : 66 unit
BAIC : 52 unit
Maxus : 15 unit
Polytron : 12 unit
Changan : 6 unit
Sumber: Gaikindo, 2025. (Anp/Aa)

Mengawali kiprah di dunia jurnalistik sebagai stringer di sebuah kantor berita asing. Kemudian bergabung dengan media di bawah grup TEMPO Intimedia dan Detik.com. Sejak 2021 bergabung dengan Mobilitas.id