Jakarta, Mobilitas – Total jumlah kendaraan komersial – truk, pick up, dan van – yang diekspor Indonesia secar utuh (CBU) pada tahun 2025 itu setara dengan sekitar 4 persen dari total kendaraan bermotor roda empat atau lebih (baik penumpang maupun komersial) yang dikirim ke luar negeri pada waktu itu.
Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) yang dikutip Mobilitas di Jakarta, Selasa (24/2/2026) menunjukkan di tahun 2025 total seluruh kendaraan bermotor roda empat CBU yang diekspor mencapai 518.212 unit. Jumlah tersebut meningkat sebesar 9,75 persen dibanding tahun 2024 yang sebanyak 472.194 unit.
Sementara, total jumlah kendaraan komersial CBU yang diekspor pada tahun 2024 itu, hanya sebanyak 20.326 unit. “Sehingga sungguh sangat ironis, jika melihat kinerja ekspor kendaraan komersil CBU yang diekspor hanya sebanyak itu, tetapi PT Agrinas Pangan Nusantara (Agrinas) mengimpor 105.000 kendaraan komersial atau kendaraan niaga (jenis pick up dan truk ringan) dari India,” ungkap pengamat industri dari Magna Respublica, Agus Patria Wardhana.
Menurut Agus yang dihubungi Mobilitas di Jakarta, Selasa (24/2/2026) menyebut dalam ekspor-impor kendaraan bermotor roda empat – jika benar Agrinas mengimpor 105.000 kendaraan komersial – maka neraca Indonesia mengalami defisit.

“Ini sebuah ironi, karena di saat pemerintah terus menggaungkan penguatan kinerja ekspor, ternyata di sektor otomotif khususnya kendaraan niaga ternyata kita terancam trade-off. Kita terancam defisit. Ini tentu tidak memberikan support moral ke industri otomotif yang ada di dalam negeri,” tandas Agus
Padahal, jika pemenuhan kebutuhan kendaraan komersial itu dipenuhi dari dalam negeri, maka anggaran untuk impor 105.000 kendaraan yang konon mencapai Rp 24,66 triliun itu bisa menjadi stimulasi industri dalam negeri.
“Multiplier effect-nya jauh lebih besar. Industri otomotif dan komponen serta pendukung lainnya bisa tetap hidup, dan pekerja terhindar dari PHK. Kalau masyarakat punya pendapatan, maka daya beli untuk konsumsi juga tinggi, sehingga roda ekonomi kita berputar dan tumbuh,” jelas Agus.
Seperti diketahui, PT Agrinas Pangan Nusantara (Agrinas) akan mengimpor 105.000 unit kendaraan niaga – pick up dan truk – dari dua pabrikan India yaitu Mahindra dan Tata Motors. Rinciannya 35.000 pick up Mahindra Scorpio dari Mahindra dan 35.000 pick up Tata Yodha serta 35.000 truk Tata Ultra T7 dari Tata Motors. (Jrr/Aa)
Mengawali kiprah di dunia jurnalistik sebagai stringer di sebuah kantor berita asing. Kemudian bergabung dengan media di bawah grup TEMPO Intimedia dan Detik.com. Sejak 2021 bergabung dengan Mobilitas.id











