Jakarta, Mobilitas – PT Jantra Grupo Indonesia Tbk, dikabarkan melakukan penjajakan kerja sama dengan pabrikan mobil listrik BYD untuk pengembangan jaringan bengkel resmi BYD di Indonesia.
Sekadar informasi, PT Jantra Grupo Indonesia merupakan perusahaan yang bergerak di bidang perawatan, perbaikan, dan perdagangan suku cadang serta aksesori kaki-kaki kendaraan seperti suspensi, rem, dan shock breaker. Perusahaan yang didirikan pada tahun 2017 itu disebut mengajukan diri untuk menjadi mitra BYD sebagai bengkel resmi.
“Penjajakan untuk menjadi mitra, sebagai bengkel resmi BYD di Jakarta, Bandung, Surabaya, Semarang, Bali, serta beberapa daerah strategis lainnya. Karena, Jantra melihat perkembangan populasi mobil listrik dan peminatnya di Indonesia terus meningkat. Terlebih merek BYD dimana di daerah-daerah terus berkembang cepat,” ungkap sumber Mobilitas di Bursa Efek Indonesia yang dihubungi di Jakarta, Rabu (28/1/2026).
Terlebih, kata sang sumber, BYD kini juga gencar memperluas jangkauan layanan purna jual. Sebab, aspek layanan – khususnya ketersediaan bengkel resmi dan layanan perawatan jangka panjang – merupakan salah satu faktor utama penentu keputusan keputusan konsumen untuk membeli mobil listrik.

Aspek lainnya yang menjadi pertimbangan Jantra Grupo komitmen keseriusan bisnis BYD di Indonesia dalam jangka panjang. Hal ini terlihat dari investasi BYD senilai Rp20 triliun untuk pembangunan fasilitas manufaktur kendaraan listrik di Indonesia.
Komitmen tersebut menegaskan komitmen jangka panjang BYD terhadap pasar nasional, tidak hanya dari sisi produksi, tetapi juga layanan pendukung yang berkelanjutan.
Selain itu populasi mobil BYD di Indonesia semakin tumbuh pesat dan kinerja penjualannya terus meningkat. Hingga akhir tahun 2025, penjualan kumulatif mobil merek ini menembus angka 47.329 unit.
“BYD telah menguasai lebih dari 57 persen pangsa pasar EV nasional, didukung model populer seperti BYD Atto1, Atto 3, M6, dan Seal,” tandas sang sumber. (Yud/Aa).
Mengawali kiprah di dunia jurnalistik sebagai stringer di sebuah kantor berita asing. Kemudian bergabung dengan media di bawah grup TEMPO Intimedia dan Detik.com. Sejak 2021 bergabung dengan Mobilitas.id












