Januari – Mei Tahun Ini di RI, Penjualan Bus Meroket 142 Persen

0
1474
Bus baru garapan karoseri Tentrem yang dipamerkan di GIIAS 2022 - dok.Mobilitas

Jakarta, Mobilitas – Banyak Agen Pemegang Merek menggenjot penjualan sisa stok sasis berstandar Euro 2 dan 3.

Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) yang dikutip Mobilitas, di Jakarta, Kamis (6/7/2023) menunjukkan sepanjang Januari hingga Mei tahun ini 2.012 sasis bus terjual ke konsumen (ritel) di Tanah Air. Jumlah ini meroket hingga 142 persen dibanding penjualan selama periode sama pada 2022, yang masih sebanyak 831 unit.

“Ada indikasi sasis bus berstandar Euro 2 dan Euro 3 (terutama bus kecil dan menengah). sisa stoknya banyak. Padahal peraturan yang mewajibkan semua kendaraan diesel (termasuk bus) sudah berstandar Euro 4 itu telah berlaku sejak April 2022. Tetapi, ada masa tolerasi sampai satu tahun untuk menghabiskan stok,” papar salah seorang pengurus Gaikindo saat dihubungi Mobilitas, di Jakarta, Kamis (6/7/2023).

Data Gaikindo juga menunjukkan, selama lima bulan pertama itu jumlah sasis bus kecil – yakni sasis dengan bobot 3,5 ton hingga 5 ton – terjual sebanyak 612 unit. Sedangkan sasis bus di atas 5 ton hingga 24 ton terjual sebanyak 1.500 unit.

Total penjualan bus di Indonesia pada 2023 ini diperkirakan semakin melonjak dibanding 2022 lalu. Sekretaris Jenderal Organisasi Angkutan Darat (Organda), Ateng Aryono, yang dihubungi Mobilitas, di Jakarta, Kamis (6/7/2023) menyebut lonjakan penjualan bus tak lepas dari kebutuhan maupun ekspansi bisnis Perusahaan Otobus (PO) dengan menambah armada maupun membuka rute atau trayek baru.

Ekspansi bisnis, lanjut Ateng, dikarenakan PO melihat kondisi bisnis jasa angkutan penumpang yang semakin membaik dan berpotensi meningkat. Hal itu seiring dengan pencabutan status pandemi Covid-19 oleh pemerintah, sehingga mobilitas masyarakat meningkat.

“Kedua, saat ini sudah banyak jalan yang sudah terkoenksi dengan baik terutama di Jawa dan Sumatera, maupun daerah lain. Sehingga memicu muncul daerah-daerah berkembang baru, ada pertumbuhan ekonomi baru yang menjadikan ekonomi juga berkembang. Dan ketiga ekonomi yang tumbuh dan stabil, ini yang membuat frekwensi kegiatan mobilitas orang bertambah, dan jumlah orang yang bermobilitas juga meningkat,” papar Ateng.

Sekadar informasi, sepanjang 2022, total sasis bus yang terlego sebanyak 2.596 unit. Jumlah ini melonjak tinggi dibanding penjualan bus sepanjang 2021 yang sebanyak 1.304 unit. (Din/Aa)