Kereta Api Tercepat di Dunia Beroperasi di Cina

0
2043
Kereta api tercepat di dunia buatan CRRC beroperasi di Cina - dok.Revista Energia

Qingdao, Mobilitas – Pemerintah Republik Rakyat Cina (Cina) melalui Kementerian Transportasi telah resmi mengoperasikan keteta api cepat magnetic levitation (Maglev) di kota Qingdao, provinsi Shandong. Kereta ini merupakan kereta api tercepat di dunia karena mampu melesat hingga 600 kilometer per jam (kpj).

Seperti dilaporkan CNN, Rabu (21/7/2021) peresmian operasi kereta itu dilakukan pada Selasa (20/7/2021). Dengan teknologi “mengapung” yakni lokomotif hingga badan (gerbong) kereta yang mengapung di atas magnet, memberikan laju kecepatan yang tinggi.

Pasalnya tida ada roda yang bergesekan dengan rel yang menyebabkan hambatan bagi laju kereta. Walhasil, kecepatan 600 kpj pun bisa dicapai.

Namun, seperti dilaporkan Reuters, untuk saat ini kereta yang dikembangkan oleh perusahaan milik negara, China Railway Rolling Stock Corporation (CRRC) ini masih digunakan untuk melayani penumpang Bandara Pudong Shanghai dan stasiun Longyand Road yang berjarak 30 kilometer.

Suasana kabin kereta Maglev tercepat di dunia – dok.Newsdir3

Pasalnya, saat ini di Negeri Panda itu, satu-satunya jalur magnetic levitation (Maglev) masih tersedia di wilayah tersebut.

Perjalanan sejauh 30 kilometer itu ditempuh dalam waktu tujuh seyengah menit. Kecepatan kereta di jarak itu hanya 430 kpj.

“Tetapi, jika lintasan Maglev telah dibangun di jalur antara Beijing dan Shanghai berjarak 1.000 kilometer maka dapat ditempuh hanya dalam dua setengah jam dengan kecepatan penuh 600 kpj,” ujar seorang insinyur CRRC.

Saat ini, pemerintah Cina terus membangun jalur-jalur baru kereta cepat, antara lain jalur Shanghai dan Hangzhou. Selain itu, jalur yang menghubungkan Chengdu dan Chongqing.

Prototipe bagian kepala Maglev tercepat di dunia saat dipamerkan di Cina – dok.Global Times

Sebab, pemerintah negara dengan jumlah pendusuk 1,43 miliar jiwa ini ingin menghubungkan lebih banyak kota besar satu sama lain demi mengurangi waktu dan biaya yang diperlukan masyarakat saat bepergian melintasi negara mereka. Tujuannya, jika mobilitas masyarakat mudah dan lancar maka pertumbuhan ekonomi pun akan cepat beranjak. (Swe/Aa)