Lebih Laris Mana, Mobil Cina vs Korea di RI? Ini Faktanya Selama Januari – Juni

0
1253
Ilustrasi, Kia Seltos yang dijual di Indonesia melalui anak usaaha Indomobil Group, PT Kreta Indo Artha - dok.Mobilitas

Jakarta, Mobilitas – Sepanjang Januari hingga Mei tahun ini, total angka penjualan mobil ke konsumen (ritel) di Indonesia meningkat.

Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) yang dikutip Mobilitas di Jakarta, Kamis (20/7/2023) menunjukkan, sepanjang periode itu,total angka penjualan ritel yang diraup 29 merek atau pabrikan di Tanah Air mencapai 502.536 unit. Jumlah ini meningkat 8 persen dibanding jumlah penjualan ritel yang mereka koleksi selama enam bulan pertama di 2022.

Menariknya, ternyata tidak semua pabrikan mencatatkan naiknya penjualan. Karena dari total pabrikan yang “berlaga” menjajakan produknya di Indonesia, 11 di antaranya membukukan amblesnya penjualan.

Mereka tidak hanya pabrikan asal Jepang, tetapi juga pabrikan asal Korea dan Cina. Bahkan, ada yang berasal dari Eropa.

Di antara pabrikan asal Asia – khususnya dari Korea dan Cina – dinamikanya sangat menarik karena mereka terbilang agresif dalam menggempur pasar Indonesia. Investasi baru yang mereka gelontorkan di Tanah Air sejak beberapa waktu lalu, menjadi “energi baru” untuk bersaing dengan para pemain yang ada.

Salah satu mobil Wuling yang dijual di Indonesia, Wuling Air EV – dok.Mobilitas

Lantas bagaimana kinerja penjualan produk merek ke konsumen sepanjang Januari hingga Juni atau semester pertama tahun 2023 ini dibanding periode sama di tahun 2022? Berikut faktanya:

Pabrikan asal Cina:
Wuling : 11.727 unit (naik 9,4 persen)
Chery : 1.782 unit (baru)
DFSK : 822 unit (anjlok 32 persen)
Morris Garage: 510 unit (naik 19,7 persen)
FAW : 263 unit (melonjak 139,1 persen

Pabrikan Korea:
Hyundai : 18.208 unit (melonjak 93 persen)
Kia : 882 unit (naik 14,5 persen).
Sumber: Gaikindo, 2023. (Din/Aa)