Tokyo, Mobilitas – Total penjualan mobil asl kedua negara selama tahun 2027 (yang dihitung) itu meliputi penjualan di pasar domestik masing-masing negara serta di luar negara tersebut alias di pasar ekspor.
Laporan Nikkei mengutip data proyeksi pabrikan mobil kedua negara dan riset S&P Global Mobility yang disitat Mobilitas di Jakarta, Minggu (4/1/2026) menyebut pada tahun 2027 itu jumlah mobil asal Republik Rakyat Cina yang terjual di dunia mencapai 27 juta unit. Sementara mobil merek asal Jepang sebanyak 25 juta unit.
“Jumlah total tersebut mencakup kendaraan penumpang dan kendaraan komersial yang terjjual di pasar domestik dan ekspor. Mobil yang terjua termasuk merek dengan usaha patungan 50:50 dengan merek asal negara lain, ” bunyi keterangan data tersebut.

Proyeksi penjualan itu juga menyatakan, pasar Asia Tenggara, yang sejak lama didominasi oleh produsen mobil Jepang, mobil merek asal Cina diproyeksikan mengalami pertumbuhan penjualan yang melejit dengan total sekitar 500.000 unit. Kemudian dii Eropa, penjualan mobil Negeri Tiri Bambu itu akan meningkat menjadi sekitar 2,3 juta unit, meskipun ada tarif impor yang berlaku.
Lalu, penjualan di pasar negara berkembang juga diproyeksikan meningkat, dimana di Afrika diperkirakan akan mencatat penjualan 230.000 unit. Sementara Amerika Latin diperkirakan akan mencapai 540.000 kendaraan, naik 33 persen.
Sedangkan, di saat yang sama, beberapa merek Jepang mengalami penurunan penjualan di wilayah-wilayah utama. Termasuk di Amerika Serikat, dan pangsa pasar mereka di Cina secara bertahap menurun dibandingkan dengan produsen mobil lokal. (Swe/Aa)
Mengawali kiprah di dunia jurnalistik sebagai stringer di sebuah kantor berita asing. Kemudian bergabung dengan media di bawah grup TEMPO Intimedia dan Detik.com. Sejak 2021 bergabung dengan Mobilitas.id











