Jakarta, Mobilitas – Merek-merek mobil asal Republik Rakyat Cina terus merangsek menggarap pasar mobil di Indonesia. Tercata hingga akhir tahun 2025 kemarin jumlah merek mobil asal Cina yang berjualan di Indonesia mencapai 18 merek.
Data Gabungan Indusri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) yang disitat Mobilitas di Jakarta, Senin (19/1/2026) menyebut merek mobil asal Negeri Tirai Bambu itu termasuk Skyworth yang penjualannya menggunakan nama Polytron dan Morris Garage merek asal Inggris yang sejak tahun 2007 diakuisisi SAIC Motor Cina.
Secara rinci merek mobil asal Cina itu adalah BYD, Wuling, Chery, Jaecoo, Aion, Denza, Geely, MG, Great Wall Motor, Dongfeng (DFSK), Jetour, BAIC, Xpeng, dan Neta. Kemudian, Polytron (Skyworth), Maxus, Seres, serta Changan.

Data berbicara, di tahun 2025 itu, gabungan seluruh merek asal Cina itu berhasil menggenggam pangsa pasar mobil di Indonesia hingga 14 persen. Dalam penjualan grosir dari pabrik ke dealer (wholesales) mereka membukukan penjualan sebanyak 112.516 unit dari total wholesales seluruh mobil dari seluruh merek yang ada, sebanyak 803.687 unit.
BYD menjadi merek dengan penjualan wholesales terbanyak Indonesia, dengan total 46.711. Dia disusul Chery yang menjual sebanyak 19.391 unit, Wuling dengan penjualan 18.605 unit, Denza 7.474 unit, dan Aion 6.839 unit. (Swe/Aa)
Mengawali kiprah di dunia jurnalistik sebagai stringer di sebuah kantor berita asing. Kemudian bergabung dengan media di bawah grup TEMPO Intimedia dan Detik.com. Sejak 2021 bergabung dengan Mobilitas.id












