Meneropong Penjualan Mobil Listrik VinFast, Harga Sahamnya Diprediksi Ambrol 65 Persen

0
749
Ilustrasi, mobil listrik VinFast VF5 - dok.Istimewa

Jakarta, Mobilitas – Laporan Reuters belum lama ini menyebut sepanjang tahun 2023 lalu, VinFast menjual 35.000 unit mobilnya, alias meleset dari target 40.000 unit yang ditetapkan.

“Meski demikian, VinFast tidak memberikan rincian penjualan berdasar wilayah pasar (yang menyerap produk arau mobil listriknya itu). Tetapi sekitar 60 persen pengiriman (mobil ke konsumen) selama kuartal kedua dan ketiga dilakukan ke perusahaan yang terafiliasi (dengan VinFast Group, atau perusahaan induk) Green SM, sebuah operator taksi dan penyedia leasing yang berbasis di Vietnam. Perusahaan ini sebagian besar sahamnya dimiliki VinFast dan CEO (sekaligus pendiri) VinFast Pham Nat Vuong,” tulis Reuters dalam laporannya pada 18 Januari 2024 lalu.

Sedangkan pada tahun 2024 ini, sebut Reuters, pabrikan yang didirikan pada tahun 2017 itu mematok traget penjualan sebanyak 100.000 unit. Jumlah itu hampir tiga kali lipat dari realisasi penjualan tahun 2023 lalu.

Sementara itu, data internal VinFast yang dirilis dalam situs resmi perusahaan yang dikutip Mobilitas di Jakarta, Rabu (22/5/2024) menyatakan selama Januari – Maret atau kuartal pertama 2024, VinFast berhasil melego 9.689 mobil setrum buatannya. Jumlah ini meroket hingga 444 persen dibanding total penjualan yang dibukukannya pada kuartal pertama 2023 yang sebanyak 1.780 unit.

Emblem VinFast di grille mobil -dok.Shutterstock

Pada saat yang sama, laporan Bloomberg pada 7 Mei 2024 yang dinukil Mobilitas di Jakarta, Rabu (22/5/2024) menyebut harga saham VinFast Auto Ltd yang tercatat di Bursa Saham Nasdaq, New York, Amerika Serikat tahun ini diprediksi ambrol hingga 65 persen. “Ini mengingat tantangan besar yang harus dihadapi pabrikan mobil listrik tersebut,” tulis Bloomberg.

Terlebih pencapaian realisasi penjualan VinFast yang di kuartal pertama 2024, lanjut Bloomberg, kurang dari 10 persen dari target penjualan 100.000 unit yang ditetapkan. “Sementara itu, VinFast perlu meningkatkan modal untuk ekspansi global, mengingat rencana pembangunan pabrik di North Carolina, Indonesia, dan India,” tulisnya.

Sedangkan laporan InsideEVs yang disitat Mobilitas di Jakarta, Rabu (22/5/2024) menunjukkan fakta ternyata penjualan VinFast di tiga bulan pertama 2024 itu anjlok dibanding tiga bulan keempat atau kuartal terakhir 2023. Sebab, di Oktober – Desember 2023 tersebut, penjualan VinFast masih mencapai 13.513 unit.

Kinerja penjualan VinFast yang naik turun memang sudah biasa terjadi. Data yang dirangkum JustAuto dan disitat Mobilitas di Jakarta, Rabu (22/5/2024) memperlihatkan pada tahun 2021 lalu – atau ketika pertama kali beralih hanya menjual mobil listrik murni (BEV) saja – pabrikan ini berjhasil menjual 38.000 mobil setrum. Namun di tahun 2022, penjualannya anjlok hingga hanya 26.000 unit.

Pham Nhat Vuong, Chairman VinGroup, yang juga pendiri VinFast – dok.Istimewa

Kemudian di tahun 2023 meningkat menjadi 35.000 unit (tetapi jauh di bawah target penjualan yang sebanyak 40.000 unit). Meski meningkat signifikan dibanding tahun 2022, tetapi realisasi penjualan di tahun 2022 itu masih jauh di bawah realisasi penjualan tahun 2021.

Kini, VinFast dikabarkan tengah bersiap membangun pabrik di Indonesia. Perusahaan itu dikabarkan mulai membangun pabrik pada tahun ini, dan ditargetkan selesai pada tahun 2025, sehingga akhir 2025 atau awal tahun 2026 bisa dioperasikan. (Run/Aa)