Tokyo, Mobilitas – Penjualan mobil di Jepang sepanjang dua bulan pertama atau Januari hingga Februari 2026 tercatat melorot tipis dibanding periode sama di tahun 2025.
Data Japan Automobile Sales Association (JAS) dan Asosiasi Dealer Mobil Jepang (JADA) yang dikutip Mobilitas di Jakarta, Kamis (5/3/2025) menunjukkan pada kurun waktu dua bulan pertam 2026 tersebut jumlah mobil (merek lokal maupun asing) yang terlego di Negeri Matahari Terbit itu mencapai 762.717 unit. Namun jumlah tersebut merosot 2,9 persen dibanding periode sama di tahun 2025.
Meski begitu, tidak semua merek atau pabrikan mencatatkan amblesny penjualan, tidak sedikit yang kinerja penjualannya moncer. Salah satu merek yang penjulannya masih cemerlang adalah merek asal Republik Rakyat Cina, Build Your Dreams (BYD).
Merek yang mulai masuk pasar Jepang padaJuli 2022, dengan menjual tiga kendaraan listrik murni (BEV) yakni Atto 3, Dolphin, dan Seal itu pada Januari – Februari 2026 menjual mobilnya sebanyak 646 unit. Jumlah penjualan tersebut meroket 135,8 persen dibanding periode sama di tahun 2025.

Pada bulan Februari saja, merek ini berhasil melego mobilnya di negara yang merupakan “kandangnya” pabrikan mobil kondang – seperti Toyota, Daihatsu, Suzuki, Honda, Nissan, Mazda, dan lain-lain itu – BYD berhasil mengantongi angka penjualan sebanyak 466 unit.
Jumlah penjualan di bulan kedua 2026 ini meroket 110,9 persen dibanding penjualan di kurun waktu yang sama pada tahun 2025. Sementara, di tahun 2025 – selama setahun penuh – BYD menjual 3.742 mobil di negara itu, melejit hingga 68,3 unit.
Namun analis industri di Bursa Saham Tokyo, Toshiki Harada, yang dikutip Tokyo Business Herald mengatakan meski BYD terus berupya memperbesar penetrasi merek dan produknya di masyarakat Jepang namun tantangan masih menghadang. Persepsi terhadap citra merek Cina yang belum besar bagi orang Jepang, adalah satunya.
Hingga awal 2026 ini, BYD msih memiliki 69 gerai, meski ditargetkan hingga khir 2025 telah terbangun 100 gerai di negara itu. (Anp/Aa)
Mengawali kiprah di dunia jurnalistik sebagai stringer di sebuah kantor berita asing. Kemudian bergabung dengan media di bawah grup TEMPO Intimedia dan Detik.com. Sejak 2021 bergabung dengan Mobilitas.id












