Bisnis

Meski Sepanjang 2025 Loyo, Penjualan Ritel Truk Isuzu di Januari 2026 Naik 17 Persen

×

Meski Sepanjang 2025 Loyo, Penjualan Ritel Truk Isuzu di Januari 2026 Naik 17 Persen

Share this article
Ilustrasi, Isuzu GIIGA di GIIAS 2025 - dok.Mobilitas

Jakarta, Mobilitas – Penjualan kendaraan Isuzu – baik penjualan secara grosir dari pabrik ke dealer (wholesales) maupun penjualan eceran dari dealer ke konsumen (penjualan ritel) – di tahun 2025 dari tahun 2024. Namun di awal tahun 2026, terjadi perbaikan.

Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) yang disitat Mobilitas di Jakarta, Kamis( 26/2/2026) menunjukkan di tahun 2025, jumlah wholesales kendaraan Isuzu (gabungan mobil penumpang, komersial pick up, bus, hingga truk) 25.121 unit. Jumlah itu merosot dibanding tahun 2024 yang sebanyak 26.379 unit.

Sementara, total penjualan ritelnya 25.295 unit, anjlok alias berkurang hingga 2.689 unit dibanding tahun sebelumnya. Sebab di tahun 2024, kendaraan Isuzu yang dijajakan oleh PT Isuzu Astra Motor Indonesia (PT IAMI) itu masih membukukan penjualan ritel sebanyak 27.984 unit.

Ilustrasi, Isuzu Motors di Indonesia – dok.Mobilitas

Sedangkan di tahun 2026 ini, data berbicara, total wholesales kendaraan Isuzu sebanyak 2.170 unit. Jumlah penjualan grosir itu menyusut 1,6 persen dibanding total wholesales-nya di bulan yang sama di tahun 2025.

Namun total penjualan ecerannya alias penjualan ritelnya mencapai Isuzu malah positif yakni meningkat 27,2 persen dibanding Januari 2024. Begitu, khusus penjualan kendaraan niaga – jenis truk dan tidak termasuk sasis bus dn pick up Traga – ternyata penjualan ritelnya anjlok hingga 17 persen.

Jika di Januari 2025 lalu penjualan ritel truk Isuzu masih sebanyak 858 unit, di Januari 2026 ini hanya sebanyak 1.004 unit. Dengan kata lain, penjualan eceran itu bertambah banyak 146 unit, dan menjadikannya meraup pangsa pasar 18,2 persen, naik dibanding Januari 2025 yang sebesar 16, 8 persen. (Anp/Aa)

Mengawali kiprah di dunia jurnalistik sebagai stringer di sebuah kantor berita asing. Kemudian bergabung dengan media di bawah grup TEMPO Intimedia dan Detik.com. Sejak 2021 bergabung dengan Mobilitas.id