Minat Orang Naik Bus Kembali Meningkat, Pasar Bus Melesat

0
1404
Bus baru garapan karoseri Tentrem yang dipamerkan di GIIAS 2022 - dok.Mobilitas

Jakarta, Mobilitas – Minat masyarakat menggunakan bus meningkat sejalan dengan mobilitas yang tinggi.

Seperti diungkap Sekretaris Jenderal Organisasi Angkutan Darat (Organda) Ateng Aryono, meningkatnya mobilitas masyarakat bukan hanya dalam rangka keperluan sosial seperti berkunjung ke kerabat atau berekreasi.

“Tetapi juga dalam rangka kegiatan yang bersifat produksi seperti bisnis. Ini terjadi, seiring dengan semakin terbukanya peluang bisnis di tengah perkembangan sosial dan budaya masyarakat di era digital sekarang ini. Selain itu, tentu perkembangan ekonomi nasional,” papar Ateng saat dihubungi Mobilitas, di Jakarta, Selasa (6/9/2022).

Mengutip data Badan Pusat Statistik, Ateng mengatakan selama kuartal II (April – Juni) tahun ini dari sektor transportasi dan pergudangan menyumbang 21,27% dari tingkat pertumbuhan ekonomi nasional.

“Dan kalau kita lihat lagi, di sektor transportasi itu, sektor transportasi darat berkontribusi 53,8%. Dan di transportasi darat ini, angkutan bus dan penumpang lainnya menyumbang 57%,” paparnya.

Ateng optimis pertumbuhan sektor angkutan darat akan berkembang lagi, mengingat semakin baiknya infrastruktur jalan. Khususnya di Jawa dan Sumatera.

Salah satu bus milik PO Bagong dengan sasis Mitsubishi Fuso di GIIAS 2022 – dok.Mobilitas

Pernyataan serupa diungkap Ketua Ikatan Pengusaha Otobus Muda Indonesia (IPOMI) Kurnia Lesani Adnan. Dia menyebut, saat ini minat masyarakat menggunakan bus untuk bermobilitas kembali meningkat setelah dua tahun sebelumnya terbatasi oleh Pelaksanaan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

“Sekarang load factor atau keterisian kursi bus AKAP rata-rata sudah 75% – 80%. Kalau ini terjaga maka permintaan sasis bus baru juga semakin meningkat,” kata dia saat dihubungi Mobilitas di Jakarta, Selasa (6/9/2022).

Data di Gaikindo yang dikutip Mobilitas, Selasa (6/9/2022) menunjukkan penjualan bus ke diler (wholesales) sepanjang Januari – Juli tahun ini mencapai 1.188 unit. Jumlah ini meroket 98,99% dibanding periode sama tahun lalu, yang sebanyak 597 unit.

Pada saat yang sama penjualan ke konsumen (ritel) sebanyak 1.174 unit. Jumlah ini melambung 99,32% dibanding tahun lalu, 589 unit. (Swe/Jrr/Aa)