Orang Kaya Lihat Situasi, Penjualan Mobil Mewah Susut di RI

0
1306
Ilustrasi, mobil BMW yang dipamerkan di IIMS 2021 - dok.Mobilitas.id

Jakarta, Mobilitas – Penjualan kendaraan bermotor roda empat atau lebih (mobil) di Indonesia sepanjang bulan pertama atau Januari tahun ini tercatat menyusut dibanding bulan sebelumnya (Desember 2021). Namun, meningkat dibanding bulan yang sama (Januari 2021).

Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) yang dinukil Mobilitas Selasa (22/2/2022) menunjukkan, penjualan mobil ke diler (wholesales) pada bulan ke satu itu tercatat sebanyak 84.062 unit. Jumlah ini melorot 13,04% dibanding penjualan selama Desember 2021, tetapi menanjak 58,88% dibanding Januari 2021.

Sementara, penjualan ke konsumen (ritel) mencapai 78.568 unit, ambles 2,56% dibanding Desember 2021. Tetapi, melonjak 45,50% dibanding jumlah penjualan ritel yang dikantogi industri selama Januari 2021, yang saat ini sebanyak 53.997 unit.

Ilustrasi, emblem Mercedes-Benz – dok.Boston.com

Fakta data berbicara, ternyata tak hanya mobil-mobil kelas menengah ke bawah saja yang penjualannya mengkerut, tetapi juga mobil-mobil kelas atas alias kelas premium. Hampir semua merek mobil mewah (khususnya anggota Gaikindo) membukukan penjualan ritel yang menciut selama Januari tahun ini dibanding bulan yang sama tahun lalu.

Meski, ada yang naik penjualannya, tetapi sebagian besar menyusut. Data memperlihatkan mobil buatan pabrikan Jerman, Bayerische Motoren Werke (BMW) mencatatkan angka penjualan ritel sebanyak 190 unit. Jumlah ini bertambah 22 unit dibanding penjualan selama Januari 2021 yang sebanyak 168 unit.

MINI Clubman- dok.Motoris.id

Turun dan stagnan
Tak seperti sekondannya itu – sesama merek asal Jerman – mobil buatan Mercedes-Benz mencatatkan merosotnya penjualan hingga 66 unit. Jika di Januari 2021 masih sebanyak 192 unit, di Januari tahun ini cuma 126 unit.

Pabrikan asal Jerman lainnya, yakni Audi penjualannya mampet. Mobil Audi yang dijajakan oleh PT Garuda Mataram Motor (GMM) di bulan pertama tahun ini hanya terlegon 1 unit, jumlah yang sama dengan yang dikoleksi selama Januari tahun 2021.

Merek asal Inggris (yang kini menjadi bagian dari BMW Group) yakni MINI, di Januari tahun ini hanya laku 4 unit. Jumlah ini ambrol sangat dalam dibanding Januari 2021 yang masih sebanyak 40 unit.

Lexus RX yang juga dijajakan di Indonesia – dok.Lexus Indonesia

Adapun merek mewah asal Jepang yang juga bagian dari Toyota Motor – yakni Lexus – di Januari tahun ini hanya laku 2 unit. Padahal, di bulan yang sama tahun 2021 masih terjual sebanyak 28 unit.

Bahkan jika dibanding penjualan selama bulan sebelumnya (atau Desember 2021) yang mencapai 91 unit, penjualan ritel selama Januari tahun ini ambrol sangat dalam. Dalam penjualan ke diler (wholesales) Lexus juga mengalami kemuraman.

Data memperlihatkan selama Januari tak ada mobil Lexus yang terjual ke diler (wholesales). Padahal, di Desember 2021 masih mencapai 65 unit, dan di januari 2021 sebanyak 14 unit.

Sumber Mobilitas di Gaikindo yang dihubungi di Jakarta, Selasa (22/2/2022) mengatakan, menurunnya penjualan mobil mewah – yang sebagian besar merupakan mobil impor dalam wujud utuh (CBU) – dipengaruhi dua hal. Pertama, impor yang menurun karena adanya gangguan produksi di pabrik terkait kelangkaan pasokan semikonduktor (chip).

Ilustrasi, emblem mobil Audi – dok.WallpaperBetter

Kedua, seperti biasa, di awal-awal tahun konsumen di ceruk pasar ini selalu melihat situasi dan kondisi. Bukan karena daya beli merek turun, sebab mereka adalah orang-orang berduit alias orang kaya yang paham soal harga, soal impor, soal pajak dan sebagainya.

“Mereka melihat bagaimana tren kurs mata uang, inflasi, tren bisnis mereka atau kondisi ekonomi. perpajakan, dan lain-lain.  Tetapi yang tidak kalah penting adalah, melihat apakah ada yang baru atau tidak dari model-model yang ditawarkan, soal kebaruan ini paling banyak menarik minat mereka,” papar dia. (Din/Swe/Aa)