Pajak Dipangkas 80 Persen, Mobil Listrik Langsung Laku Keras di Thailand

0
1090
Ilustrasi, pengecasan daya baterai mobil listrik - dok.Forbes.com

Bangkok, Mobilitas – Sebanyak 32.000 lebih mobil listrik terjual ke konsumen di Januari hingga Mei tahun ini.

Data Kementerian itu yang dikutip Mobilitas di Jakarta, Minggu (18/6/2023) menunjukkan total ada 32.450 mobil listrik yang didaftarkan konsumen (ritel) ke Kementerian Perhubungan.

“Jumlah mobil listrik yang diregistrasi (terjual ke konsumen) di lima bulan pertama tahun ini, melonjak 474,43 persen dibanding periode sama di tahun lalu,” ungkap Wakil Direktur Jenderal Urusan Teknis, Kementerian Perhubungan, Sirirat Veeravisan.

Sirirat mengatakan, kementeriannya terus mendorong masyarakat untuk menggunakan kendaraan listrik. Salah satunya dengan berkkordinasi dengan Kementerian Keuangan, agar pajak kendaraan listrik dipangkas.

Mobil listrik BYD yang bakal diproduksi di Thailand – dok.Istimewa

Hasilnya, pajak tahunan kendaraan setrum itu dipangkas hingga 80 persen. Misalnya, sedan konvensional berbobot 1,8 ton dikenai pajak 1.600 baht, tetapi jika mobil itu merupakan mobil listrik maka pajaknya hanya 320 baht.

“Kebijakan ini terbukti memang cukup efektif menarik minat konsumen. Tetapi yang tidak kalah besar perannya adalah pembangunan infrastruktur pengisian daya baterai yang dilakukan pemerintah bersama swasta,” kata Sirirat seperti dikutip Asia Business Insight.

Sekadar informasi, data Federasi Industri Thailand (FTI) yang dinukil Mobilitas, di Jakarta, Minggu (18/6/2023) memperlihatkan sepanjang 2022 lalu total penjualan mobil listrik di Negeri Gajah Putih itu masih sebanyak 9.729 unit. Jumlah ini meningkat berlipat-lipat dibanding tahun sebelumnya, yang hanya 1.935 unit. (Swe/Aa)