Panjang Jalan Tol RI Kini Sudah Hampir 2.500 Km

0
1255
Ilustrasi, jalan tol Medan - Binjai - dok.Hutama Karya

Jakarta, Mobilitas – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) terus melanjutkan pemban gunan sejumlah proyek jalan tol yang merupakan bagian dari Proyek Strategis Nasional (PSN). Sampai dengan akhir Desember 2021 kemarin total jalan tol yang telah beroperasi di seluruh Indonesia telah mencapai 2.489,2 kilometer (km).

Data kementerian itu menunjukkan dari Januari hingga bulan November 2021, ada 10 ruas tol baru yang selesai dengan panjang 122,9 km. Kemudian di bulan Desember 2021 ada lagi ruas tol baru sepanjang 32,2 km ruas tol lainnya dioperasikan, total panjang jalan tol yang mulai dioperasikan pada tahun tersebut mencapai 155,1 km

“Kehadiran jalan tol yang terhubung dengan kaw sehasan-kawasan produktif seperti kawasan industri, pariwisata, bandara, dan pelabuhan dapat mengurangi biaya logistik dan meningkatkan daya saing produk dalam negeri,” tutur Menteri PUPR Basuki Hadimuljono dalam keterangan resmi yang dirilis 31 Desember 2021 lalu.

Ilustrasi lalu-lintas jalan tol – dok.Motoris.id

Basuki menyebut panjang jalan tol di Tanah Air ditargetkan telah mencapai 3.500 km pada tahun 2024 nanti. Target itu akan dicapai dengan pengoperasian sejumlah ruas baru mulai tahun 2022 hingga 2024.

Pada tahun 2022 ini direncanakan ada ruas jalan tol baru sepanjang 421,8 km yang dioperasikan. Kemudian di tahun 2023 sepanjang 338,1 km dan tahun 2024 sepanjang 250,8 km.

Pengamat Transportasi Universitas Indonesia, Alvinsyah, menyebut keberadaan jalan tol memiliki peran penting bagi perekonomian wilayah yang dilintasi maupun yang dituju maupun perekonomian skala nasional. Menurit dia setiap wilayah yang diberi akses dengan produktivitas masyarakat dan perkembangan wilayah di sekitarnya akan meningkat.

“Sebab secara alamiah, land use (penggunaan lahan) dan transportasi merupakan satu kesatuan, yang menyebabkan kegiatan produktif meningkat. Arus barang dan jasa lebih lancar dengan biaya yang lebih murah, sehingga pertumbuhan ekonomi pun terjadi lebih besar,” kata dia saat dihubungi Mobilitas di Jakarta, belum lama ini.

Jalan tol – dok.Istimewa via BPJT

Sementara secara nasional, arus barang yang cepat terdistribusi karena keberadaan jalan tol akan memicu tingkat konsumsi masyarakat. Selain itu, biaya operasi kendaraan angkutan barang maupun orang yang lebih efisien akan menjadikan mobilitas masyarakat meningkat sehingga konektivitas wilayah dan masyarakatnya dengan wilayah lain juga akan terjadi.

“Sehingga kemungkinan terjadinya kesenjangan sosial juga bisa diminimalisir,” imbuh Alvinsyah. (Din/Aa)