Bisnis

Penjualan Baterai Listrik di Dunia pada 2025 Melonjak 32,6 Persen, CATL Merajai

×

Penjualan Baterai Listrik di Dunia pada 2025 Melonjak 32,6 Persen, CATL Merajai

Share this article
CATL - dok.Table Media

Seoul, Mobilitas – Data konsumsi baterai listrik di seluruh dunia sepanjang periode Januari hingga November 2025 ini merupakan baterai yang terpasang di kendaraan roda empat elektrfikasi yang terdiri dari mobil listrik baterai (BEV), hybrid (HEV) dan Plug-in Hybrid (PHEV).

Data perusahaan riset pasar produk energi SNE Research yamng disitat Mobilitas di Jakarta, Rabu (7/1/2026) menunjukkan di periode sebelas bulan pertama 2025 itu total jumlah baterai yang terpasang di mobil elektrifikasi dunia mencapai 1.046 gigawatt-jam (GWh). Jumlah tersebut melonjak 32,6 persen dibanding periode yang sama di tahun 2024.

Fakta juga berbicara, di rentng waktu Januari – November 2025 itu, pabrikan baterai asal Republik Rakyat Cina yakni CATL tercatat sebagai pabrikan dengan penjualan terbanyak. Totalnya baterai pabrikan ini yang terpasang di mobil elektrfikasi mencapai 400,0 GWh melonjak 34,5 persen dibanding periode sama di tahun 2024.

Ilustrasi, baterai mobil listrik – dok.Istimewa via Wich Car

Kemudian BYD, kolega CATL satu asal negara, berada di urutan kedua dengan total penjualan sebanyak 175,2 GWh. Jumlah baterai BYD yang terpasang di mobil listrik dunia itu meningkat 31,3 dibanding Januari – November 2024.

“BYD memperluas kehadirannya tidak hanya di pasar domestik Cina tetapi juga di pasar luar negeri. Ekspansi di pasar Eropa sangat menonjol. Penggunaan baterai BYD di Eropa tahun 2025 itu mencapai 12,7 GWh, meningkat 206,6 persen dibanding periode yang sama tahun 2024,” bunyi keterangan data itu.

Sementara itu, pabrikan asal Korea Selatan, LG Energy Solution mempertahankan posisinya di peringkat ketiga. Total jumlah baterai LG Energy yang terpasang di mobil listrik global sebanyak 96,9 GWh, meningkat 11,1 dibanding periode sama di tahun 2024. (Swe/Aa)

Mengawali kiprah di dunia jurnalistik sebagai stringer di sebuah kantor berita asing. Kemudian bergabung dengan media di bawah grup TEMPO Intimedia dan Detik.com. Sejak 2021 bergabung dengan Mobilitas.id