Jakarta, Mobilitas – Sejumlah analis menyebut kemerosotan penjualan mobil listrik (BEV) Tesla di dunia sepanjang Januari – Desember 2025 bukan semata-mata karena persaingan sengit dengan mobil listrik asal Cina semata.
Laporan The Finncial dan Car Sales Statistic yang disitat Mobilitas di Jakarta, Sabtu (3/1/2026) menyebut meski sejak kuartal pertama 2025 tren penjualan mobil Tesla di dunia menurun. Namun amblesnya penjualan terparah terjadi pada paruh kedua 2025, bahkan di kuartal keempat kemersotan penjualan mencapai 15,6 persen.
“Keterlibatan Elon Musk sebagai pemimpin Tesla ke politik praktis dengan mendukung Donald Trump serta politisi ekstra kanan telah memunculkan sentimen anti Tesla di sebagian besar wilayah dunia. Di sisi lain, banyak pesaing Tesla menawarkan mobil sejenis dan sekelas yang menyuguhkan teknologi canggih dengan harga yang bersaing,” ungkap Analis Industri di Bursa Wall Street, Mark Levine.

Sementara, keterangan resmi Tesla terkait laporan penjualan selama 2025 yang dinukil Mobilitas di Jakarta, Sabtu (3/1/2026) mennyebut di periode Januari – Desember 2025 itu jumlah mobil Tesla yang terjual di dunia sebanyak 1.636.129 unit. Jumlah itu merosot 8,6 persen dibanding tahun 2024 yang sebanyak 1.789.226 unit.
Kemerosotan juga terjadi dalam hal produksi. Fakta berbicara, total produksi mobil Tesla selama tahun 2025 sebanyak 1.654.667 unit alias melorot 6,7 persen dibanding tahun sebelumnya yang sebanyak 1.773.443 unit. (Anp/Aa)
Mengawali kiprah di dunia jurnalistik sebagai stringer di sebuah kantor berita asing. Kemudian bergabung dengan media di bawah grup TEMPO Intimedia dan Detik.com. Sejak 2021 bergabung dengan Mobilitas.id












