Penjualan Mobil Cina vs Korea di Indonesia Selama Kuartal I 2022

0
1439
SUV kompak Hyundai Creta yang diproduksi di Indonesia - dok.Mobilitas

Jakarta, Mobilitas – Penjualan kendaraan bermotor roda empat atau lebih (yang secara umum disebut dengan mobil) sepanjang Januari hingga Maret tahun 2022 ini tercatat meningkat dibanding periode yang sama tahun lalu. Kenaikkan tersebut terjadi pada penjualan unit kendaraan ke diler (wholesales) maupun ke konsumen (ritel).

Data laporan penjualan ke Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) yang dikutip Mobilitas, Selasa (26/4/2022) menunjukkan, total wholesales yang dikantongi oleh seluruh merek selama tiga bulan pertama itu mencapai 263.832 unit. Jumlah ini melonjak 41,1% dibanding wholesales selama kurun waktu yang sama di tahun lalu.

Sementara, total penjualan ritel yang berhasil dikoleksi pada saat yang sama, tercatat sebanyak 238.377 unit. Jumlah tersebut menanjak 33,6% dibanding kurun waktu yang sama di tahun lalu.

Wuling Cortez CT – dok.Wuling

Banyak merek-merek atau produsen mobil yang membukukan peningkatan penjualan baik wholesales maupun ritel. Tetapi, banyak juga yang justeru mencatatkan melorotnya penjualan.

Begitu pula dengan merek-merek non Jepang, khususnya merek asal Republik Rakyat Cina (Cina) dan Korea Selatan. Di jajaran merek-merek ini, mereka asal Korea yakni Hyundai, telah membukukan lonjakan penjualan ke konsumen (ritel) hingga 705,6%.

Namun, secara volume alias jumlah yang berhasil terjual (ritel), merek asal Cina – yaitu Wuling – tercatat sebagai merek dengan penjualan ritel terbanyak. Totalnya, mencapai 6.132 unit.

Salah satu mobil MG yang dijajakan di Indonesia, MG HS – dok.Istimewa

Berikut data penjualan ritel selengkapnya, antara merek asal Cina dan Korea:
Wuling: 6.132 unit (naik 68%)
Dongfeng Sokon (DFSK): 644 unit (turun 13,7%)
Morris Garage (MG): 311 unit (naik 75,1%)
FAW: 83 unit (naik 151,5%)
Hyundai: 4.052 unit (naik 705,6%)
Kia: 382 (turun 36,3%)
Sumber: Gaikindo, 2022.(Swe/Aa)