Bisnis

Penjualan Mobil Februari 2026 Nanjak, Ini Penopangnya

×

Penjualan Mobil Februari 2026 Nanjak, Ini Penopangnya

Share this article
Mobil Toyota di GIIAS 2025 - dok.Mobilitas

Jakarta, Mobiltas – Penjualan mobil di Indonesia – baik secara grosir dari pabrik ke dealer (wholesales) maupun eceran dari dealer ke konsumen (penjualan ritel) – selama bulan Februari naik dibanding Februari 2025 maupun Januari 2026.

Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) yang disitat Mobilitas di Jakarta, Selasa (10/3/2026) menunjukkan di bulan kedua 2026 itu, total wholesales mobil di Tanah Air 81.159 unit. Jumlah itu melonjak 12,2 persen dibanding Februari 2025 yang masih sebanyak 72.344 unit.

Sementara itu, penjualan ritelnya di saat yang sama, mencapai 78.219 unit. Jumlah tersebut naik 11,9 persen dibanding Februari tahun lalu yang sebanyak 69.872 unit.

Sedangkan diibanding bulan sebelumnya alias Januari 2026 total wholesales Februari tersebut melonjak 16,7 persen. Sebab di Januari total penjualan grosir itu masih sebanyak 66.472 unit.

Tren kenaikan penjualan bulanan itu juga terjadi dalam penjualan ritel, yakni 16,7 persen. Sebab di Januari 2026, total penjualan eceran masih sebanyak 67.009 unit.

LCGC Daihatsu Ayla di gelaran IIMS 2025 – dok.Mobilitas

Dengan penjualan di Februari itu, total penjualan sepanjang dua bulan pertama (Januari – Februari) 2026, total wholesales mencapai 147.631 unit. Jumlah ini menanjak 9,9 persen dibanding periode yang sama di 2025 yang sebanyak 134.299 unit.

Adapun penjualan ritelnya sebanyak 145.228 unit. Jumlah itu menanjak 8,45 persen dibanding Januari – Februari tahun 2025, yang sebanyak 133.901 unit.

“Peningkatan penjualan (baik wholeasles maupun penjualan ritel) di bulan Februari 2026 itu salah satunya dikarenakan produksi hampir semua brand itu kembali normal, bahkan naik. Sehingga distribusi ke dealer (wholesales) maupun penjualan ritel juga naik,” ujar Ketua I Gaikindo, Jongkie Sugiarto, saat dihubungi Mobilitas di Jakarta, Selasa (10/3/2026).

Terlebih, jelas Jongkie, ekonomi nasional juga membaik, bahkan sejumlah ekonom maupun lembaga keuangan dunia maupun nasional memperkirakan ekonomi tumbuh 5,2 persen. Ini juga ditopang belanja pemerintah di kuartal pertama 2026 yang dianggarkan mencapai Rp 800 triliun.

“Itu membawa sentimen positif bagi kepercayaan masyarakat untuk berkonsumsi,” ujar Senior Economist Magna Respublica Aldian Fahlevi. (Anp/Aa)

Mengawali kiprah di dunia jurnalistik sebagai stringer di sebuah kantor berita asing. Kemudian bergabung dengan media di bawah grup TEMPO Intimedia dan Detik.com. Sejak 2021 bergabung dengan Mobilitas.id