Jakarta, Mobilitas – Seperti diketahui, di sepanjang periode Januari hingga Februari 2026, jumlah mobil yang terjual di Indonesia – baik secara grosir dari pabrik ke dealer alias wholesales maupun secara eceran dari dealer ke konsumen atau penjualan ritel – di Indonesia meningkat dibanding periode sama di tahun 2026.
Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) yang disitat Mobilitas di Jakarta, Senin (16/3/2026) menunjukkan di periode dua bulan pertama 2026 tersebut jumlah wholesales mobil di Indonesia mencapai mencapai 147.631 unit. Jumlah ini menanjak 9,9 persen dibanding periode yang sama di 2025 yang sebanyak 134.299 unit.
Sementara penjualan ritelnya sebanyak 145.228 unit. Jumlah itu menanjak 8,45 persen dibanding Januari – Februari tahun 2025, yang sebanyak 133.901 unit.
Namun, ternyata tidak semua merek mobil membukukan kenaikan penjualan, baik wholesales maupun secara penjualan ritel. Salah satunya adalah, mobil merek Honda yang dijajakan oleh PT Honda Prospect Motor (PT HPM).

Fakta berbicara, baik wholesales maupun penjualan ritel mobil Honda selama kurun waktu Januari hingga Februari 2026 itu anjlok parah. Total wholesales-nya 9.401 unit, anjlok hingga 41,4 persen dibanding dua bulan pertama 2025.
Sedangkan total penjualan ritelnya di saat yang sama sebanyak 8.921 unit. Jumlah penjualan eceran ke konsumen tersebut anjlok hingga 46 persen dibanding periode Januari – Februari 2025.
Namun, tak hanya secara kumulatif dua bulan saja penjualan wholesales maupun penjualan ritel mobil Honda itu anjlok. Tetapi, juga di bulan Februari saja.
Fakta berbicara, di bulan Februari, total wholesales mobil merek asal Jepang itu sebanyak 5.385 unit, anjlok 38,5 persen dibanding Februari 2025. Adapun penjualan ritelnya sebanyak 4.688 unit, anjlok 39,5 persen. (Din/Aa)
Mengawali kiprah di dunia jurnalistik sebagai stringer di sebuah kantor berita asing. Kemudian bergabung dengan media di bawah grup TEMPO Intimedia dan Detik.com. Sejak 2021 bergabung dengan Mobilitas.id











