Penjualan Mobil Listrik di RI, Hingga Juli Cuma Tumbuh 0,5%

0
1201
Nissan Leaf di GIIAS 2022 - dok.Mobilitas

Jakarta, Mobilitas – Kabar semakin mengalirnya mobil elektrifikasi (listrik) di Indonesia terus berhembus.

Namun, faktanya, meski mengalami peningkatan, ternyata penjualan mobil listrik (elektrifikasi) di Indonesia (yang terdiri dari mobil listrik baterai (BEV), hybrid (HEV), dan plug-in hybrid atau PHEV) selama Januari – Juli hanya tumbuh 0,5% dibanding periode sama 2021.

Data di Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) yang dikutip Mobilitas, Kamis (25/8/2022) menunjukkan, total penjualan ke konsumen (ritel) 2.039 unit. Sementara, pada periode sama tahun 2021, sudah mencapai 2.027 unit.

Dari total penjualan itu didominasi mobil berteknologi hybrid. Begitu pun di Januari – Juli tahun 2022 ini.

Data berbicara, di tujuh bulan pertama tersebut HEV mencatatkan penjualan sebanyak 1.415 unit, meski menciut 2,95% year on year. Lalu BEV sebanyak 614 unit, meningkat 14,98% dibanding Januari – Juli tahun lalu yang sebanyak 534 unit.

Mobil listrik DFSK Gelora E di GIIAS 2022 – dok.Mobilitas

Sedangkan PHEV hanya 10 unit, alias merosot cukup tajam dibanding periode sama tahun lalu, yang masih sebanyak 35 unit. Segmen PHEV ini hanya dihuni oleh Mitsubishi Outlander.

Ketua I Gaikindo, Jongkie Sugiarto yang dihubungi Mobilitas di Jakarta, Kamis (25/8/2022) menyebut faktor harga yang masih mahal dan infrastruktur masih menjadi pertimbangan tersebdiri untuk membeli BEV. Namun, kata dia, secara perlahan minat masyarakat meningkat.

“Karena secara umum, sekarang kan ada peningkatan penjualan mobil listrik BEV itu. Artinya, ini indikasi yang bagus,” ucap dia. (Jrr/Aa)