Jakarta, Mobilitas – Penjualan motor domestik di Indonesia sepanjang Januari 2026 tercatat meningkat dibanding Januari 2025, dan bahkan melonjak dibanding Desember 2025.
Data Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) yang disitat Mobilitas di Jakarta, Rabu (25/2/2026) menunjukkan di bulan perdana 2026 itu jumlah sepeda motor yang terjual di Tanah Air sebanyak 577.763 unit. Jumlah tersebut meningkat 3,1 persen dibanding Januari 2025 yang masih sebanyak 560.301 unit.
Sementara, jika dibanding total penjualan selama Desember 2025, total penjualan motor di bulan Januari 2026 itu melonjak 25 persen. Sebab, di bulan terakhir 2025 itu, total penjualan motor secara nasional hanya sebanyak 461.925 unit.
Fakta kinerja penjualan yang melonjak dibanding Desember itu dinilai cukup rasional oleh pengamat industri dari Magna Respublica, Agus Patria Wardhana. Sebab, kata Agus, di kuartal akhir 2025 daya beli masyarakat kelompok bawah dan menengah tertekan.
“Ini terlihat dari hasil survei Bank Indonesia yang memperlihatkan di kuartal keempat 2025, Indeks Daya Beli masyarakat kelas bawah turun 0, 34 poin dan kelas menengah turun 0,39 persen. Beban keuangan mereka naik karena biaya hidup sehari-hari naik, tetapi jumlah pendapatan tetap,” papar Agus yang dihubungi Mobilitas di Jakarta, Rabu (25/2/2025).

Namun begitu memasuki tahun 2026, tren minat masyarakat untuk membeli sepeda motor terkerek. Keputusan masyarakat kelas bawah dan menengah untuk membeli kendaraan bermotor roda dua itu bukan didasari oleh daya beli yang dengan serta merta melonjak, tetapi lebih pada kalkulasi rasional.
“Merek berpikir di tengah kondisi biaya hidup yang semakin mahal, dimana ongkos untuk trasnportasi menggunakan mobil pribdi atau angkutan umum dirasa menguras anggaran, maka menggunakan motor adalah solusi,” jelas Agus.
Terlebih, motor merupakan sarana transportasi yang murah dan fleksibel. Terlebih sejak Oktober 2025 pemerintah juga melakukan pelonggaran moneter dengan menggelontorkan program bantuan yang ditujukan untuk mendorong konsumsi masyarakat.
Satu hal lagi, sebut Agus, panen petani yang naik, ttotal luas panentahun 2025 mencapai 11,32 juta hektare, naik 12,69 persen dari 2024. Produksi beras untuk konsumsi penduduk diperkirakan mencapai 34,69 juta ton naik 13,29 persen dibanding tahun 2024. (Anp/Aa)
Mengawali kiprah di dunia jurnalistik sebagai stringer di sebuah kantor berita asing. Kemudian bergabung dengan media di bawah grup TEMPO Intimedia dan Detik.com. Sejak 2021 bergabung dengan Mobilitas.id












