Jakarta, Mobilitas – Sepanjang dua bulan pertama 2026 itu, pada Januari maupun Februari, penjualan sepeda motor di Indonesia meningkat dibanding bulan yang sama di tahun 2025. Begitu pun secara kumulatif selama dua bulan dibanding kumulatif Januari – Februari 2025.
Data Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) yang disitat Mobilitas di Jakarta, Kamis (26/2/2026) menunjukkan selama dua bulan pertama 2026 itu, jumlah sepeda motor yang terjual secara grosir dari pabrik ke dealer atau wholesales mencapai 1.165.117 unit.
Jumlah ini naik 2,02 persen atau bertambah banyak 23.000 unit dibanding periode yang sama pada 2025 yang sebanyak 1.141.578 unit. Rincian penjualan di dua bulan pertama 2026 itu terdiri dari Januari 577.763 unit dan Februari 587.354 unit.
Ketua Bidang Komersial AISI, Sigit Kumala, yang dihubungi Mobilitas di Jakarta, Kamis (26/2/2026) menyebut meski daya beli konsumen menjadi tantangn ternyata kinerja penjualn positif. “Ini membuktikan pasar kendaraan bermotor masih kuat, karena kebutuhan masyarakat terhadap alat transportasi roda dua ini masih tinggi, karena motor memang efisien dan fleksibel,” kata Sigit.

Sementara itu, Ekonom Center of Economic and Law Studies (Celios) Nailul Huda yang dihubungi Mobilitas pada hari yang sama menyebut larisnya sepeda motor tersebut membuktikan bahwa sinyalemen daya beli masyarakat tertekan itu benar adanya. Biaya hidup yang makin mahal tidak diikuti naiknya pendapatan menjadikan masyarakat melakukan efisiensi, termasuk dalam bermobilitas atau transportasi.
“Menggunakan kendaraan pribadi sepeda motor dirasa lebih murah ketimbang angkutan umum yang dirasa tidak efisien dan tidak praktis. Apalagi jika dibanding menggunakan mobil pribadi. Rasa was-was masyarakat terhadap kondisi ekonomi juga mendorong orang untuk berhemat,”tandas Nailul. (Jrr/Aa)
Mengawali kiprah di dunia jurnalistik sebagai stringer di sebuah kantor berita asing. Kemudian bergabung dengan media di bawah grup TEMPO Intimedia dan Detik.com. Sejak 2021 bergabung dengan Mobilitas.id












