Jakarta, Mobilitas – Meski begitu, merek mobil asal Jepang yang di Indonesia diniagakan PT Honda Prospect Motor (PT HPM) itu masih bertengger di urutan kelima dalam daftar pabrikan dengan penjualan eceran ke konsumen (penjualan ritel) dan penjualan grosir dari pabrik ke dealer (wholesales) terbanyak pada Januari 2026.
Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) yang dikutip Mobilitas di Jakarta, Jumat (13/2/2026) menunjukkan di bulan perdana 2026 tersebut total penjualan ritel mobil Honda di Tanah Air sebanyak 4.233 unit. Jumlah tersebut anjlok 51,7 persen dibanding total penjualan ritel selama Januari 2025.
Sementara, total wholesales-nya di saat yang sama sebanyak 4.016 unit. Jumlah tersebut anjlok 44,8 persen dibanding jumlah wholesales yang berhasil dicetaknya pada Januari 2025.
Dengan penjualan sebanyak itu, Honda menggenggam pasar penjualan ritel 6 persen, dan 6, 3 persen di pasar penjualan grosir atau wholesales.

Padahal tren kondisi pasar mobil di bulan perdana 2026 tersebut tumbuh positif jika dibanding bulan yang sama di tahun lalu. Fakta berbicara, di bulan Januari 2026 total wholesales kendaraan bermotor roda empat atau lebih (gabungan seluruh model kendaraan penumpang maupun komersial dari berbagi merek yang ada) mencapai 66.447 unit.
Jumlah ini naik 7 persen dibanding total wholesales. Pasalnya pada bulan Januari 2025 yang sebanyak 62.084 unit.
Sementara, total penjualan ecerannya alias penjualan ritelnya – di bulan perdana 2026 – itu mencapai 66.936 unit. Jumlah ini naik 4,5 persen dibanding total penjualan ritel di bulan yang sama di tahun 2925 yang sebanyak 64.076 unit. (Anp/Aa)
Mengawali kiprah di dunia jurnalistik sebagai stringer di sebuah kantor berita asing. Kemudian bergabung dengan media di bawah grup TEMPO Intimedia dan Detik.com. Sejak 2021 bergabung dengan Mobilitas.id











