Penjualan Truk dan Bus Hino di Pasar Global Masih Melorot

0
1475
Ilustrasi, logo Hino - dok.Asia Financial

Jakarta, Mobilitas – Merosotnya penjualan terjadi berbarengan dengan merosotnya produksi di Jepang.

Data laporan kinerja selama Januari – November di Toyota Motor Group (merupakan induk perusahaan Hino) yang dikutip Mobilitas, Jumat (30/12/2022) menunjukkan, sepanjang Januari hingga November tahun ini, total penjualan produk Hino di dunia mencapai 137.015 unit. Jumlah ini merosot 2,3% dibanding penjualan selama periode sama 2021.

Di Jepang, pada periode tersebut, penjualan anjlok cukup dalam yakni 29,7% dibanding sebelas bulan pertama tahun lalu. Totalnya, 38.818 unit.

Sementara, di luar Jepang, angka penjualan yang diraup mencapai 98.197 unit. Jumlah ini meningkat 15,5% year on year.

Pada saat yang sama, jumlah produksi di wilayah global mencapai 159.798 unit. Jumlah ini naik 3,6% dibanding periode sama 2021.

Penurunan jumlah produksi terjadi di Jepang, yakni 6,8% dibanding periode yang sama di 2021. Totalnya, 116.313 unit.

Sedangkan produksi di luar Jepang masih meningkat  47,7%. Bahkan total volumenya mencapai 43.485 unit.

Ilustrasi, bus bersasis Hino milik PO Handoyo – dok.HMSI

“Penjualan dan produksi di Jepang turun dikarenakan Hino menghentikan produksi truk medium dan heavy duty sampai Agustus 2023 nanti. Itu menyusul terungkapnya skandal pemalsuan data emisi mesin sejumlah model truk Hino yang diumumkan pada Maret lalu,” papar analis industri Bursa Saham Tokyo, Yuna Yoshida, seperti dikutip Asia Business Insight.

Sementara, di Indonesia, penjualan produk Hino yang dijajakan PT Hino Motor Sales Indonesia (HMSI) tercatat meningkat. Data penjualan di Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) yang dikutip Mobilitas, Jumat (30/12/2022) terlihat penjualan unit ke diler (wholesales) maupun ke konsumen naik.

Total wholesales yang dibukukan Hino Indonesia selama Januari – November tahun ini sebanyak 27.063 unit. Jumlah ini menanjak hingga 52,2% dibanding periode sama di 2021.

Pada saat yang sama, angka penjualan ritel yang diraup mencapai 26.571 unit. Jumlah ini melambung 54,5% dibanding tahun lalu. (Din/Aa)