⌂ Beranda › Model Baru › Porsche Luncurkan Supercar Mission S pada 15 Oktober Nanti, Mid Engine ICE Murni
Model Baru

Porsche Luncurkan Supercar Mission S pada 15 Oktober Nanti, Mid Engine ICE Murni

Porsche Luncurkan Supercar Mission S pada 15 Oktober Nanti, Mid Engine ICE Murni
Ilustrasi, logo Porsche - dok.Dubbizie
A A Ukuran Teks16px

Stuttgart, Moblitas – Pabrikan mobil sport mewah asal Stuttgart, Jerman, Porsche, dikabarkan akan meluncurkan supercar anyar bernama Mission S pada 15 Oktober 2026.

Laporan laman Car Buzz dan The Cars Journal yang dinukil Mobilitas di Jakarta, Sabtu (10/10/2026) menyebut sampai saat ini Porsche belum secara resmi dan rinci menginformasikan spesifikasi mobil super itu. Informasi yang tersaji selain jadwal peluncuran adalah soal format penempatan mesin.

“Porsche mengumumkan Mission S bakal mengusung desain mid-engine atau mesin yang letaknya berada di antara roda poros depan dan roda poros belakang, ” tulis media itu.

Mesin tersebut diduga kuat sebagai mesin pembakaran murni, dan Porsche meninggalkan teknologi plug-in hybrid dari pendahulunya, yakni Porsche 918 Spyder. Dugaan kuat berbagai kalangn menyebut mesin itu merupakan mesin flat-eight yang dikabarkan dapat menggunakan arsitektur flat-six yang sudah ada, hanya dengan tambahan dua silinder.

Jika dugaan itu benar, maka semburn tenaga dari mesin diperkirakan mencapai 900 hp. Hal itu mengingat Porsche 911 Turbo S yang menjadi rujukan Mission S itu sudah menghasilkan tenaga hingga 701 hp.

Kabarnya, mobil anyar ini diposisika sebagi model untuk mendulang keuntungan sebanyak-banyaknya untuk menambal jebloknya pendapatan perusahaan pada tahun 2025 lalu. Sehingga, untuk mendapatkan harga jual yang bersaing, maka proses produksinya harus efisien atau murah.

Caranya, dengan berbagi beberapa komponen dan teknologi dengan mobil lain dalam portofolio perusahaan, terutama mesin itu. Strategi ini tentu menghemat biaya riset dan pengembangan.

Sekadar informasi, pada tahun 2025 lalu, pendapatan Porsche hanya mencapai 101 juta dolar AS. Nilai pendapatan tersebut anjlok dibanding pendapatan sepanjang 2024 yang mencapai 6 miliar dolar AS. (Anp/Aa)

Tentang Penulis
Arif Arianto

Senior Editor

Mengawali kiprah di dunia jurnalistik sebagai stringer di sebuah kantor berita asing. Kemudian bergabung dengan media di bawah grup TEMPO Intimedia dan Detik.com. Sejak 2021 bergabung dengan Mobilitas.id

🔗 Berita Terkait
📰 Update Terbaru