Bisnis

Rapor Penjualan Ritel Mobil Mewah di RI Januari – Februari 2026, Merek Eropa Merana

×

Rapor Penjualan Ritel Mobil Mewah di RI Januari – Februari 2026, Merek Eropa Merana

Share this article
Ilustrasi, Mercedes-Benz GLC - dok.Mobilitas

Jakarta, Mobilitas – Mobil merek Eropa yang penjualan ecerannya dari dealer ke konsumen (penjualan ritel) ambles terparah di periode Januari – Februari 2026 itu adalah Volvo, MINI, dan Mercedes-Benz.

Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) yang disitat Mobilitas di Jakarta, Senin (23/3/2026) memperlihatkan di periode dua bulan pertama 2026 tersebut merek asal Jerman yakni Bayerische Motoren Werke (BMW) meraup angka penjualan ritel sebanyak 444 unit. Jumlah itu ambles 18,5 persen dibanding total penjualan ritel yang dibukukannya selama dua bulan pertama 2025.

Kemudian dua kolega BMW yang juga asal Jerman, yakni Mercedes-Benz dan Audi masing-masing mengoleksi angka penjualan eceran sebanyak 338 unit (ambles 28,5 persen) dan 3 unit. Tetapi, jumlah penjualan ritel mobil Audi itu tidk menglami perubahan dibanding periode dua bulan pertama 2025 alias stagnan.

Lalu, merek asal Inggris – yang juga bagian dari BMW Group – yakni MINI, di kurun waktu yang sama membukukan penjualan ritel sebanyak 53 unit. Jumlah penjualan eceran ke konsumen tersebut anjlok 38,4 persen dibanding periode sama di tahun 2025.

Mobil BMW yang dipasarkan di Indonesia- dok.Mobilitas

Sementara itu, merek asal Jepang – yang juga bagian dri Toyota Motor – yaitu Lexus di dua bulan pertama tersebut mencetak pertumbuhan positif yakni meningkat tipis 0,5 persen dibanding total penjualan ritel yang dibukukannya pada dua bulan pertama 2025. Jumlahnya 185 unit.

Adapun merek asal Swedia, Volvo, di periode tersebut mencomot angka penjualan ritel sebanyak 8 unit. Total penjualan eceran ke konsumen ini anjlok hingga 50 persen dibanding penjualan ritel selama Januari – Februari 2025.

“Banyak masyarkat kelas atas yang meraaupakan calon pembeli potensial mobil mewah, yang menahan beli. Mungkin mereka melihat kondisi nasional yang sepertinya banyak tantangan. Apalagi di tengah ekonomi global yang tidak menentu,” papar Ketu I Gaikindo, Jongkie Sugiarto, yang dihubungi Mobilitas di Jakarta, Senin (23/3/2026).

Menurut Jongkie sejatinya daya beli kelas atas itu masih kuat, namun mereka mempertimbangkan value for money untuk konsumsi di tengah kondisi ekonomi seperti sekarang yang mereka nilai tidak sepadan dengan inflasi dan perolehan investasi.

“Sebab orang-orng kelas atas itu sangat rasional, kalau tidak perlu banget atau tidak sepadan dengan kondisi ekonomi yang ada ya mereka tidk beli, meskipun duit mereka itu ada,” tandas Jongkie. (Anp/Aa)

Mengawali kiprah di dunia jurnalistik sebagai stringer di sebuah kantor berita asing. Kemudian bergabung dengan media di bawah grup TEMPO Intimedia dan Detik.com. Sejak 2021 bergabung dengan Mobilitas.id