Raup Dana Rp 668 M, Bakrie Group Genjot Produksi Bus Listrik BYD

0
1134
Ilustrasi, bus listrik BYD - dok.Bus & Coach Buyer

Jakarta, Mobilitas –VKTR meraup US$ 45 juta melalui listing di Bursa Efek Indonesia.

Seperti dilaporkan DealStreetAsia, Selasa (30/8/2022), perolehan dana sekitar Rp 668,5 miliar (kurs US$ 1 = Rp 14.856,05) itu diungkap oleh CEO VKTR Teknologi Mobilitas Indonesia (VKTR), Gilarsi W Setijono.

“Proses itu dimulai pada November 2021 lalu. Perseroan bertujuan untuk menggalang dana US$ 200 juta – US$ 225 juta dengan menjual 20% saham,” tulis media itu mengutip Gilarsi.

Perusahaan milik PT Bakrie Brothers Tbk ini berencana kembali memproduksi bus listrik, setelah sebelumnya memasok bus listrik untuk PT Transjakarta. Bus listrik anyar akan digunakan Pemerintah Jawa Barat.

“Alhamdulillah, VKTR turut berada di garda depan untuk mendukung dan menjadi bagian dari langkah besar Pemprov Jawa Barat dalam proyek pengembangan BRT, khususnya untuk elektrifikasi transportasi umum di Bandung Raya,” papar Gilarsi dalam keterangan resmi pada Selasa (23/8/2022).

Bus listrik BYD yang diproduksi VKTR untuk armada Transjakarta – dok.Transjakarta

Bus yang diproduksi adalah bus merek BYD tipe C6. Dimkensi panjangnya 7.403 milimeter (mm), lebar 2.100 mm, dan tinggi 2.926 mm dengan kapasitas 25 penumpang dan seorang supir.

Rencananya, dioperasikan di Kota Bandung, Kabupaten Bandung, Kabupaten Bandung Barat, Kota Cimahi, dan sebagian Kabupaten Sumedang. “Rencananya, 260 bus listrik ini akan dioperasikan melalui 12 rute,” kata Gilarsi.

BYD mulai memproduksi bus listrik pada 2010. Data pabrikan yang dikutip Mobilitas, Rabu (31/8/2022) menunjukkan hingga akhir 2021 lalu, bus listrik BYD terjual 70.000 unit.

Bus tersebut digunakan 300 kota di 50 negara di dunia. Jumlah bus yang terjual itu setara dengan jarak tempuh sejauh 5,5 miliar kilometer. (Din/Aa)