Soal Jualan di RI, Kini Wuling Sudah Jauh Tertinggal Hyundai

0
1130
Wuling Cortez terbaru di GIIAS 2022 - dok.Mobilitas

Jakarta, Mobilitas – Pada bulan Oktober tahun ini Wuling hanya nangkring di urutan ke-10 dalam daftar 10 besar.

Padahal, di tahun – tahun sebelumnya, pabrikan asal Cina ini masih bertengger di posisi delapan atau sembilan. Dan jika diamati secara cermat, meski penjualan Wuling tak ambrol, namun kinerja masih kalah mencorong dibanding Hyundai yang dalam dua tahun terakhir membombardir pasar mobil Indonesia dengan Low SUV dan Low MPV, yakni Hyundai Creta dan Hyundai Stargazer.

Walhasil, seperti yang terlihat di data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) yang dikutip Mobilitas, Jumat (18/11/2022), dalam penjualan unit ke diler (wholesales) Hyundai menapaki urutan keenam dengan total 3.826 unit. Sedangkan Wuling, berdiam diri di posisi ke-10 setelah menjual 2.215 unit.

Posisi yang sama persis juga terjadi dalam hal penjualan unit ke konsumen secara langsung (ritel). Hyundai membukukan penjualan ritel sebanyak 3.505 unit dan bercokol di urutan keenam, adapun Wuling melego 2.957 unit dan bersemayam di posisi ke-10.

Salah satu petinggi Gaikindo kepada Mobilitas di Jakarta, Jumat (18/11/2022) mengatakan, soal penjualan tentunya terkait dengan minat konsumen. Minat ini tentu saja bukan sekadar soal harga semata yang mendasarinya, tetapi kesesuaian antara model, harga, spesifikasi, tampilan, teknologi, citra atau prestise merek, hingga fitur.

Hyundai Stargazer – dok.Istimewa

“Nah, kalau kita lihat fakta saat ini mobil yang paling diminati orang Indonesia itu Low MPV dan Low SUV, dengan rentang harga Rp 200 juta – Rp 300 juta. Mengapa? Karena daya beli masyarakat dengan PDB per kapita menurut Bank Dunia yang sebesar US$ 4.290,  daya beli mayoritas masyakarat masih menjangkau mobil dengan rentang harga sebesar itu,” papar dia.

Pertanyaannya, lanjut sang petinggi, merek mana (antara Hyundai dan Wuling) yang mempunyai mobil yang menjadi favorit masyarakat yakni Low SUV dan Low MPV? Jika keduanya sama-sama memiliki (apple to apple), lebih menarik mana gaya desain sampai tampilannya?

“Lalu, harganya lebih menarik mana? Citra mereknya lebih menarik atau lebih bergengsi mana antara Hyundai dan Wuling? Fiturnya bagaimana? Sampai nanti seandainya dijual kembali harganya masih menarik yang mana? Nah semua itu tentu yang menentukan subyektifitas konsumen. Dan ukuran itu semua ya tentu saja jumlah penjualan ritel. Tapi, ini perbandingan antara dua model yang sejenis dan sekelas ya, jadi apple to apple,” ungkap dia.

Dan yang pasti, kini Wuling – yang memiliki varian model Low MPV Confero, medium MPV Cortez, medium SUV Almaz, minibus Formo, dan mobil listrik Air ev – jauh tertinggal Hyundai. Jika sebelumnya Wuling bersaing dengan Nissan untuk menapaki posisi yang lebih tinggi (di rentang posisi 10 hingga 8), namun kini Nissan telah terlempar dari daftar 10 besar.

Wuling Almaz di GIIAS 2022 – dok.Mobilitas

Sedangkan Hyundai yang sebelumnya berada di luar daftar itu, terus merangsek dengan menyuguhkan model-model dengan gaya desain yang menarik. Saat ini Hyundai Indonesia memiliki varian produk Low SUV Creta, Low MPV Stargazer, SUV premium Palisade, Hyundai Ioniq 5, Hyundai Staria, dan SUV Hyundai Santa Fe.

Berikut data penjualan ritel 10 besar (10 merek dengan penjualan ritel terbanyak) di Oktober 2022:
1. Toyota: 30.217 unit
2. Daihatsu: 16.433 unit
3. Honda: 11.590 unit
4. Suzuki: 7.605 unit
5. Mitsubishi Motors: 6.109 unit
6. Hyundai: 3.826 unit
7. Mitsubishi Fuso: 3.441 unit
8. Isuzu: 3.186 unit
9. Hino: 2.771 unit
10. Wuling: 2.215 unit
Sumber: Gaikindo, 2022. (Jun/Aa)