<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Agrinas &#8211; Mobilitas.id</title>
	<atom:link href="https://www.mobilitas.id/tag/agrinas/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.mobilitas.id</link>
	<description>Media otomotif mobilitas.id</description>
	<lastBuildDate>Sat, 14 Mar 2026 03:51:14 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9.4</generator>

<image>
	<url>https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2024/09/cropped-favim-80x80.png</url>
	<title>Agrinas &#8211; Mobilitas.id</title>
	<link>https://www.mobilitas.id</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Diborong Agrinas, Ternyata Mahindra Scorpio Mobil Terlaris ke-9 di India</title>
		<link>https://www.mobilitas.id/diborong-agrinas-ternyata-mahindra-scorpio-mobil-terlaris-ke-9-di-india/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arif Arianto]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 14 Mar 2026 02:00:30 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[Agrinas]]></category>
		<category><![CDATA[Mahindra & Mahindra]]></category>
		<category><![CDATA[Mahindra Scorpio]]></category>
		<category><![CDATA[Pick Up Mahindra Scorpio]]></category>
		<category><![CDATA[PT Agrinas Pangan Nusantara]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.mobilitas.id/?p=27256</guid>

					<description><![CDATA[New Delhi, Mobilitas – Kendaraan komersial jenis pick...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>New Delhi, Mobilitas</strong> – Kendaraan komersial jenis pick up 4&#215;4 buatan pabrikan kondang Mahindra &amp; Mahindra itu di periode Januari – Februari penjualannya meningkat 3,9 persen dibanding periode sama di tahun 2025.</p>
<p>Data Asosiasi Industri Otomotif India (SIAM) dan Vahan yang dikutip <em>Mobilitas</em> di Jakarta, Sabtu (14/3/2026) menunjukkan selama duabuln pertama (Januari &#8211; Februari) 2026, Mahindra Scorpio terjual sebanyak 30.207 unit. Jumlah penjualan ini meningkat 22,2 persen dibanding periode sama di tahun 2025.</p>
<p>Dengan penjualan sebanyak itu, mobil merek tersebut bercokol di urutan kesembilan di daftar mobil terlaris di India dalam kurun waktu Januari – Februari 2026. Fakta berbicara, di periode itu jumlah mobil (seluruh model dari semua merek yang berjualan di India, baik lokal maupun asing, baik mobil penumpang maupun niaga) yang terjual di Negeri Sari itu mencapai 873.102 unit.</p>
<figure id="attachment_27259" aria-describedby="caption-attachment-27259" style="width: 700px" class="wp-caption aligncenter"><a href="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2026/03/Bak-belakang-Pick-Up-Mahindra-Scorpio-4x4-dok.Mobilitas-e1773460232176.jpg"><img fetchpriority="high" decoding="async" class="size-full wp-image-27259" src="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2026/03/Bak-belakang-Pick-Up-Mahindra-Scorpio-4x4-dok.Mobilitas-e1773460232176.jpg" alt="" width="700" height="485" /></a><figcaption id="caption-attachment-27259" class="wp-caption-text">Bak belakang Pick Up Mahindra Scorpio 4&#215;4 &#8211; dok.Mobilitas</figcaption></figure>
<p>Ternyata tak hanya di periode Januari – Februari saja Mahindra Scorpio menjadi mobil terlaris ke-9 di negerinya sendiri, tetapi juga di bulan Februari. Karena di bulan kedua itu, dia terjual sebanyak 14.665 unit, meningkat 7,7 persen dibanding total penjualannya di buln yang sama 2025.</p>
<p>Sekadar informasi, selama Januari – Februari tersebut, Mahindra &amp; Mahindra, menjadi merek mobil terlaris ketiga di India setelah terjual 123.528 unit dan memetik pangsa pasar 14,1 persen. Dia di belakang Maruti Suzuki dan Tata Motors yang membukukan penjualan sebanyak 335.529 unit dan 132.551 unit.</p>
<p>Seperti diketahui PT Agrinas Pangan Nusantara (Agrinas) mengimpor 35.000 unit Pick Up Mahindra Scorpio dari India untuk dijadikan angkutan logistik Koperasi Desa Merah Putih. Impor itu bagian dari impor 105.000 unit pick up dan truk ringan India buatan Mahindra &amp; Mahindra dan Tata Motors. (Din/Aa)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Hino Sanggupi Pasok Truk ke Agrinas untuk Kopdes Hanya 10.000 Unit, Ini Alasannya</title>
		<link>https://www.mobilitas.id/hino-sanggupi-pasok-truk-ke-agrinas-untuk-kopdes-hanya-10-000-unit-ini-alasannya/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arif Arianto]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 28 Feb 2026 02:00:20 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[Agrinas]]></category>
		<category><![CDATA[Hino Dutro]]></category>
		<category><![CDATA[Hino pasok agrinas]]></category>
		<category><![CDATA[produksi Hino]]></category>
		<category><![CDATA[truk Hino]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.mobilitas.id/?p=27136</guid>

					<description><![CDATA[Jakarta, Mobilitas – Pernyataan Direktur Utama PT Agrinas...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta, Mobilitas</strong> – Pernyataan Direktur Utama PT Agrinas Pangan Nusantara (Agrinas ) Joao Angelo De Sousa Mota yang menyebut telah mengajak produsen pick up dan truk di Indobesia untuk memenuhi kebutuhan kendaraan itu sebelum akhienya memutuskan mengimpor 105.000 dari Indiia diakui PT Hino Motors Sales Indonesia (HMSI).</p>
<p>Bahkan Agrinas meminta Hino untuk menyuplai lebih dari 10.000 unit truk ringan, namun HMSI hanya sanggup memasok 10.000 unit. Itu pun setelah dikonsultasikan dan mendapat persetujuan dari prinsipal Hino Motors di Jepang.</p>
<p>&#8220;Pemerintah melalui Agrinas bahkan mengajak kami dan semua produsen (kendaraan komersial ini) untuk memasok kendaraan yang akan digunakan oleh Koperasi Desa Merah Putih. Bahkan membuka seluas-luasnya bagi kami. Tetapi, karena kapasitas (produksi) kami memang terbatas, apalagi tenggatnya sampai Maret 2026 nanti sudah harus beres, maka kami hanya sanggup10.000 unit saja,&#8221; papar Sales &amp; After Sales Director PT HMSI, Susilo Darmawan, saat ditemui <em>Mobilitas</em> di sela Berbuk Puas Bersama Hino dengan media, di Jakarta, Jumat (27/2/2026).</p>
<p>Sementara, di tempat yang sama, Supply Chain and Marketing Communication (SCMC) Division Head PT HMSI Wibowo Santoso kepada media menyatakan Hino memang ikut berpartisipasi proses tender pengadaan kendaraan niaga untuk Koperasi Merah Putih.<br />
“Tetapi, hasilnya berapa unit yang bisa dipasok itu, tergantung kapasitas dan persiapan produksi dari masing-masing merek. Kami sanggup 10.000 unit truk ringan, karena batas waktunya sampai Maret 2026, ini cukup berat,&#8221; kata Wibowo.</p>
<figure id="attachment_13153" aria-describedby="caption-attachment-13153" style="width: 700px" class="wp-caption aligncenter"><a href="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2023/07/Tampilan-sasis-Hino-Dutro-300-dok.Mobilitas-e1688983505224.jpg"><img decoding="async" class="size-full wp-image-13153" src="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2023/07/Tampilan-sasis-Hino-Dutro-300-dok.Mobilitas-e1688983505224.jpg" alt="" width="700" height="498" srcset="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2023/07/Tampilan-sasis-Hino-Dutro-300-dok.Mobilitas-e1688983505224.jpg 700w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2023/07/Tampilan-sasis-Hino-Dutro-300-dok.Mobilitas-e1688983505224-300x213.jpg 300w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2023/07/Tampilan-sasis-Hino-Dutro-300-dok.Mobilitas-e1688983505224-150x107.jpg 150w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2023/07/Tampilan-sasis-Hino-Dutro-300-dok.Mobilitas-e1688983505224-696x495.jpg 696w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2023/07/Tampilan-sasis-Hino-Dutro-300-dok.Mobilitas-e1688983505224-590x420.jpg 590w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2023/07/Tampilan-sasis-Hino-Dutro-300-dok.Mobilitas-e1688983505224-100x70.jpg 100w" sizes="(max-width: 700px) 100vw, 700px" /></a><figcaption id="caption-attachment-13153" class="wp-caption-text">Ilustrasi, sasis truk Hino Dutro 300 &#8211; dok.Mobilitas</figcaption></figure>
<p>Terlebih, dari kapasitas terpasang produksi Hino yang sebanyak 60.000 unit per tahun, baru terpakai atau baru digunakan 20 persen alias 12.000 unit. Padahal untuk menambah jumlah produksi tidak bisa dengan serta merta dalam waktu singkat, artinya tenggat waktu Maret dengn produksi lebih 10.000 unit untuk Agrinas saja) itu berat.</p>
<p>“Kami harus menambah jumlah pekerja, persiapan pengadaan komponen dari supplyer itu membutuhkan waktu. Artinya, untuk mengakselerasi penambahan jumlh produksi itu juga butuh waktu, tidak bisa sekonyong-konyong atau dengan serta merta. Jadi di sini masalahnya,&#8221; tandas Wibowo.</p>
<p>Soal kesepakatan harga dan diskon yang diberikan, Wibowo enggan menyebutkanny. Tetapi yang pasti, kata dia, pihaknya memberikan harga terbaik karena mendukung dan mengapressi program itu.</p>
<p>Sebelumnya, Direktur Utama Agrinas Joao Angelo De Sousa Mota, menyatakan pengadaan kendaraan dari India dilakukan setelah negosiasi dengan produsen lokal tidak mencapai titik temu, terutama terkait harga dan kapasitas produksi, Sehingga dari produsen lokal disepakai hanya 45.000 unit. Mereka berasal dari Mitsubishi Fuso 20.600 unit, Foton Aumark 13.500 unit, Hino 10 ribu unit, dan Isuzu 900 unit. (Swe/Aa)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Anggota Komisi VI DPR Ini Minta Impor 105.000 Pick Up dan Truk India Dihentikan Dulu, Ini Alasannya</title>
		<link>https://www.mobilitas.id/anggota-komisi-vi-dpr-ini-minta-impor-105-000-pick-up-dan-truk-india-dihentikan-dulu-ini-alasannya/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arif Arianto]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 27 Feb 2026 02:00:49 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[Agrinas]]></category>
		<category><![CDATA[impor 105.000 pick u]]></category>
		<category><![CDATA[Mahindra]]></category>
		<category><![CDATA[p]]></category>
		<category><![CDATA[Tata Motors]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.mobilitas.id/?p=27124</guid>

					<description><![CDATA[Jakarta, Mobilitas – Sekretaris Jenderal Partai Demokrat yang...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta, Mobilitas</strong> – Sekretaris Jenderal Partai Demokrat yang juga anggota Komisi VI DPR RI, Herman Khaeron, beralasan rencana pengadaan 105.000 unit kendaraan komersial jenis pick up dan truk untuk Koperasi Desa/ Kelurahan Merah Putih tak pernah dibahas di DPR.</p>
<p>Sehingga, sebut Khaeron yang dihubungi <em>Mobilitas</em> di Jakarta, Jumat ( 27/2/2026), demi transparansi dan akuntabilitas, maka pengadaan 105 ribu unit kendaraan dengan anggaran Rp 24,6 triliun itu harus ditunda dulu. Kebijakan impor kendaraan oleh PT Agrinas Pangan Nusantara (Agrinas) harus dibahas di DPR dulu.</p>
<p>&#8220;Kami minta hentikan dulu sampai betul-betul ada keputusan dari pemerintah yang memastikan bahwa ini dapat dijalankan. Karena anggaran besar sekali. Terlebih, Pak Presiden Prabowo sendiri kan ingin kemampuan lokal dikedepankan,&#8221; tandas Herman.</p>
<figure id="attachment_27073" aria-describedby="caption-attachment-27073" style="width: 700px" class="wp-caption aligncenter"><a href="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2026/02/Truk-Tata-Ultra-T7-dok.Istimewa-e1771735526955.jpg"><img decoding="async" class="size-full wp-image-27073" src="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2026/02/Truk-Tata-Ultra-T7-dok.Istimewa-e1771735526955.jpg" alt="" width="700" height="503" srcset="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2026/02/Truk-Tata-Ultra-T7-dok.Istimewa-e1771735526955.jpg 700w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2026/02/Truk-Tata-Ultra-T7-dok.Istimewa-e1771735526955-180x130.jpg 180w" sizes="(max-width: 700px) 100vw, 700px" /></a><figcaption id="caption-attachment-27073" class="wp-caption-text">Truk Tata Ultra T7 &#8211; dok.Istimewa</figcaption></figure>
<p>Sebab, kata Herman, dalam pembahasan anggaran Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih sebelumnya disebutkan ada 80.000 Koperasi. Masing-masing mendapata anggaran Rp 3 miliar peuntukkannya Rp 1,6 miliar untuk pembangunan gedung, Rp 500 juta untuk modal kerja, dan sisanya untuk sarana prasarana termasuk transportasi.</p>
<p>&#8220;Masalahnya, tidak disebutkan kendaraannya itu jenis apa. Kemudian apakah kendaraan tersebut dari produksi mana. Ini yang kemudian menjadi pertanyaan. Oleh karena itu aga tidak menimbulkan polemik berkepanjangan, sebaiknya dihentikan dulu. Karena kabarnya kan sudah bayar uang muka dan sebagian</p>
<p>Seperti diketahui, PT Agrinas Pangan Nusantara (Agrinas) akan mengimpor 105.000 unit kendaraan niaga – pick up dan truk – dari dua pabrikan India yaitu Mahindra dan Tata Motors. Rinciannya 35.000 pick up Mahindra Scorpio dari Mahindra dan 35.000 pick up Tata Yodha serta 35.000 truk Tata Ultra T7 dari Tata Motors. (Jrr/Aa)</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Mau Diserbu Produk India, Ternyata Begini Rapor Terkini Penjualan Pick Up di RI</title>
		<link>https://www.mobilitas.id/mau-diserbu-produk-india-ternyata-begini-rapor-terkini-penjualan-pick-up-di-ri/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arif Arianto]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 25 Feb 2026 05:00:03 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[Agrinas]]></category>
		<category><![CDATA[impor pick-up]]></category>
		<category><![CDATA[penjualan pick up 2025]]></category>
		<category><![CDATA[penjualan pick up 2026]]></category>
		<category><![CDATA[Pick Up]]></category>
		<category><![CDATA[pick up terlaris 2026]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.mobilitas.id/?p=27107</guid>

					<description><![CDATA[Jakarta, Mobilitas – Sepanjang bulan Januari 2026 tersebut,...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta, Mobilitas</strong> – Sepanjang bulan Januari 2026 tersebut, penjualan kendaraan niaga jenis pick up (gabungan low pick up 4&#215;2 dan medium pick up baik single maupun double cabin berpenggerak 4&#215;2 serta 4&#215;4), di Indonesia tercatat meningkat.</p>
<p>Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) yang disitat <em>Mobilitas</em> di Jakarta, Rabu (25/2/2026) menunjukkan di bulan perdana 2026 itu total penjualan grosir pick up di Tanah Air dari pabrik ke dealer (<em>wholesales</em>) maupun penjualan eceran dari dealer ke konsumen (penjualan ritel) naik dibanding Januari 2025.</p>
<p>Total <em>wholesales</em> di bulan Januari tahun ini tercatat sebanyak 8.832 unit. Jumlah itu melonjak 17 persen dibanding total <em>wholesales</em>-nya di Januari 2025. Namun jumlah tersebut anjlok dibanding bulan Desember 2025 yang masih sebanyak 13.219 unit.</p>
<p>Sementara, penjualan ritel yang dibukukan kendaraan pick up di bulan Januari 2026 sebanyak 9.568 unit, melonjak dibanding Januari tahun 2025 yang masih sebanyak 7.655 unit. Tetapi, penjualan eceran di bulan perdana 2026 tersebut anjlok dibanding penjualan ritelnya di Desember 2025 yang mencapai 12.381 unit.</p>
<figure id="attachment_25345" aria-describedby="caption-attachment-25345" style="width: 700px" class="wp-caption aligncenter"><a href="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2025/08/Pick-Up-Suzuki-Carry-di-GIIAS-2025-dok.Mobilitas-e1755786269202.jpg"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-25345" src="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2025/08/Pick-Up-Suzuki-Carry-di-GIIAS-2025-dok.Mobilitas-e1755786269202.jpg" alt="" width="700" height="496" /></a><figcaption id="caption-attachment-25345" class="wp-caption-text">Pick Up Suzuki Carry di GIIAS 2025 &#8211; dok.Mobilitas</figcaption></figure>
<p>Gaikindo mencatat sepanjang tahun 2025 total <em>wholesales</em> mobil pick up di pasar Indonesia 107.008 unit turun 5,35 persen dari tahun sebelumnya. Sedangkan total penjualan ritelnya mencapai 110.574 unit, naik dibanding penjualan eceran selama tahun 2024 yang sebanyak 101. 136 unit.</p>
<p>Ketua I Gaikindo, Jongkie Sugiarto, yang dihubungi <em>Mobilitas</em> di Jakarta, Rabu (25/2/2026) menyebut permintaan kendaraan niaga pick up sangat tergantung dinamika ekonomi nasional. &#8220;Karena kendaraan niag atau kendaraan komersial itu merupakan kendaraan operasional penunjang kegiatan bisnis. Kalau volume bisnis tumbuh, <em>demand</em> (permintaan) kendaraan ini naik. Begitu pun sebaliknya. Sementara kondisi bisnis tergantung dinamika pertumbuhan ekonomi,&#8221; tandas Jongkie.</p>
<p>Menurut dia, Indonesia memiliki kapasitas produksi pickup, hingga 400.000 unit per tahun. Namun dari kapasitas produksi terpasang sebanyak itu belum semua terpakai, karena permintaan pasr yang memang belum sebanyak kapasitas produksi.</p>
<p>&#8220;Kapasitas produksi yang terpakai itu untuk pick up 4&#215;2, dn indi kandungan lokalnya 40 persen lebih. Sedangkan yang 4&#215;4 belum diproduksi karena permintaan pasarnya itu kecil, sehingga tidak memenuhi skala ekonomi. Tetapi industri kita siap dan bisa produksi 4&#215;4 kapan saja ,&#8221; kata Jongkie. (Jrr/Aa)</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Ironis, Ekspor Kendaran Niaga RI Baru 20 Ribuan Unit Kok Agrinas Impor 105.000 Unit</title>
		<link>https://www.mobilitas.id/ironis-ekspor-kendaran-niaga-ri-baru-20-ribuan-unit-kok-agrinas-impor-105-000-unit/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arif Arianto]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 24 Feb 2026 09:00:34 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[Agrinas]]></category>
		<category><![CDATA[impor kendaraan komersial]]></category>
		<category><![CDATA[Mahindra]]></category>
		<category><![CDATA[Tata Motors]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.mobilitas.id/?p=27103</guid>

					<description><![CDATA[Jakarta, Mobilitas – Total jumlah kendaraan komersial –...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta, Mobilitas</strong> – Total jumlah kendaraan komersial – truk, pick up, dan van – yang diekspor Indonesia secar utuh (CBU) pada tahun 2025 itu setara dengan sekitar 4 persen dari total kendaraan bermotor roda empat atau lebih (baik penumpang maupun komersial) yang dikirim ke luar negeri pada waktu itu.</p>
<p>Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) yang dikutip <em>Mobilitas</em> di Jakarta, Selasa (24/2/2026) menunjukkan di tahun 2025 total seluruh kendaraan bermotor roda empat CBU yang diekspor mencapai 518.212 unit. Jumlah tersebut meningkat sebesar 9,75 persen dibanding tahun 2024 yang sebanyak 472.194 unit.</p>
<p>Sementara, total jumlah kendaraan komersial CBU yang diekspor pada tahun 2024 itu, hanya sebanyak 20.326 unit. &#8220;Sehingga sungguh sangat ironis, jika melihat kinerja ekspor kendaraan komersil CBU yang diekspor hanya sebanyak itu, tetapi PT Agrinas Pangan Nusantara (Agrinas) mengimpor 105.000 kendaraan komersial atau kendaraan niaga (jenis pick up dan truk ringan) dari India,&#8221; ungkap pengamat industri dari Magna Respublica, Agus Patria Wardhana.</p>
<p>Menurut Agus yang dihubungi <em>Mobilitas</em> di Jakarta, Selasa (24/2/2026) menyebut dalam ekspor-impor kendaraan bermotor roda empat – jika benar Agrinas mengimpor 105.000 kendaraan komersial – maka neraca Indonesia mengalami defisit.</p>
<figure id="attachment_27060" aria-describedby="caption-attachment-27060" style="width: 700px" class="wp-caption aligncenter"><a href="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2026/02/Pick-Up-Tata-Yodha-dok.Istimewa-e1771572475859.jpg"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-27060" src="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2026/02/Pick-Up-Tata-Yodha-dok.Istimewa-e1771572475859.jpg" alt="" width="700" height="498" /></a><figcaption id="caption-attachment-27060" class="wp-caption-text">Pick-Up Tata Yodha &#8211; dok.Istimewa</figcaption></figure>
<p>&#8220;Ini sebuah ironi, karena di saat pemerintah terus menggaungkan penguatan kinerja ekspor, ternyata di sektor otomotif khususnya kendaraan niaga ternyata kita terancam trade-off. Kita terancam defisit. Ini tentu tidak memberikan support moral ke industri otomotif yang ada di dalam negeri,&#8221; tandas Agus</p>
<p>Padahal, jika pemenuhan kebutuhan kendaraan komersial itu dipenuhi dari dalam negeri, maka anggaran untuk impor 105.000 kendaraan yang konon mencapai Rp 24,66 triliun itu bisa menjadi stimulasi industri dalam negeri.</p>
<p>&#8220;<em>Multiplier effect</em>-nya jauh lebih besar. Industri otomotif dan komponen serta pendukung lainnya bisa tetap hidup, dan pekerja terhindar dari PHK. Kalau masyarakat punya pendapatan, maka daya beli untuk konsumsi juga tinggi, sehingga roda ekonomi kita berputar dan tumbuh,&#8221; jelas Agus.</p>
<p>Seperti diketahui, PT Agrinas Pangan Nusantara (Agrinas) akan mengimpor 105.000 unit kendaraan niaga – pick up dan truk – dari dua pabrikan India yaitu Mahindra dan Tata Motors. Rinciannya 35.000 pick up Mahindra Scorpio dari Mahindra dan 35.000 pick up Tata Yodha serta 35.000 truk Tata Ultra T7 dari Tata Motors. (Jrr/Aa)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Wakil Ketua DPR Minta Impor 105.000 Pick Up dan Truk India Ditunda, Ini Kata Agrinas</title>
		<link>https://www.mobilitas.id/wakil-ketua-dpr-minta-impor-105-000-pick-up-dan-truk-india-ditunda-ini-kata-agrinas/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arif Arianto]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 24 Feb 2026 07:00:59 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[Agrinas]]></category>
		<category><![CDATA[impor 105.000 Pick Up dan Truk]]></category>
		<category><![CDATA[pickup India]]></category>
		<category><![CDATA[truk india]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.mobilitas.id/?p=27098</guid>

					<description><![CDATA[Shanghai, Mobilitas – Sebelumnya Wakil Ketua DPR RI...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Shanghai, Mobilitas</strong> – Sebelumnya Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco menegaskan pihaknya telah menyampaikan agar rencan impor 105.000 kendaraan niaga jenis pick up dan truk ringan dari India oleh PT PT Agrinas Pangan Nusantara (Agrinas) ditunda dulu.</p>
<p>Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad merespons rencana impor mobil pikap dari India untuk operasional Koperasi Merah Putih yang menjadi sorotan. Dasco meminta pemerintah menunda dulu rencana tersebut.</p>
<p>&#8220;Untuk rencana impor 105 ribu mobil pick up (truk ringan) dari India itu, saya sudah menyampaikan pesan kepada pemerintah agar rencana tersebut ditunda dulu, mengingat Presiden masih di luar negeri. Dan tentunya juga presiden akan meminta pendapat dan mengkalkulasi kesiapan dari perusahaan dalam negeri,&#8221; papar Dasco yang ditemui awak media di Gedung Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (23/2/2026).</p>
<figure id="attachment_27073" aria-describedby="caption-attachment-27073" style="width: 700px" class="wp-caption aligncenter"><a href="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2026/02/Truk-Tata-Ultra-T7-dok.Istimewa-e1771735526955.jpg"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-27073" src="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2026/02/Truk-Tata-Ultra-T7-dok.Istimewa-e1771735526955.jpg" alt="" width="700" height="503" srcset="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2026/02/Truk-Tata-Ultra-T7-dok.Istimewa-e1771735526955.jpg 700w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2026/02/Truk-Tata-Ultra-T7-dok.Istimewa-e1771735526955-180x130.jpg 180w" sizes="auto, (max-width: 700px) 100vw, 700px" /></a><figcaption id="caption-attachment-27073" class="wp-caption-text">Truk Tata Ultra T7 &#8211; dok.Istimewa</figcaption></figure>
<p>Sementara, pernyataan Direktur Utama PT Agrinas, Joao Angelo De Sousa Mota, yang disitat <em>Mobilitas</em> dari Bloomberg di Jakarta, Selasa (23/2/2026) menegaskan dia akan <em>manut</em> dan mengikuti keputusan pemerintah. &#8220;Kami ikutin, manut saja. Apapun pun keputusannya. Kami yang penting berkerja saja untuk negeri dan masyarakat,” ungkap Joao.</p>
<p>Dia mengatakan rencana pengadaan kendaraan niaga (pick up dan truk ringan) dari India itu didasari niatan dan tujuan baik, yakni menyediakan angkutan operasional logistik Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih dengan biaya yang relatif murah. Sebab, harga kendaraan dari Negeri Sari itu relatif lebih murah dengan kualitas yang tidak kalah.</p>
<p>Seperti diketahui, PT Agrinas berencana mengimpor 105.000 unit kendaraan niaga – pick up dan truk secara utuh (CBU) – dari dua pabrikan India yaitu Mahindra dan Tata Motors. Rinciannya 35.000 pick up Mahindra Scorpio dari Mahindra dan 35.000 pick up Tata Yodha serta 35.000 truk Tata Ultra T7 dari Tata Motors. (Jrr/Aa)</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Dapat Pesanan 70.000 Pick Up dan Truk dari Agrinas, Penjualan Tata Motors di RI Ternyata Suram</title>
		<link>https://www.mobilitas.id/dapat-pesanan-70-000-pick-up-dan-truk-dari-agrinas-penjualan-tata-motors-di-ri-ternyata-suram/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arif Arianto]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 23 Feb 2026 08:00:08 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[Agrinas]]></category>
		<category><![CDATA[imor truk India]]></category>
		<category><![CDATA[impor Pick Up Indai]]></category>
		<category><![CDATA[PT TMDI]]></category>
		<category><![CDATA[Tata Motors]]></category>
		<category><![CDATA[Tata Ultra T7]]></category>
		<category><![CDATA[Tata Yodha]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.mobilitas.id/?p=27088</guid>

					<description><![CDATA[Jakarta, Mobilitas – Produsen otomotif asal India, Tata...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta, Mobilitas</strong> – Produsen otomotif asal India, Tata Motors, mulai masuk pasar otomotif Indonesia pada September 2013 melalui Tata Motors Distribusi Indonesia (TMDI) yang didirikan pada September 2012.</p>
<p>Awalnya, pabrikan itu menjual kendaraan penumpang dan kendaraan komersial model pick up dan truk sejak tahun tahun 2015. Meski, ternyata sejak tahun 2019 penjualannya terus merosot. Bahkan di tahun 2025 tidak diketahui kabar kiprah penjualan kendaraan merek ini di Tanah Air.</p>
<p>Sekretaris Jenderal Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), Kukuh Kumara, yang dihubungi <em>Mobilitas</em> di Jakarta, Senin (23/2/2026) menyebut Tata Motors sudah keluar dari keanggotaan Gaikindo. Meski tak ingat persisnya, tetapi Kukuh memastikan keluarnya Tata Motors dari organisasi industri mobil itu sudah cukup lama.</p>
<p>&#8220;Seingat saya, Tata itu keluar dari Gaikindo sudah cukup lama,&#8221; kata Kukuh.</p>
<p>Kendati begitu, rekam jejaknya masih ada di data Gaikindo hingga akhir 2024 lalu. Data organisasi tersebut yang dikutip <em>Mobilitas</em> di Jakarta, Senin (23/2/2026) menunjukkan pada tahun 2016 PT TMDI membukukan penjualan grosir dari pabrik ke dealer (<em>wholesales</em>) sebanyak 976 unit.</p>
<figure id="attachment_27060" aria-describedby="caption-attachment-27060" style="width: 700px" class="wp-caption aligncenter"><a href="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2026/02/Pick-Up-Tata-Yodha-dok.Istimewa-e1771572475859.jpg"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-27060" src="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2026/02/Pick-Up-Tata-Yodha-dok.Istimewa-e1771572475859.jpg" alt="" width="700" height="498" /></a><figcaption id="caption-attachment-27060" class="wp-caption-text">Pick-Up Tata Yodha &#8211; dok.Istimewa</figcaption></figure>
<p>Kemudian tahun 2017 sebanyak 1.065 unit, tahun 2018 sebanyak 1.111 unit, tahun 2019 turun menjadi 810 unit, tahun 2020 turun lagi tinggal 235 unit, dan bahkan di tahun 2021 turun menjadi 173 unit. Pada tahun berikutnya atau tahun 2022 sedikit naik menjadi 205 unit, tetapi di tahun 2023 kembali terperosok hingga menjadi 31 unit.</p>
<p>Kemerosotan semakin parah di tahun 2024 dimana penjualan yang terekam, total <em>wholesales</em> hanya 1 unit, anjlok hingga 93,3 persen dibanding total <em>wholesales</em> yang dicetaknya ada periode sama di tahun 2023. Sementara, penjualan ritelnya (penjualan ke konsumen) hanya 1 unit, anjlok 86,7 persen dibanding total penjualan ritel di periode sama di tahun 2023.</p>
<p>Lalu di tahun 2025 tidak ada laporan penjualan dri Tata Motors melalui PT TMDI baik <em>wholesales</em> maupun penjualan ritel. Begitu pulaa di Januari 2026.</p>
<p>Kini, sejak awal Februari 2026, nama Tata Motors kembali menggema di Indonesia setelah siaran pers Tata Motors India menyebut pihaknya mendapatkan pesanan kendaraan komersial pick up Tata Yodha dan truk ringan Tata Ultra T7 dari BUMN Indonesia, PT Agrinas Pangan Nusantara (Agrinas). Rinciannya, 35.000 unit pick up Yodha dan 35.000 unit truk ringan Tata Ultra T7.</p>
<p>Impor kendaraan niaga oleh Agrinas secara utuh atau CBU itu mendapatkan reaksi keras dari lembaga pemerintah, Gaikindo, industri komponen, hingga produsen kendaraan. Bahkan dari organisasi serikat buruh. (Anp/Aa)</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Impor 105.000 Pick Up dan Truk dari India, Ketua KSPSI Sebut Agrinas Tak Punya Kepekaan Krisis</title>
		<link>https://www.mobilitas.id/impor-105-000-pick-up-dan-truk-dari-india-ketua-kspsi-sebut-agrinas-tak-punya-kepekaan-krisis/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arif Arianto]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 23 Feb 2026 05:00:46 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[Agrinas]]></category>
		<category><![CDATA[impor Pick Up India]]></category>
		<category><![CDATA[impor truk India]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.mobilitas.id/?p=27085</guid>

					<description><![CDATA[Jakarta, Mobilitas – Ketua Umum Konfederasi Serikat Pekerja...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta, Mobilitas</strong> – Ketua Umum Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Jumhur Hidayat menegaskan impor kendaraan komersial itu sebanyak itu sebagai sebuah ironi dan tak peka terhadap keadaan industri dalam negeri yang tengah melemah.</p>
<p>Jumhur yang dihubungi <em>Mobilitas</em> di Jakarta, Senin (23/2/2026) menyebut penjulan mobil (kendaraan penumpang maupun komersial atau niaga) di Indonesia terus merosot dalam tiga tahun terakhir. Kondisi tersebut membuat industri kendaraan bermotor roda empat atau lebih di Tanah Air semakin berat menahan beban.</p>
<p>&#8220;Ini imbasnya ke buruh atau pekerja. Merek selalu dihantui perasaan was-was khawatir PHK terjadi. Kalau kondisi ketenangan dan ketenteraman mental merek terganggu ya tentu akan berpengaruh ke etos dan produktivitas kerja. Apalagi banyak perusahaan yang juga mengurangi jam kerja biar tidak ada PHK, &#8221; papar Jumhur.</p>
<p>Merujuk data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), Jumhur menyebut, anjloknya penjualan kendaraan bermotor roda empat atau lebih selama tiga tahun berturut-turut merupakan alarm, bahwa industri otomotif nasional dalam kondisi darurat. &#8220;Sinyal ini harus dibaca, dan kalau punya <em>sense of crisis</em> atau kepekaan krisis, ada empati, impor-impor itu tidak akan terjadi. Industri otomotif kita sedang tidak baik-baik saja, &#8221; tandas mantan aktivis mahasiswa ITB itu.</p>
<p>Jika terjadi PHK buruh secara besar-besaran, lanjut Jumhur, maka yang rugi juga negara karena pertumbuhan ekonomi terganngu, sebaab daya beli masyarakat akan jeblok. Dan anjloknya daya beli akan menurunkan konsumsi, sektor yang selama ini menyokong pergerakan roda perekonomian nasional hingga 40 persen.</p>
<figure id="attachment_27060" aria-describedby="caption-attachment-27060" style="width: 700px" class="wp-caption aligncenter"><a href="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2026/02/Pick-Up-Tata-Yodha-dok.Istimewa-e1771572475859.jpg"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-27060" src="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2026/02/Pick-Up-Tata-Yodha-dok.Istimewa-e1771572475859.jpg" alt="" width="700" height="498" /></a><figcaption id="caption-attachment-27060" class="wp-caption-text">Pick-Up Tata Yodha &#8211; dok.Istimewa</figcaption></figure>
<p>Sementara itu, data Gaikindo yang disitat <em>Mobilitas</em> di Jakarta, Senin (23/2/2026) menunjukkan di tahun 2023 penjualan grosir bermotor roda empat atau lebih dari pabrik ke dealer (<em>wholesales</em>) sebanyak 1.005.802 unit jumlah itu melorot 4 persen dibanding tahun 2022 yang sebanyak 1.048.040 unit.</p>
<p>Sedangkan penjualan ecerannya dari dealer ke konsumen (penjualan ritel) di tahun yang sama 998.059 unit. Turun 1,5 persen dibanding tahun 2022 yang masih sebanyak1.013.582 unit.</p>
<p>Kemudian, pada tahun 2024, penjualan ritel ajlok 10,9 menjadi 889.680 unit. Lalu, di tahun 2025 penjualan ke konsumen tersebut kembali anjlok 6, 3 persen, karena totalnya hanya 833.692 unit.</p>
<p>Seperti diketahui, PT Agrinas Pangan Nusantara (Agrinas) telah meneken pembelian 105.000 unit kendaraan niaga – pick up dan truk – dari dua pabrikan India yaitu Mahindra dan Tata Motors.Rinciannya 35.000 pick up Mahindra Scorpio dari Mahindra dan 35.000 pick up Tata Yodha serta 35.000 truk Tata Ultra T7 dari Tata Motors. (Jrr/Aa)</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pasar Truk RI Loyo Agrinas Malah Impor Truk 35.000 dari India , Ini Efek Negatifnya</title>
		<link>https://www.mobilitas.id/pasar-truk-ri-loyo-agrinas-malah-impor-truk-35-000-dari-india-ini-efek-negatifnya/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arif Arianto]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 22 Feb 2026 02:00:19 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[Agrinas]]></category>
		<category><![CDATA[impor truk India]]></category>
		<category><![CDATA[Pasar Truk RI 2026]]></category>
		<category><![CDATA[produksi Truk]]></category>
		<category><![CDATA[Tata Motors India]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.mobilitas.id/?p=27072</guid>

					<description><![CDATA[Jakarta, Mobilitas – Keterangan resmi Tata Motors India...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta, Mobilitas</strong> – Keterangan resmi Tata Motors India menyebut pihaknya akan mengirim 35.000 unit truk ringan Tata Ultra T7 ke PT Agrinas Pangan Nusantara (Agrinas), selain 35.000 unit pick up Tata Yodha.</p>
<p>Kedua kendaraan niaga dari Tata Motors yang sebanyak 70.000 unit ini merupakan bagian dari total impor kendaraan truk dan pick up dari India oleh Agrinas yamg totalnya 105.000 unit. Sebab selain dari Tata Motors, Agrinas juga mengimpor 35.000 unit pick up Mahindra Scorpio dari Mahindra yang juga dari India.</p>
<p>Sumber <em>Mobilitas</em> di Kementerian Perindustrian yang dihubungi di Jakarta, Sabtu (22/2/2026), mengatan total jumlah truk ringan impor dari India sebanyak 35.000 unit itu mencapai setengah dari total penjualan truk – berbagai kategori dari seluruh merek – di Indonesia sepanjang 2025 lalu.</p>
<p>&#8220;Karena di tahun 2025 itu, total <em>wholesales</em> (penjualan grosir dari pabrik ke dealer) maupun penjualan ritel (penjualan eceran dari dealer ke konsumen) totalnya enggak sampai 60.000 unit. Itu pun juga turun dibanding tahun 2024. Artinya, ketika industri lokal terpuruk, justru penimpor ini tidak berpihak, &#8221; papar pejabat itu.</p>
<p>Padahal, lanjut dia, impor dengan total nilai sekitar Rp 24,66 triliun (impor truk dan pick up) itu jika digunakan untuk membeli produk lokal, tak hanya mendongkrak kinerja produsen truk yang ada di Indonesia, tetapi juga industri pendukung seperti komponen dan lainnya.</p>
<figure id="attachment_14221" aria-describedby="caption-attachment-14221" style="width: 700px" class="wp-caption aligncenter"><a href="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2023/09/Ilustrasi-truk-yang-melintas-di-jalan-tol-dok.Mobilitas-e1693644727426.jpg"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-14221" src="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2023/09/Ilustrasi-truk-yang-melintas-di-jalan-tol-dok.Mobilitas-e1693644727426.jpg" alt="" width="700" height="508" /></a><figcaption id="caption-attachment-14221" class="wp-caption-text">Ilustrasi, truk yang melintas di jalan tol &#8211; dok.Mobilitas</figcaption></figure>
<p>&#8220;Kondisi pasar sudah <em>loyo</em>, yang mestinya ditolong tapi <em>enggak</em>. Kalau kondisi industri <em>gini-gini aja</em>, akan berat. Permintaan komponen juga <em>stagnan segitu-segitu</em> <em>aja</em>, tidak ada perkembangan, pemasok bisa PHK karyawan. Kalau banyak orang nganggur, daya beli lemah, Dan kalau daya beli lemah, pertumbuhan ekonomi juga beralt untuk meningkat, &#8221; tandas dia.</p>
<p>Sekadar informasi, data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) yang dikutip <em>Mobilitas</em> di Jakarta, Minggu (22/2/2026) menunjukkan pada tahun 2025 itu total <em>wholesales</em> truk di Indobesia sebanyak 56.754 unit. Jumlah itu merosot 15 persen dibanding total <em>wholesales</em> di tahun sebelumnya.</p>
<p>Sementara, total penjualan ritel yang tercetak di tahun tersebut sebanyak 59.303 unit. Jumlah penjualan eceran ke konsumen itu anjlok 11 persen dibanding penjualan ritel yang tercapai di tahun 2024.</p>
<p>Pada tahun tersebut, Mitsubishi Fuso Indonesia yang merupakan raja penjualan truk ringan – dengan pangsa pasar 55 persen – membukukan <em>wholesales</em> 25.235 unit. Sementara total penjualan ritelnya 25.613 unit. (Yus/Aa)</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Agrinas Impor Pick-Up Mahindra dan Tata dari India, Ini Respon Kemenperin Serta Gaikindo</title>
		<link>https://www.mobilitas.id/agrinas-impor-pick-up-mahindra-dan-tata-dari-india-ini-respon-kemenperin-serta-gaikindo/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arif Arianto]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 20 Feb 2026 05:00:16 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[Agrinas]]></category>
		<category><![CDATA[impor pick-up]]></category>
		<category><![CDATA[impor pick-up Agrinas]]></category>
		<category><![CDATA[Mahindra]]></category>
		<category><![CDATA[Pick-up Scorpio]]></category>
		<category><![CDATA[pick-up Yodha]]></category>
		<category><![CDATA[Tata Motors]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.mobilitas.id/?p=27059</guid>

					<description><![CDATA[Jakarta, Mobilitas – Sebelumnya, siaran pers dua pabrikan...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta, Mobilitas</strong> – Sebelumnya, siaran pers dua pabrikan otomotif India yakni Mahindra dan Tata Motors menyebut Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Indonesia PT Agrinas Pangan Nusantara (Agrinas) membeli kendaraan niaga jenis truk dan pick-up asal India hingga 105.000 unit dari mereka.</p>
<p>Keterangan resmi Mereka yang disitat <em>Mobilitas</em> di Jakarta, Rabu (18/2/2026) menyebut dari Mahindra dibeli 35.000 unit pickup Scorpio. Sedangkan dari Tata Motors, Agrinas membeli 70.000 unit kendaraan, terdiri dari 35.000 unit pick up Yodha dan 35.000 unit truk ringan Tata Ultra T7.</p>
<p>Menanggapi langkah Agrinas itu, dalam keterangan resminya yang diterima <em>Mobilitas</em> di Jakarta, Jumat (20/2/2026) Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menegaskan jika pengadaan 70.000 unit pick-up (4&#215;2) dipenuhi oleh produk dalam negeri, maka akan memberikan dampak positif. Menurut dia akan terjadi manfaat ekonomi (backward linkage) sebesar kurang lebih Rp 27 triliun.</p>
<p>“Apabila seluruh kebutuhan kendaraan pick-up dipenuhi melalui impor, maka nilai tambah ekonomi dan penyerapan tenaga kerja akan dinikmati oleh industri di luar negeri. Namun, apabila kebutuhan tersebut dapat dipenuhi oleh industri dalam negeri, maka manfaat ekonomi, penciptaan lapangan kerja, dan penguatan industri nasional juga akan dirasakan di dalam negeri,” papar Agus.</p>
<figure id="attachment_27061" aria-describedby="caption-attachment-27061" style="width: 699px" class="wp-caption aligncenter"><a href="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2026/02/Mahindra-Scorpio-Pick-Up-4x2-Adventure-dok.Mahindra-e1771572612820.jpg"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-27061" src="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2026/02/Mahindra-Scorpio-Pick-Up-4x2-Adventure-dok.Mahindra-e1771572612820.jpg" alt="" width="699" height="502" srcset="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2026/02/Mahindra-Scorpio-Pick-Up-4x2-Adventure-dok.Mahindra-e1771572612820.jpg 699w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2026/02/Mahindra-Scorpio-Pick-Up-4x2-Adventure-dok.Mahindra-e1771572612820-180x130.jpg 180w" sizes="auto, (max-width: 699px) 100vw, 699px" /></a><figcaption id="caption-attachment-27061" class="wp-caption-text">Mahindra Scorpio Pick Up 4&#215;2 Adventure &#8211; dok.Mahindra</figcaption></figure>
<p>Terlebih, lanjut Agus, saat ini industri otomotif nasional telah memiliki kemampuan produksi kendaraan pick-up dengan kapasitas yang signifikan sekitar 1 juta unit per tahun. Kendaraan pick-up itu diproduksi oleh PT Astra Daihatsu Motor, PT Isuzu Astra Motor Indonesia, PT Mitsubishi Motor Krama Yudha Indonesia, PT Suzuki Indomobil Motor, PT SGMW Motor Indonesia, PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN), dan PT Sokonindo Automobile.</p>
<p>Pernyataan senada diungkapkan Ketua Umum Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), Putu Juli Ardika. Dia menyebut kapasitas produksi pick-up Indonesia 400.000 unit lebih per-tahun. Namun hingga kini belum dapat dipergunakan secara optimal.</p>
<p>Kendaraan yang diproduksi berpenggerak 4&#215;2. Mereka sudah memiliki Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) yang cukup tinggi, mencapai lebih dari 40 persen serta didukung jaringan servis bengkel pelayanan purna jual yang tersebar cukup luas.</p>
<p>Putu Juli meyatakan bahwa produsen kendaraan bermotor di Indonesia mampu untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri. ”Sebenarnya anggota Gaikindo dan juga industri-industri pendukungnya, mempunyai kapasitas produksi untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Sedangkan untuk jenis berpenggerak 4&#215;4 juga dapat diproduksi, namun memerlukan waktu untuk persiapan produksinya,” tandas Putu Juli. (Din/Aa)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
