<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>angsuran kredit mobil &#8211; Mobilitas.id</title>
	<atom:link href="https://www.mobilitas.id/tag/angsuran-kredit-mobil/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.mobilitas.id</link>
	<description>Media otomotif mobilitas.id</description>
	<lastBuildDate>Wed, 03 Apr 2024 16:09:27 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0</generator>

<image>
	<url>https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2024/09/cropped-favim-80x80.png</url>
	<title>angsuran kredit mobil &#8211; Mobilitas.id</title>
	<link>https://www.mobilitas.id</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>OJK: Awas Pembayaran Cicilan Kendaraan Berpotensi Seret Setelah Lebaran</title>
		<link>https://www.mobilitas.id/ojk-awas-pembayaran-cicilan-kendaraan-berpotensi-seret-setelah-lebaran/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arif Arianto]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 03 Apr 2024 08:00:50 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[angsuran kredit mobil]]></category>
		<category><![CDATA[angsuran kredit motor]]></category>
		<category><![CDATA[debt collector]]></category>
		<category><![CDATA[kasus kredit macet]]></category>
		<category><![CDATA[kredit macet]]></category>
		<category><![CDATA[kredit mobil]]></category>
		<category><![CDATA[kredit motor]]></category>
		<category><![CDATA[perusahaan pembiayaan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.mobilitas.id/?p=17529</guid>

					<description><![CDATA[Jakarta, Mobilitas – Peringatan dari Otoritas Jasa Keuangan...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta, Mobilitas</strong> – Peringatan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) itu didasari pengalaman selama dua kali lebaran selama dua tahun berurut-turut.</p>
<p>Kepala Eksekutif OJK Bidang Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro dan Lembaga Keuangan Lainnya, Agusman, menyebut pada Lebaran 2022 yang jatuh pada bulan Mei, Non Performing Finance (NPF) alias pembayaran cicilan pembiayaan yang macet meningkat menjadi 2,77 persen.</p>
<p>“Padahal, di bulan sebelumnya atau April 2022 tingkat NPF itu masih 2,70 persen,” kata Agusman dalam konferensi pers daring yang digelar di Jakarta, Selasa (2/4/2024).</p>
<p>Tren serupa juga terjadi pada Lebaran 2021 atau bulan Mei, dimana tingkat NPF pada saat itu mencapai 4,05 persen. Besaran NPF itu meningkat 67 basis poin dibanding bulan sebelumnya, atau April yang masih sebesar 3,88 persen.</p>
<p>“Menjelang lebaran atau di bulan Ramadhan penyaluran pembiayaan kredit kendaraan bermotor memang meningkat. Hal ini dikarenakan permintaan dari masyarakat untuk membeli kendaraan untuk mudik juga tinggi,” kata Agusman.</p>
<figure id="attachment_17531" aria-describedby="caption-attachment-17531" style="width: 700px" class="wp-caption alignnone"><img fetchpriority="high" decoding="async" class="size-full wp-image-17531" src="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2024/04/Ilustrasi-pembiayaan-pembelian-mobil-secara-kredit-dok.Malacca-Trust-Insurance-e1712160135378.webp" alt="" width="700" height="508" srcset="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2024/04/Ilustrasi-pembiayaan-pembelian-mobil-secara-kredit-dok.Malacca-Trust-Insurance-e1712160135378.webp 700w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2024/04/Ilustrasi-pembiayaan-pembelian-mobil-secara-kredit-dok.Malacca-Trust-Insurance-e1712160135378-180x130.webp 180w" sizes="(max-width: 700px) 100vw, 700px" /><figcaption id="caption-attachment-17531" class="wp-caption-text">Ilustrasi, pembiayaan pembelian mobil secara kredit &#8211; dok.Malacca Trust Insurance</figcaption></figure>
<p>Sementara itu, Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia (APPI) Suwandi Wiratno yang dihubungi <em>Mobilitas</em> di Jakarta, Rabu (3/4/2924) mengakui potensi NPF itu memang besar. “Dan keterlambatan pembayaran angsuran kredit itu bisa terjadi karena dua hal,” kata dia.</p>
<p>Pertama, lanjut Suwandi, karena para debitur atau nasabah itu anggaran bulanannya telah habis karena tingkat konsumsi selama menjelang dan pada saat lebaran berlebihan.</p>
<p>“Oleh karena itu, kami di perusahaan multifinance terus mengingatkan, melalui WhatsApp, email, pesan singkat kepada nasabah soal jatuih temponya pembayaran angsuran kredit mereka. Sehingga, mereka juga menyadari dan menyisihkan dana untuk pembayaran angsuran itu,” tandas Suwandi.</p>
<p>Kedua, karena lupa atau karena kesulitan untuk melakukan pembayaran angsuran secara virtual karena nasabah yang bersangkutan tengah berada di luar kota. Untuk mengantisipasi seperti itu, perusahaan pembiayaan bekerjasama dengan mitra seperti Indomart, Alfmart, dan lainnya untuk menerima pembayaran angsuran, meski di saat hari libur sekalipun.</p>
<p>&#8220;Tetapi pengalaman di tahun-tahun sebelumnya, masalah seperti ini biasanya beres dalam waktu satu atau dua bulan. Jadi masalah NPF setelah lebaran itu masih di batas wajar,&#8221; jelas Suwandi. (Yus/Aa)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Sembilan Bulan Pertama 2023 Penjualan Mobil di RI Naik, Tapi Super Tipis</title>
		<link>https://www.mobilitas.id/sembilan-bulan-pertama-2023-penjualan-mobil-di-ri-naik-tapi-super-tipis/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arif Arianto]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 10 Oct 2023 06:26:23 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[angsuran kredit mobil]]></category>
		<category><![CDATA[asuransi mobil]]></category>
		<category><![CDATA[Gaikindo]]></category>
		<category><![CDATA[harga mobil di RI]]></category>
		<category><![CDATA[HL]]></category>
		<category><![CDATA[kredit mobil]]></category>
		<category><![CDATA[leasing mobil]]></category>
		<category><![CDATA[mobil terbaru]]></category>
		<category><![CDATA[mobil terlaris di RI]]></category>
		<category><![CDATA[mobil termahal di RI]]></category>
		<category><![CDATA[mobil termurah di RI]]></category>
		<category><![CDATA[penjualan mobil]]></category>
		<category><![CDATA[penjualan mobil Toyota]]></category>
		<category><![CDATA[PT TAM]]></category>
		<category><![CDATA[PT Toyota Astra Motor]]></category>
		<category><![CDATA[Toyota Indonesia]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.mobilitas.id/?p=14747</guid>

					<description><![CDATA[Jakarta, Mobilitas – Bukan hanya penjualan ke konsumen...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta, Mobilitas</strong> – Bukan hanya penjualan ke konsumen (penjualan ritel) saja yang naik sangat tipis, tetapi juga penjualan dari pabrik ke diler (<em>wholesales</em>).</p>
<p>Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) yang dikutip <em>Mobilitas</em> di Jakarta, Selasa (10/10/2023) menunjukkan, selama periode Januari hingga September tahun ini, total jumlah mobil (kendaraan bermotor roda empat atau lebih) yang terjual ke konsumen sebanyak 746.239 unit.</p>
<p>Jumlah ini meningkat sangat tipis 1,9 persen dibanding periode sama di 2022. Sebab, selama selama sembilan bulan pertama 2022, total penjualan ritel mobil masih sebanyak 732.366 unit.</p>
<p>Sementara, total jumlah mobil yang terlego ke diler (<em>wholesales</em>) di kurun waktu yang sama, mencapai 755.173 unit. Jumlah penjualan ini naik super tipis 0,4 persen dibanding periode sama di 2022 yang masih sebanyak 758.217 unit.</p>
<p>Ketua I Gaikindo, Jongkie Sugiarto, yang dihubungi Mobilitas, di Jakarta, Selasa (10/10/2023) menduga minimnya peningkatan penjualan (baik ritel maupun <em>wholesales</em>) dikarenakan ada kendala dalam proses distribusi mobil. Sehingga, penjualan ke konsumen juga mengalami penurunan.</p>
<p>“Karena kalau kita lihat ekonomi masih tumbuh positif, dimana kuartal pertama tumbuh 5,04 persen dan kuartal II tumbuh 5,17 persen. Kuartal III, juga diperkirakan tumbuh di atas 5 persen kalau yang saya dengar dari beberapa prediksi lembaga-lembaga resmi. Selama periode Januari sampai September juga telah banyak digelar pameran (IIMS, GIIAS, dan lainnya). Artinya tawaran model baru juga banyak,” papar Jongkie.</p>
<figure id="attachment_5007" aria-describedby="caption-attachment-5007" style="width: 700px" class="wp-caption alignnone"><img decoding="async" class="size-full wp-image-5007" src="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2022/01/Toyota-Raize-dok.Toyota-Astra-Motor.jpg" alt="" width="700" height="491" srcset="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2022/01/Toyota-Raize-dok.Toyota-Astra-Motor.jpg 700w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2022/01/Toyota-Raize-dok.Toyota-Astra-Motor-300x210.jpg 300w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2022/01/Toyota-Raize-dok.Toyota-Astra-Motor-150x105.jpg 150w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2022/01/Toyota-Raize-dok.Toyota-Astra-Motor-696x488.jpg 696w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2022/01/Toyota-Raize-dok.Toyota-Astra-Motor-599x420.jpg 599w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2022/01/Toyota-Raize-dok.Toyota-Astra-Motor-100x70.jpg 100w" sizes="(max-width: 700px) 100vw, 700px" /><figcaption id="caption-attachment-5007" class="wp-caption-text">Ilustrasi, Toyota Raize &#8211; dok.Toyota Astra Motor</figcaption></figure>
<p>Sementara itu, Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), Tauhid Ahmad yang dihubungi <em>Mobilitas</em>, di Jakarta, Selasa (10/10/2023) memperkirakan minimnya kenaikan penjualan mobil selama sembilan pertama dipengaruhi kekhawatiran konsumen terhadap ekonomi.</p>
<p>“Itu terlihat dari persepsi konsumen terjadap ekonomi atau Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) seperti terlihat di hasil survei Bank Indonesia,” papar dia.</p>
<p>IKK selama bulan Juli sebesar 123,5. Meski masih terjaga di area optimis karena di atas skor 100, namun menyusut dibanding Juni yang sebesar 127,1. Sementara di bulan Agustus sedikit meningkat menjadi 125,5, tetapi kembali menyust di bulan September yang sebesar 121,7.</p>
<p>Sekadar informasi,IKK adalah indikator untuk mengetahui keyakinan konsumen mengenai kondisi ekonomi saat ini dan ekspektasi konsumen terhadap kondisi perekonomian ke depan. Ada beberapa faktor yang mempengaruhi termasuk kondisi sosial dan politik, nilai tukar, hingga ketersediaan lapangan kerja. (Ant/Aa)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Warga RI Masih Doyan Kredit Mobil, Lima Bulan Nilainya Rp 125,7 Triliun</title>
		<link>https://www.mobilitas.id/warga-ri-masih-doyan-kredit-mobil-lima-bulan-nilainya-rp-1257-triliun/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arif Arianto]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 22 Jul 2023 04:23:58 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[angsuran kredit mobil]]></category>
		<category><![CDATA[harga mobil]]></category>
		<category><![CDATA[kredit mobil]]></category>
		<category><![CDATA[pasar kredit mobil]]></category>
		<category><![CDATA[pasar mobil]]></category>
		<category><![CDATA[pembelian mobil]]></category>
		<category><![CDATA[syarat kredit mobil]]></category>
		<category><![CDATA[tren kredit mobil]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.mobilitas.id/?p=13321</guid>

					<description><![CDATA[Jakarta, Mobilitas – Sampai saat ini sekitar 80...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta, Mobilitas</strong> – Sampai saat ini sekitar 80 persen lebih pembelian mobil menggunakan cara kredit.</p>
<p>Ketua I Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) Jongkie Sugiarto yang dihubungi <em>Mobilitas</em> di Jakarta, Jumat (21/7/2023) menyebut pembelian secara kredit tidak hanya terjadi untuk pembelian mobil segmen bawah saja. “Tetapi, juga mobil-mobil kelas menengah. Bahkan mobil mewah pun sebagian ada yang kredit. Tetapi, yang terbanyak masih menengah dan bawah,” papar dia.</p>
<p>Sementara itu, perencana keuangan (Financial Planner) independen Atika Widiasri yang dihubungi <em>Mobilitas</em> di Jakarta, Sabtu (22/7/2023) mengatakan, membeli mobil secara kredit merupakan cara yang dinilai sebagai solusi untuk mewujudkan rencana memiliki mobil di saat dana belum mencukupi.</p>
<p>“Mewujudkan impian mempunyai mobil dengan membeli secara kredit boleh-boleh saja. Tetapi harus didasari perencanaan matang dan kesiapan kondisi keuangan dalam jangka panjang,” papar Tika.</p>
<p>Menurut Tika, satu hal yang harus diingat oleh seseorang saat akan mengajukan kredit adalah, proses itu tidak akan menganggu atau menimbulkan guncangan keuangan dan menjadikan kebutuhan pokok terganggu.</p>
<p>Karena itu, lanjut dia, harus dipastikan bahwa dana untuk angsuran kredit saban bulannya akan selalu tersedia, tanpa mengurangi belanja untuk bulanan, anak sekolah, dan dana cadangan untuk kebutuhan darurat.</p>
<p>“Pastikan sumber keuangan keluarga aman dalam jangka panjang dan tidak terganggu jika harus ada tambahan pengeluaran pengeluaran untuk cicilan kredit. Kedua, sebisa mungkin membayar uang muka atau down payment besar dan tenor atau jangka waktu kredit yang pendek,” tandas wanita lulusan University of Stirling Inggris, ini.</p>
<figure id="attachment_8856" aria-describedby="caption-attachment-8856" style="width: 700px" class="wp-caption alignnone"><img decoding="async" class="size-full wp-image-8856" src="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2022/09/Ilustrasi-kredit-mobil-dok.Istimewa-e1664409043458.jpg" alt="" width="700" height="507" srcset="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2022/09/Ilustrasi-kredit-mobil-dok.Istimewa-e1664409043458.jpg 700w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2022/09/Ilustrasi-kredit-mobil-dok.Istimewa-e1664409043458-300x217.jpg 300w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2022/09/Ilustrasi-kredit-mobil-dok.Istimewa-e1664409043458-150x109.jpg 150w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2022/09/Ilustrasi-kredit-mobil-dok.Istimewa-e1664409043458-696x504.jpg 696w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2022/09/Ilustrasi-kredit-mobil-dok.Istimewa-e1664409043458-580x420.jpg 580w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2022/09/Ilustrasi-kredit-mobil-dok.Istimewa-e1664409043458-324x235.jpg 324w" sizes="(max-width: 700px) 100vw, 700px" /><figcaption id="caption-attachment-8856" class="wp-caption-text">Ilustrasi, kredit mobil &#8211; dok.Istimewa</figcaption></figure>
<p>Menurut Tika, tren minat mobil dengan cara kredit di Tanah Air tetap besar, bahkan di kalangan milenial. Meski, pasar atau penjualan mobil bisa saja menurun, tetapi pemohon kredit pembelian kendaraan tetap ada karena berganti dari satu orang oleh orang lain.</p>
<p>“Karena membeli mobil itu, di masyarakat kita, bukan sekadar untuk sarana mobilitas saja, tetapi juga untuk memperkuat status sosial,” tandas dia.</p>
<p>Sekadar informasi, data Bank Indonesia (BI) dalam Analisa Uang Beredar 2023 yang dikutip <em>Mobilitas</em>, di Jakarta, Sabtu (22/7/2023) menunjukkan sepanjang Januari – Mei tahun ini kredit kendaraan bermotor tumbuh 18,1 persen. Total nilainya mencapai Rp 125,7 triliun.</p>
<p>Adapun data Gaikindo yang disitat <em>Mobilitas</em> memperlihatkan sepanjang enam bulan pertama tahun ini, 502.536 mobil terjual ke konsumen (ritel). Jumlah ini meningkat 8 persen dibanding Januari – Juni 2022. (Swe/Aa)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Catat, Ini Plus Minus Kredit Mobil Tenor Panjang</title>
		<link>https://www.mobilitas.id/catat-ini-plus-minus-kredit-mobil-tenor-panjang/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arif Arianto]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 31 Jul 2021 08:00:44 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pedia]]></category>
		<category><![CDATA[angsuran kredit mobil]]></category>
		<category><![CDATA[bunga kredit mobil]]></category>
		<category><![CDATA[HL]]></category>
		<category><![CDATA[kredit mobil]]></category>
		<category><![CDATA[kredit mobil baru]]></category>
		<category><![CDATA[leasing mobil]]></category>
		<category><![CDATA[mobil baru]]></category>
		<category><![CDATA[pembiayaan kredit]]></category>
		<category><![CDATA[tenor kredit mobil]]></category>
		<category><![CDATA[uang muka kredit]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://mobilitas.id/?p=2437</guid>

					<description><![CDATA[Jakarta, Mobilitas – Saban kali kita mendapatkan tawaran...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta, Mobilitas</strong> – Saban kali kita mendapatkan tawaran skema pembiayaan pembelian kredit kerap mendengar tawaran tenor atau jangka waktu pinjaman kredit yang panjang. Tentu, tawaran ini perlu dipikirkan secara matang sebelum diputuskan untuk menerimanya atau tidak.</p>
<p>“Karena tenor akan sangat mempengaruhi jumlah bunga dan besaran cicilan yang harus dibayarkan oleh kreditur. Ada plus minus dari tenor kredit yang panajng, dan faktor plusnya ini terkait dengan kondisi ca;on kreditur atau orang yang akan melakukan kredit mobil itu. Karena itu sekali lagi pikirkan masa-masak,” ungkap Financial Planner independen, Mutia Chairunissa, saat dihubungi <em>Mobilitas</em> dari Jakarta, Sabtu (31/7/2021).</p>
<p>Nilai plus dari tenor kredit yang panjang dirasakan oleh calon nasabah (calon pengredit) mobil yang memiliki pendapatan tetap dan cenderung pas saban bulannya. Misalnya seorang aparatur sipil negara atau karyawan swasta yang hanya mengandalkan pendapatan dari gaji semata.</p>
<figure id="attachment_1888" aria-describedby="caption-attachment-1888" style="width: 700px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-1888" src="https://mobilitas.id/wp-content/uploads/2021/07/Kredit-mobil-mengalami-masalah-dok.Istimewa-e1625105118800.jpg" alt="" width="700" height="493" srcset="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2021/07/Kredit-mobil-mengalami-masalah-dok.Istimewa-e1625105118800.jpg 700w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2021/07/Kredit-mobil-mengalami-masalah-dok.Istimewa-e1625105118800-300x211.jpg 300w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2021/07/Kredit-mobil-mengalami-masalah-dok.Istimewa-e1625105118800-150x106.jpg 150w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2021/07/Kredit-mobil-mengalami-masalah-dok.Istimewa-e1625105118800-696x490.jpg 696w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2021/07/Kredit-mobil-mengalami-masalah-dok.Istimewa-e1625105118800-596x420.jpg 596w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2021/07/Kredit-mobil-mengalami-masalah-dok.Istimewa-e1625105118800-100x70.jpg 100w" sizes="auto, (max-width: 700px) 100vw, 700px" /><figcaption id="caption-attachment-1888" class="wp-caption-text">Kredit mobil mengalami masalah &#8211; dok.Istimewa</figcaption></figure>
<p>Sehingga, dengan perhitungan pemdapatan bulanan yang telah dibagi dengan anggaran kebutuhan tetap saban bulannya plus kebutuhan lainnya, masih tersisa jumlah yang tetap untuk angsuran atau cicilan kredit.</p>
<p>“Dan tenor kredit panjang akan memperkecil jumlah uang muka (DP) yang harus dibayarkan dan besaran cicilan per bulan. Jadi cocok untuk orang yang memiliki pendapatan tetap saban bulannya,” kata Mutia.</p>
<p><strong>Nilai minus</strong><br />
Namun, selain menawarkan keringanan seperti itu, tenor kredit yang panjang juga mempunyai kekurangan atau nilai minus. Nilai minus pertama adalah jumlah bunga yang dibayarkan hingga tenor berakhir, jika ditotal akan jauh lebih besar atau lebih tinggi.</p>
<p>“Sebab, meski besaran bunga kredit saban bualnnya terbilang kecil atau rendah, tetapi karena Jangka waktu pembayaran yang lebih panjang atau jumlah bulannya yang jauh lebih banyak, maka kalau ditotal nilai nominal pembayaran bunga itu jauh lebih besar,” jelas Mutia.</p>
<figure id="attachment_2439" aria-describedby="caption-attachment-2439" style="width: 600px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-2439" src="https://mobilitas.id/wp-content/uploads/2021/07/Ilustrasi-kredit-mobil-dok.Dialabank.jpg" alt="" width="600" height="450" srcset="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2021/07/Ilustrasi-kredit-mobil-dok.Dialabank.jpg 600w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2021/07/Ilustrasi-kredit-mobil-dok.Dialabank-300x225.jpg 300w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2021/07/Ilustrasi-kredit-mobil-dok.Dialabank-150x113.jpg 150w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2021/07/Ilustrasi-kredit-mobil-dok.Dialabank-560x420.jpg 560w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2021/07/Ilustrasi-kredit-mobil-dok.Dialabank-80x60.jpg 80w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2021/07/Ilustrasi-kredit-mobil-dok.Dialabank-265x198.jpg 265w" sizes="auto, (max-width: 600px) 100vw, 600px" /><figcaption id="caption-attachment-2439" class="wp-caption-text">Ilustrasi, kredit mobil &#8211; dok.Dialabank</figcaption></figure>
<p>Kedua, nilai mobil ketika kredit telah lunas sudah jauh terdepresiasi banyak alias sudah merosot sangat dalam. Maklum, penurunan nilai (dipresiasi) harga mobil saban tahunnya berlangsung secara konstan, dengan besaran 10% per tahun.</p>
<p>Sehingga jika dalam waktu tenor rata-rata alis normal saja – yakni lima tahun – maka mobil yang saat dibeli (kredit) berharga Rp 250 juta, maka lima tahun kemudian harganya sudah Rp 125 juta – Rp 150 juta, meski kondisi bodi masih mulus dan mesin masih prima sekalipun.</p>
<p>Nilai minus ketiga dari tenor kredit panjang adalah, akan sulit di-over kredit jika Anda kesulitan membayar cicilan di tengah perjalanan proses kredit. Anda kemungkinan besar akan kesulitan mencari orang yang mau mengambil alih sisa waktu kredit tersebut.</p>
<figure id="attachment_2442" aria-describedby="caption-attachment-2442" style="width: 700px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-2442" src="https://mobilitas.id/wp-content/uploads/2021/07/Ilustrasi-kredit-pemilikan-mobil-dok.Forbes-e1627721518978.jpg" alt="" width="700" height="493" /><figcaption id="caption-attachment-2442" class="wp-caption-text">Ilustrasi, kredit pemilikan mobil &#8211; dok.Forbes</figcaption></figure>
<p>Sebab, orang tidak akan mau mengambil alih atau take over kredit tersebut jika masa cicilannya masih panjang. Sebab, orang juga akan berpikir nilai kendaraan terus terdepresaisi.</p>
<p>Begitu pun dengan kondisi mesin maupun bodinya. Selain itujumlah kilometer yang ditempuh kendaraan selama digunakan juga terus bertambah. Padahal hal itu menambah penurunan nilai mobil. (Swe/Aa)</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
