<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Arus Balik Lebaran Gelombang II &#8211; Mobilitas.id</title>
	<atom:link href="https://www.mobilitas.id/tag/arus-balik-lebaran-gelombang-ii/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.mobilitas.id</link>
	<description>Media otomotif mobilitas.id</description>
	<lastBuildDate>Thu, 27 Apr 2023 01:06:44 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0</generator>

<image>
	<url>https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2024/09/cropped-favim-80x80.png</url>
	<title>Arus Balik Lebaran Gelombang II &#8211; Mobilitas.id</title>
	<link>https://www.mobilitas.id</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Puncak Arus Balik Gelombang II Diprediksi 30 April, Waspadai Bahaya Microsleep</title>
		<link>https://www.mobilitas.id/puncak-arus-balik-gelombang-ii-diprediksi-30-april-waspadai-bahaya-microsleep/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arif Arianto]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 27 Apr 2023 00:59:38 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Mobility]]></category>
		<category><![CDATA[arus balik]]></category>
		<category><![CDATA[arus balik lebaran 2023]]></category>
		<category><![CDATA[Arus Balik Lebaran Gelombang II]]></category>
		<category><![CDATA[arus lalu-lintas Lebaran]]></category>
		<category><![CDATA[arus mudik lebaran 2023]]></category>
		<category><![CDATA[bahaya microsleep]]></category>
		<category><![CDATA[Lebaran 2023]]></category>
		<category><![CDATA[mengatasi microsleep]]></category>
		<category><![CDATA[penyebab microsleep]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.mobilitas.id/?p=12188</guid>

					<description><![CDATA[Jakarta, Mobilitas – Masih banyak pemudik di kampung...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta, Mobilitas</strong> – Masih banyak pemudik di kampung halaman karena ada <em>long weekend</em>.</p>
<p>Libur panjang itu terjadi karena pada 1 Mei yang bertepatan dengan hari Senin merupakan tanggal merah alias tanggal libur. Fakta kedua menunjukkan, jumlah kendaraan pemudik yang sudah kembali (balik) ke wilayah Jakarta-Bogor-Depok-Tangerang-Bekasi (Jabodetabek) hingga 25 April baru sepertiga.</p>
<p>“Jumlah kendaraan pemudik yang kembali ke Jabotabek tersebut baru mencapai 30,45% dari kendaraan di arus balik yang diprediksi mencapai 1,6 juta kendaraan pada periode H+1 – H+7 Hari Raya Idul Fitri 1444 H,” papar Corporate Communication and Community Development Group Head Jasa Marga, Lisye Octaviana, dalam keterangan resmi yang diterima <em>Mobilitas</em>, di Jakarta, Rabu (26/4/2023) petang.</p>
<p>Sementara itu, Training Director Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI) Sony Susmana, yang dihubungi <em>Mobilitas</em> di Jakarta, beberapa waktu lalu mengingatkan agar para pemudik mewaspadai potensi bahaya microsleep alias kesirep saat menyetir kendaraan. Pasalnya, lanjut Sony, akibat dari kondisi itu sangat fatal yakni terjadinya kecelakaan.</p>
<figure id="attachment_12190" aria-describedby="caption-attachment-12190" style="width: 700px" class="wp-caption alignnone"><img fetchpriority="high" decoding="async" class="size-full wp-image-12190" src="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2023/04/Mengemudi-mobil-di-saat-pagi-hari-dok.Som-Sleep-e1682557154516.webp" alt="" width="700" height="508" srcset="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2023/04/Mengemudi-mobil-di-saat-pagi-hari-dok.Som-Sleep-e1682557154516.webp 700w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2023/04/Mengemudi-mobil-di-saat-pagi-hari-dok.Som-Sleep-e1682557154516-300x218.webp 300w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2023/04/Mengemudi-mobil-di-saat-pagi-hari-dok.Som-Sleep-e1682557154516-150x109.webp 150w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2023/04/Mengemudi-mobil-di-saat-pagi-hari-dok.Som-Sleep-e1682557154516-696x505.webp 696w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2023/04/Mengemudi-mobil-di-saat-pagi-hari-dok.Som-Sleep-e1682557154516-579x420.webp 579w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2023/04/Mengemudi-mobil-di-saat-pagi-hari-dok.Som-Sleep-e1682557154516-324x235.webp 324w" sizes="(max-width: 700px) 100vw, 700px" /><figcaption id="caption-attachment-12190" class="wp-caption-text">Mengemudi mobil di saat pagi hari &#8211; dok.Som Sleep</figcaption></figure>
<p>Microsleep terjadi karena dipicu oleh kelelahan fisik dan psikis. Kelelahan fisik bisa terjadi karena kurangnya istirahat sebelum melakukan perjalanan atau kebosanan ketika terjadi kemacetan atau melalui jalur lurus tanpa ada belokan dan berjarak jauh.</p>
<p>“Terlebih, setelah mudik, di kampung halaman kegiatan tanpa henti karena bertemu dengan keluarga, teman, atau mengunjungi tempat-tempat wisata. Sehingga, kelelahan terakumulasi pada saat akan balik atau kembali ke tempat tinggal. Ini sangat berbahaya,” ujar Sony.</p>
<p>Menurut Sony, microsleep terjadi secara bertahap. Awal menyetir mungkin tidak terasa, tetapi setelah tiga atau empat jam, tiba-tiba otak seperti <em>nge-blank</em>, gerak reflek melemah, hingga akhirnya tertidur dalam beberapa detik.</p>
<p>“Kalau sudah seperti itu sebaiknya menepi dan beristirahat di rest area. Jangan memaksakan diri dengan minum kafein dan sebagainya. Karena efeknya justeru berbahaya,” saran Sony. (Jrr/Aa)</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
