<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>bahan energi baru &#8211; Mobilitas.id</title>
	<atom:link href="https://www.mobilitas.id/tag/bahan-energi-baru/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.mobilitas.id</link>
	<description>Media otomotif mobilitas.id</description>
	<lastBuildDate>Thu, 18 Jun 2026 09:49:21 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0</generator>

<image>
	<url>https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2024/09/cropped-favim-80x80.png</url>
	<title>bahan energi baru &#8211; Mobilitas.id</title>
	<link>https://www.mobilitas.id</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>RI Targetkan Penggunaan BBM E20 di Tahun 2028, Ini Manfaatnya Bagi Bangsa dan Negara</title>
		<link>https://www.mobilitas.id/ri-targetkan-penggunaan-bbm-e20-di-tahun-2028-ini-manfaatnya-bagi-bangsa-dan-negara/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arif Arianto]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 18 Jun 2026 07:00:55 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Mobility]]></category>
		<category><![CDATA[bahan energi baru]]></category>
		<category><![CDATA[BBM E20]]></category>
		<category><![CDATA[BBM Fosil]]></category>
		<category><![CDATA[Bioetanol]]></category>
		<category><![CDATA[bioetanol E20]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.mobilitas.id/?p=28300</guid>

					<description><![CDATA[Jakarta, Mobilitas &#8211; Kementerian Energi dan Sumber Daya...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta, Mobilitas</strong> &#8211; Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) akan menggelar uji jalan (road test) penggunaan bahan bakar minyak (BBM) bensin dicampur etanol 20 persen alias bioetanol E20.</p>
<p>Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan, dan Konservasi Energi (Dirjen EBTKE) Kementerian ESDM, Eniya Listiani Dewi, yang dikonfirmasi di Jakarta, Rabu (17/6/2026) menyebut pelaksanaan road test ini dilakukan bersama Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo).</p>
<p>&#8220;Kami ajak Gaikindo untuk tes BBM E20 ini untuk mengetahui secara empiris seperti apa kompabilitasnya bagi kendaraan. Sehingga, ketika nanti mandatorinya berjalan benar-benar sudah siap digunakan,&#8221; ungkap Eniya.</p>
<p>Menanggapi rencana ini, Anggota Komisi XII DPR RI Dewi Yustisiana yang dihubungi <em>Mobilitas</em> di Jakarta, Kamis (18/6/2026) menyebut kebijakan ini merupakan titik strategis untuk membangun ketahanan energi dengan memanfaatkan sumber dya di dalam negeri. Terlebih untuk mengurangi ketergantungan sepenuhnya ke bahan energi berbahan fosil yang semakin langka.</p>
<p>&#8220;Karena kita tahu, bahan untuk etanol itu di dalam negeri Indonesia melimpah seperti singkong, jagung, dan lainnya. Tentu, kalau kita bisa mensubtitusi bahan energi fosil itu dengan etanol, maka selain kita berdaulat dalam pemenuhan kebutuhan energi, juga memberikan nilai tambah ekonomi ke bahan-bahan tersebut. Ini pada akhirnya ekonomi masyarakat penghasil bahan baku etanol itu terangkat, penggunaan energi hijau pun bergulir kencang di Indonesia. Ini semua merupakan target yang sangat bagus bagi negara dan bangsa kita,&#8221; ungkap Dewi.</p>
<figure id="attachment_16662" aria-describedby="caption-attachment-16662" style="width: 700px" class="wp-caption aligncenter"><a href="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2024/02/Ilustrasi-BBM-dok.Istimewa-via-The-Manila-Times-e1707558089359.jpg"><img fetchpriority="high" decoding="async" class="size-full wp-image-16662" src="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2024/02/Ilustrasi-BBM-dok.Istimewa-via-The-Manila-Times-e1707558089359.jpg" alt="" width="700" height="451" /></a><figcaption id="caption-attachment-16662" class="wp-caption-text">Ilustrasi, BBM &#8211; dok.Istimewa via The Manila Times</figcaption></figure>
<p>Pada sisi lain, jika BBM dengan pemanfaatan bahan energi baru dan terbarukan itu terjadi, maka ketergantungan Indonesia ke impor BBM fosil juga berkurang atau bahkan bisa nihil.</p>
<p>Sekadar informasi, nilai impor minyak mentah dan hasil minyak yakni BBM sepanjang tahun 2025 mencapai US$ 32,77 miliarbatau setara Rp 516 triliun. Tentu, nilai ini sangat besar, dan jika impor dikurangi atau bahkan disetop maka anggaran bisa dialihkan untuk program pendukung kesejahteraan masyarakat luas, khususnya untuk pembangunan yang bermanfaat luas.</p>
<p>Memang, kata Dewi, penggunaan BBM Bioetanol membawa konskwensi baru bagi kendaraan. Namun, hal itu menjadi tantangan bagi pabrikan kendaraan untuk berinovasi.</p>
<p>&#8220;Tentu ini akan bisa.diatasi oleh produsen kendaraan. Buktinya di Brasil, Argentina, Eropa, banyak mobil merek-merek terkenl yang menggunakan bioetanol tidak masalah. Tantangannya, kelangsungan pasokan BBM etanol.maupun sebarannya, ini menjadi tantangan kita semua,&#8221; tandas Dewi. (Amr/Aa)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
