<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>base fuel &#8211; Mobilitas.id</title>
	<atom:link href="https://www.mobilitas.id/tag/base-fuel/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.mobilitas.id</link>
	<description>Media otomotif mobilitas.id</description>
	<lastBuildDate>Wed, 05 Nov 2025 15:11:52 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9.4</generator>

<image>
	<url>https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2024/09/cropped-favim-80x80.png</url>
	<title>base fuel &#8211; Mobilitas.id</title>
	<link>https://www.mobilitas.id</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Negosiasi Pembelian Base Fuel BBM Pertamina dengan Shell dan Vivo Belum Kelar</title>
		<link>https://www.mobilitas.id/negosiasi-pembelian-base-fuel-bbm-pertamina-dengan-shell-dan-vivo-belum-kelar/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arif Arianto]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 05 Nov 2025 10:00:58 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[base fuel]]></category>
		<category><![CDATA[BP-AKR]]></category>
		<category><![CDATA[Pertamina]]></category>
		<category><![CDATA[PT Aneka Petroindo Raya]]></category>
		<category><![CDATA[shell]]></category>
		<category><![CDATA[SPBU swasta]]></category>
		<category><![CDATA[Vivo]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.mobilitas.id/?p=26239</guid>

					<description><![CDATA[Jakarta, Mobilitas – Seperti diketahui, seiring dengan habisnya...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta, Mobilitas</strong> – Seperti diketahui, seiring dengan habisnya kuota impor Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis bensin untuk Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) swasta sejak akhir Agustus 2025, pemerintah menyarankan SPBU swasta membeli base fuel dari Pertamina.</p>
<p>Namun ternyata, hingga kini proses negosiasi soal pembelian itu baru terjadi antarara Pertamina dengan PT Aneka Petroindo Raya (APR), pemilik jaringan SPBU BP-AKR. Telah disepakati APR membeli 100.000 barel.</p>
<p>Sementara, SPBU Shell dan Vivo hingga kini masih belum mencapai titik temu alias belum kelar.</p>
<figure id="attachment_19977" aria-describedby="caption-attachment-19977" style="width: 701px" class="wp-caption aligncenter"><a href="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2024/09/Ilustrasi-BBM-jenis-bensin-dok.istimewa-via-Linkedin-e1725833277735.jpg"><img fetchpriority="high" decoding="async" class="size-full wp-image-19977" src="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2024/09/Ilustrasi-BBM-jenis-bensin-dok.istimewa-via-Linkedin-e1725833277735.jpg" alt="" width="701" height="492" /></a><figcaption id="caption-attachment-19977" class="wp-caption-text">Ilustrasi, bensin &#8211; dok.istimewa via Linkedin</figcaption></figure>
<p>&#8220;Proses negosiasi mereka masih berlangsung MaS. Kami , pemerintah, menyerhka sepenuhnya ke semua pihak. Semoga cepat menghasilkan kesepakatan,&#8221; papar Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Dirjen Migas) Kementerian Eenergi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Laode Syarif, saat dihubungi <em>Mobilitas</em> di Jakarta, Rabu (5/11/2025).</p>
<p>Hanya, Laode tak bersedia menyebutkan persoalan yang membuat negosiasi antara Pertamina dengan dua SPBU itu a lot. Menurut dia, proses negosiasi merupakan hal yang lumrah, namun semakin cepat akan semakin baik untuk operasional bisnis. (HenAa)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Direktur KPBB: Penolakan Base Fuel Oleh SPBU Swasta Bukan Soal Ethanol, Tapi Kualitas</title>
		<link>https://www.mobilitas.id/direktur-kpbb-penolakan-base-fuel-oleh-spbu-swasta-bukan-soal-ethanol-tapi-kualitas/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arif Arianto]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 04 Oct 2025 05:00:14 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Mobility]]></category>
		<category><![CDATA[base fuel]]></category>
		<category><![CDATA[Ethanol]]></category>
		<category><![CDATA[KPBB]]></category>
		<category><![CDATA[Pertamina]]></category>
		<category><![CDATA[SPBU swasta]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.mobilitas.id/?p=25867</guid>

					<description><![CDATA[Jakarta, Mobilitas – Penolakan base fuel (BBM dasar)...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta, Mobilitas</strong> – Penolakan base fuel (BBM dasar) Pertamina oleh Produsen BBM/SPBU swasta ini juga mengindikasikan penolakan atas buruknya spesifikasi base fuel Pertamina. Ini tidak lepas dari preseden setelah lebih dari 20 tahun Pertamina bertahan hanya mengimpor base fuel dengan kualitas rendah.</p>
<p>“Sehingga, (Pertamina) tidak mampu memproduksi dan memasarkan BBM dengan spesifikasi yang sesuai dengan kebutuhan teknologi kendaraan bermotor yang saat ini diadopsi oleh Indonesia berdasarkan peraturan perundangan,” ungkap Direktur Eksekutif Komite Penghapusan Bensin Bertimbal (KPBB), Ahmad Safrudin, dalam keterangan resmi yang diterima <em>Mobilitas</em>, di Jakarta, Sabtu (4/10/2025).</p>
<p>Sejatinya, pemanfaatan ethanol dengan kualitas layak untuk bahan bakar (Fuel Grade Ethanol/FGE) untuk campuran bahan bakar bertujuan untuk mendongkrak angka oktan atau RON (Research Octane Number). Dan fakta ini tidak dibantah siapapun.</p>
<p>Terlebih sejak 2006 hampir semua varian kendaraan sudah diproduksi dengan mengantisipasi penggunaan biofuel termasuk ethanol. Sebab, penggunaan ethanol terbukti bisa menghemat energi sekaligus menekan emisi gas buang kendaraan.</p>
<p>“Baik emisi pencemaran udara (PM10, PM2.5, HC, CO, SOx, NOx) maupun emisi Gas Rumah Kacar (CO2),” jelas pria yang akrab disapa Puput ini.</p>
<figure id="attachment_24408" aria-describedby="caption-attachment-24408" style="width: 700px" class="wp-caption aligncenter"><a href="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2025/05/SPBU-Shell-dok.Shell_-e1747990269277.jpg"><img decoding="async" class="size-full wp-image-24408" src="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2025/05/SPBU-Shell-dok.Shell_-e1747990269277.jpg" alt="" width="700" height="490" /></a><figcaption id="caption-attachment-24408" class="wp-caption-text">SPBU Shell &#8211; dok.Shell</figcaption></figure>
<p>Hanya, ethanol yang memenuhi persyaratan sebagai campuran bahan bakar (FGE) harus memiliki kemurnian 99 persen. Untuk menghasilkan FGE, diperlukan proses pemurnian untuk menghilangkan kandungan air pada campuran etanol.</p>
<p>Masalahnya base fuel Pertamina yang telah dicampur ethanol itu dinilai tidak tepat oleh SPBU swasta. Sebab, meracik BBM dengan spesifikasi tertentu yang akan mereka produksi dengan menggunakan raw material yang bukan murni sebagai base fuel itu sulit.</p>
<p>Keberadaan ethanol pada base fuel telah mengaburkan sifat kimia dan fisika base fuel sebagai raw material utama untuk proses produksi BBM dengan spesifikasi tertentu.</p>
<p>“Kesulitan teknis ini akan berimplikasi pada peningkatan biaya produksi, apalagi prosentase ethanol pada bensin tersebut juga memiliki konsekuensi peningkatan biaya. Sehingga secara bisnis ini sangat berpengaruh pada HPP (Harg Pokok Penjualan) dan selling pricing, di mana harga jual cenderung menjadi lebih mahal, ” kata Puput. (Anp/Aa)</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
