<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>baterai nikel &#8211; Mobilitas.id</title>
	<atom:link href="https://www.mobilitas.id/tag/baterai-nikel/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.mobilitas.id</link>
	<description>Media otomotif mobilitas.id</description>
	<lastBuildDate>Mon, 08 Jun 2026 07:12:10 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0</generator>

<image>
	<url>https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2024/09/cropped-favim-80x80.png</url>
	<title>baterai nikel &#8211; Mobilitas.id</title>
	<link>https://www.mobilitas.id</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Ternyata, Pemanfaatan Nikel oleh Industri Baterai EV Baru 16 Persen</title>
		<link>https://www.mobilitas.id/ternyata-pemanfaatan-nikel-oleh-industri-baterai-ev-baru-16-persen/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arif Arianto]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 08 Jun 2026 05:00:57 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Mobility]]></category>
		<category><![CDATA[baterai EV]]></category>
		<category><![CDATA[Baterai LFP]]></category>
		<category><![CDATA[baterai nikel]]></category>
		<category><![CDATA[BEV]]></category>
		<category><![CDATA[nikel]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.mobilitas.id/?p=28181</guid>

					<description><![CDATA[Jakarta, Mobilitas – Pemanfaatan nikel terbanyak di dunia...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta, Mobilitas</strong> – Pemanfaatan nikel terbanyak di dunia hingga saat ini ternyata untuk untuk industri baja nirkarat alias stainless steel. Fakta itu sekaligus mematahkan anggapan yang menyebut pemanfaatan nikel yang terbanyak untuk baterai kendaraan listrik (EV).</p>
<p>Fakta tersebut diungkap oleh Presiden Nickel Institute, Veronique Steukers saat ditemui <em>Mobilitas</em> di Jakarta, Jumat (5/6/2026) di sela diskusi bertajuk Indonesia Critical Minerals Conference &amp; Expo (ICMCE) 2026.</p>
<p>“Jadi kalau kita lihat pemanfaatannya di industri sampai akhir 2024 lalu, nikel yang untuk bahan pembuatan baterai EV, baru sekitar 16 persen. Sementara, yang terbanyak (yaitu) 66 persen digunakan untuk produksi stainless steel. Tetapi, pemanfaatan nikel untuk EV memang tidak hanya dalam baterai karena di sisanya yang 24 persen, beberapa diantaranya digunakan untuk komponen pendukung kendaraan listrik,” papar Veronique kepada kontributor <em>Mobilitas</em>, Bernadetta Elsa Nugrahanti.</p>
<p>Pemanfaatan untuk komponen pendukung produksi kendaraan atau industri alat transportasi nikel digunakan untuk stainless steel, bahan pelapis atau pengecatan dan lainnya. Sehingga, meski untuk bahan produksi baterai masih reltif kecil, namun nikel juga banyak dibutuhkan oleh industri kendaraan.</p>
<figure id="attachment_27767" aria-describedby="caption-attachment-27767" style="width: 700px" class="wp-caption aligncenter"><a href="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2026/05/Pengecasan-daya-baterai-mobil-listrik-dok.Istimewa-via-OBrien-e1778034585367.jpg"><img fetchpriority="high" decoding="async" class="size-full wp-image-27767" src="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2026/05/Pengecasan-daya-baterai-mobil-listrik-dok.Istimewa-via-OBrien-e1778034585367.jpg" alt="" width="700" height="503" /></a><figcaption id="caption-attachment-27767" class="wp-caption-text">Pengecasan daya baterai mobil listrik &#8211; dok.Istimewa via O&#8217;Brien</figcaption></figure>
<p>Pernyataan senada diungkap pengamat energi, Ronal Tuerah, yang dihubungi <em>Mobilitas</em> di Jakarta, Senin (8/6/2026). Menurut Ronald, saat ini industri produsen baterai memang banyak membut baterai Lithium Ferro Phosphate (LFP), sehingga baterai jenis ini menguasai pasar.</p>
<p>“Namun, itu bukan berarti itu akhir dari cerita nikel untuk pendukung industri kendaraan elektrifiks\asi. Sebab selain digunakan untuk membuat komponen pendukung, juga masih ada peluang di sektor ini, diantaranya untuk baterai kendaraan listrik berdaya jangkau jarak jauh,” ujar Ronal.</p>
<p>Selain itu, nikel juga digunakan sebagai bahan pembuatan energy storage skala besar, baterai berteknologi solid state, dan baterai dengan katoda berdensitas energi tinggi. Artinya, nikel masih diperhitungkan untuk pembuatan baterai EV. (Els/Aa)</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Ini Penyebab Banyak Pabrikan Mobil Listrik Beralih dari Baterai Nikel ke LFP</title>
		<link>https://www.mobilitas.id/ini-penyebab-banyak-pabrikan-mobil-listrik-beralih-dari-baterai-nikel-ke-lfp/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arif Arianto]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 24 Jan 2024 12:00:27 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pedia]]></category>
		<category><![CDATA[baterai]]></category>
		<category><![CDATA[Baterai LFP]]></category>
		<category><![CDATA[baterai listrik]]></category>
		<category><![CDATA[baterai nikel]]></category>
		<category><![CDATA[keunggulan baterai LFP]]></category>
		<category><![CDATA[Lithium Ferro Phospate (LFP)]]></category>
		<category><![CDATA[Nickel Manganese Cobalt (NMC)]]></category>
		<category><![CDATA[pengguna baterai LFP]]></category>
		<category><![CDATA[penjualan baterai LFP]]></category>
		<category><![CDATA[teknologi baterai LFP]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.mobilitas.id/?p=16365</guid>

					<description><![CDATA[Jakarta, Mobilitas – Tidak hanya Tesla Inc saja...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta, Mobilitas</strong> – Tidak hanya Tesla Inc saja yang mulai beralih menggunakan baterai Lithium Ferro Phospate (LFP) untuk sebagian model mobil buatannya, tetapi juga beberapa pabrikan lain.</p>
<p>Laporan <em>The Green Journal</em> dan <em>Asia Times</em> yang dirilis belum lama ini, dan dikutip <em>Mobilitas</em> di Jakarta, Rabu (24/1/2024) menyebut sejak tahun 2021 hampir setengah dari mobil listrik yang diproduksi Tesla telah menggunakan baterai LFP. Bahkan, disebutkan bos Tesla Inc, Elon Musk pada Agustus 2023 lalu mengaku akan menggunakan baterai LFP itu untuk mobil listrik kelas entry level seperti Model Y dan Model 3 .</p>
<p>Pabrikan lainnya yang dikabarkan menggunakan baterai LFP untuk produknya adalah Ford untuk model Mustang Match-E pada kahir 2023 kemarin. Bahkan baterai LFP juga bakal dijadikan opsi untuk model pick-up listrik Ford F-150 Lightning.</p>
<p>Selain dua pabrikan asal Amerika Serikat itu, beberapa pabrikan asal Republik Rakyat Cina disebut-sebut juga telah menggunakan baterai untuk sebagian produknya. Mereka antara lain Build Your Dreams (BYD) dan Nio.</p>
<figure id="attachment_4227" aria-describedby="caption-attachment-4227" style="width: 700px" class="wp-caption alignnone"><img decoding="async" class="size-full wp-image-4227" src="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2021/11/Ilustrasi-pengecasan-baterai-mobil-listrik-dok.Istimewa-via-Arthur-D-Little-e1637810451878.jpg" alt="" width="700" height="509" /><figcaption id="caption-attachment-4227" class="wp-caption-text">Ilustrasi, pengecasan baterai mobil listrik &#8211; dok.Istimewa</figcaption></figure>
<p>Lantas sebenarnya apa keunggulan baterai LFP dibanding baterai nikel alias Nickel Manganese Cobalt (NMC)? Menurut Direktur Eksekutif Institute for Essential Services Reform (IESR) Fabby Tumiwa,ebenarnya masing-masing memiliki keunggulan khasnya.</p>
<p>“Tetapi kalau bicara soal harga jual mobil yang menggunakannya, tentu LFP akan menjadikan harga mobil lebih terjangkau. Mengapa? Karena baterai LFP yang tanpa menggunakan bahan baku nikel harganya lebih murah. Sebab, nikel itu harganya lebih mahal dibanding besi atau ferro,” ungkap dia saat dihubungi <em>Mobilitas</em> di Jakarta, Rabu (24/1/2024).</p>
<p>Selain itu, lanjut Fabby, dari sisi ketahanan, baterai LFP lebih awet atau memiliki siklus hidup yang lebih lama. Bahkan lebih aman.</p>
<p>Dengan keunggulan itu, kini penggunaan baterai LFP di dunia industri otomotif khususnya kendaraan listrik terus meningkat. “Kalau sekarang, porsi penggunaan LFP di industri atau pasar mobil listrik itu masih 40 persen, dan 60 persen baterai nikel atau NMC. Tetapi sejumlah lembaga riset memprediksi di tahun 2030, posisinya akan terbalik dimana LFP lebih dominan,” tandas Fabby. (Wes/Aa)</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
